Wasit Batalkan Kartu Merah Song Ui-young di Laga Piala AFF 2026

8 Agustus 2026, 18:46 WIB

Insiden pembatalan kartu merah mewarnai duel antara Timnas Singapura dan Timnas Indonesia pada laga Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar. Keputusan tersebut diambil wasit asal Oman, Al Manii Mohammed Khalfan Salim, setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), dilansir dari Bola. Gelandang tuan rumah, Song Ui-young, semula mendapat kartu kuning kedua yang berujung kartu merah akibat dugaan pelanggaran terhadap pemain Indonesia, Ivar Jenner.

Namun, keputusan tersebut akhirnya dianulir setelah sang pengadil memeriksa ulang rekaman kejadian melalui layar VAR di pinggir lapangan. Revisi sanksi tersebut mengacu pada aturan baru Laws of the Game 2026/2027 yang dirilis oleh International Football Association Board (IFAB). Regulasi anyar yang mulai diterapkan sejak Piala Dunia 2026 itu memperbolehkan VAR mengoreksi kartu merah akibat kartu kuning kedua jika terbukti ada kekeliruan yang nyata.

Peristiwa itu bermula pada babak kedua saat penjaga gawang Singapura bersiap melancarkan serangan dari area pertahanan. Di saat bersamaan, Song Ui-young terlibat kontak tanpa bola dengan gelandang Indonesia, Ivar Jenner.

Awalnya, Song dinilai melakukan gerakan menyikut bagian perut Jenner setelah kakinya tersengkat. Wasit Al Manii tanpa ragu langsung mengacungkan kartu kuning kedua untuk pemain bernomor punggung tujuh tersebut, yang otomatis menghasilkan kartu merah. Petugas di ruang VAR kemudian memberikan panggilan kepada wasit utama untuk melihat kembali sudut rekaman video. Setelah meneliti tayangan ulang secara saksama, wasit resmi membatalkan sanksi kartu kuning kedua maupun kartu merah, sehingga Song diizinkan melanjutkan pertandingan sebelum akhirnya digantikan.

Cakupan Protokol VAR Terbaru Menurut IFAB

Penerapan protokol IFAB edisi 2026/2027 memberi ruang bagi perangkat pertandingan untuk meminimalkan kesalahan fatal di lapangan. Selain revisi kartu kuning kedua yang berujung kartu merah, intervensi VAR kini mencakup penanganan kasus salah identitas penerima hukuman. Dalam kondisi salah identitas, peninjauan video bertujuan memastikan sanksi kartu kuning atau merah diberikan kepada pemain yang melakukan pelanggaran sebenarnya. Evaluasi visual pada skenario tersebut murni berfokus pada verifikasi sosok pemain, bukan menilai kembali tingkat pelanggarannya.

Otoritas sepak bola dunia juga memberikan opsi tambahan bagi penyelenggara turnamen untuk mengizinkan peninjauan kepemilikan tendangan sudut yang keliru. Meski demikian, evaluasi terhadap keputusan tendangan sudut hanya bisa dijalankan sebelum bola kembali ditendang ke dalam permainan. Sesuai dengan prosedur baku yang ditetapkan IFAB, setiap perubahan keputusan yang dipicu oleh peninjauan VAR wajib ditegaskan oleh wasit utama melalui gestur isyarat "TV signal" di tengah lapangan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang