Turnamen berkuda Merdeka Master 2026 kembali digelar di Hub Indonesia, Cibubur, Bekasi pada 6-16 Agustus. Acara ini menjadi ajang pencarian bibit atlet berkuda dan pengasahan mental atlet, dilansir dari Detik Sport.
Kompetisi ini mempertandingkan dua disiplin, yaitu show jumping dan dressage. Merdeka Master 2026 merupakan kolaborasi antara Hub Indonesia dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) untuk mendukung pembinaan atlet dan perkembangan olahraga berkuda di Indonesia.
Pada cabang show jumping, terdapat 268 atlet dengan sekitar 1.250 entries yang bertanding dalam berbagai kelas. Sementara cabang dressage diproyeksikan menghadirkan sekitar 400 entries, sehingga total entries mencapai 1.650, menjadikannya salah satu kompetisi berkuda terbesar di Indonesia.
Selain persaingan di berbagai kelas, ajang ini menawarkan hadiah utama berupa satu unit mobil di kelas Show Jumping 100 cm Open. Hadiah ini mencerminkan komitmen penyelenggara dalam memberikan apresiasi terbaik untuk atlet berprestasi.
Hub Indonesia menyediakan arena dan fasilitas pertandingan yang sesuai standar nasional untuk kedua disiplin tersebut. Ajang ini juga sudah masuk dalam kalender resmi, diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi nasional dan memperkuat ekosistem equestrian di Indonesia.
Show Director Jupri Mardi menyatakan, "Jadi atlet bisa lebih percaya diri untuk bisa bersaing. Kalau di SEA Games kita sudah kompetitif. Nanti tergantung federasi, mereka percaya diri gak menurunkan atlet-atlet muda di ajang internasional."
Dokter hewan berkuda berlisensi FEI, Ade Octaviani, menyebut ajang ini menjadi kesempatan untuk menekankan bahwa berkuda adalah olahraga dua nyawa dan prioritas utama adalah keselamatan atlet serta kesejahteraan hewan.
"Berkuda adalah olahraga dua nyawa. Kita tak bisa memaksakan semuanya berjalan mulus. Untuk pertandingan segalanya yang menjadi prioritas adalah keselamatan atlet dan adaptasi standar kesejahteraan hewan (animal welfare). Jadi secara kesehatannya semuanya diperhatikan benar sampai hal terkecil," ujar Ade Octaviani.







