Industri Aplikasi dan Game Indonesia Tumbuh 18,22 Persen

8 Agustus 2026, 19:34 WIB

Sektor industri aplikasi dan game di Indonesia mencatatkan peningkatan performa sebesar 18,22 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya. Lonjakan ini dinilai memberikan dorongan nyata bagi perluasan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya memaparkan bahwa sektor ekonomi kreatif secara keseluruhan berhasil menyumbang angka 7,3 persen untuk Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sepanjang tahun 2025.

"Kalau kita melihat dari data bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB nasional di tahun 2025 sudah 7,3%. Artinya, kami optimis dalam satu tahun ke depan itu melampaui 8%," kata Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif pada acara Hari Game Indonesia di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Kementerian Ekonomi Kreatif menetapkan capaian investasi, angka ekspor, tingkat penyerapan tenaga kerja, serta persentase kontribusi PDB sebagai indikator tolok ukur utama kinerja pengembangan subsektor game.

"Yang kedua, pertumbuhan aplikasi dan games sendiri dibandingkan tahun sebelumnya itu meningkat sekitar 18,22%. Dan ini sangat signifikan impact-nya juga ke tenaga kerja," ujar Teuku Riefky Harsya.

Upaya memacu nilai investasi dilakukan lewat sinergi antarlembaga. Pada 2025, Kemenekraf berkolaborasi dengan Komdigi, Kementerian Perdagangan, serta Pemprov DKI Jakarta memboyong 10 pengembang game lokal terbaik ke Jerman guna mempertemukan mereka dengan jajaran investor global.

"Bagaimana investasi ke sektor game ini bisa semakin meningkat, salah satunya kolaborasi dengan Komdigi dan Kementerian Perdagangan serta Pemda DKI yang kami lakukan di tahun 2025," kata Teuku Riefky Harsya.

Langkah ekspansi pasar terus bergulir melalui partisipasi pada ajang internasional seperti Tokyo Game Show. Di dalam negeri, promosi dilakukan secara langsung dengan memajang sembilan gim lokal di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta agar dapat dimainkan oleh publik.

Program strategis seperti Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) tetap dipertahankan untuk memperkuat ekosistem. Dari aspek SDM, pelatihan intensif terus digulirkan melalui kemitraan strategis yang sebelumnya sempat berjalan bersama Google Play.

Pemerintah memastikan komitmen pengembangan industri ini akan menjangkau asosiasi seperti Asosiasi Game Indonesia (AGI) hingga komunitas board game lewat inisiatif program game seed.

"Kami optimistis industri game Indonesia dapat semakin kuat sekaligus menciptakan multiplier effect terhadap ekonomi," ujar Teuku Riefky Harsya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang