Pemerintah mulai mendistribusikan program bantuan pangan tahap II berupa beras 10 kilogram per penerima setiap bulan selama periode tiga bulan, Sabtu (8/8/2025). Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur menjadi lokasi pertama penyerahan bantuan langsung tiga bulan sekaligus untuk alokasi Juli, Agustus, dan September, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Total penerima manfaat di Kabupaten Alor mencakup 37.338 penerima dari target nasional yang mencapai lebih dari 33 juta penerima manfaat. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mendampingi Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani.
Amran menegaskan penyaluran ini dilakukan untuk memastikan bantuan pangan dari pemerintah dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa secara merata.
"Bantuan dari bapak Presiden Republik Indonesia diperuntukkan untuk 33 juta seluruh Indonesia dan di sini (Alor) yang pertama," ujar Amran.
Langkah prioritas penyerahan bantuan di Alor berawal dari aspirasi seorang mahasiswa asal daerah tersebut saat Amran berpidato di Semarang, yang membuatnya membatalkan agenda rapat di Jakarta demi mendatangi lokasi secara langsung.
"Kenapa? Kemarin ada mahasiswa dari Alor. Kami sementara pidato di Undip, Semarang, Jawa Tengah, tiba-tiba berteriak menyuarakan aspirasi rakyat, masyarakat Alor.
Jadi kami, langsung dari Jawa Tengah, batalkan semua rapat di Jakarta, rapat pimpinan. Jauh lebih penting saudara kita yang ada di Alor, masyarakat yang jauh dari Kota Jakarta daripada rapat," sambung Amran.
Pemerintah berupaya menjaga ketahanan pangan serta memberikan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Perum BULOG.
"Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata. Bantuan pangan harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tepat sasaran dan tepat waktu. Karena itu, pemerintah bersama BULOG akan terus bekerja memastikan kebutuhan pangan masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa penyaluran langsung di Alor menjamin kesetaraan hak akses pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat. Bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk tiga bulan, jadi nanti masing-masing keluarga akan mendapatkan 30 kilogram beras," ujar Rizal.
Tantangan kondisi geografis Indonesia yang berbasis kepulauan membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan agar jangkauan distribusi pangan tetap optimal.
"Bagi BULOG, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan. Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat," tegas Rizal.






