Kurikulum Merdeka IPA Kelas 10 Bahas Materi Pemanasan Global

16 Juni 2026, 23:31 WIB

Materi pelajaran IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka pada Bab 8 mengulas secara mendalam mengenai fenomena pemanasan global. Pemanasan global sendiri diartikan sebagai kondisi peningkatan suhu rata-rata pada permukaan Bumi yang terjadi secara terus-menerus. Dikutip dari Adjar, data Institut Goddard NASA untuk Studi Luar Angkasa (GISS) menunjukkan suhu Bumi melonjak sekitar 1 derajat Celsius sejak tahun 1880.

Badan Meteorologi Dunia (WMO) bahkan memprediksi bahwa kenaikan suhu tersebut dapat menyentuh angka 1,5 derajat Celsius pada tahun 2024.

Dampak lonjakan suhu ini memicu berbagai perubahan global, seperti kenaikan suhu air laut dan mencairnya es di kawasan kutub. Fenomena alam lain yang timbul meliputi hilangnya salju abadi di Pegunungan Puncak Jaya Papua serta kemunculan El Nino dan La Nina.

Peningkatan suhu Bumi ini berkaitan erat dengan penumpukan kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang terjadi secara konsisten. Seorang ilmuwan bernama Charles David Keeling telah mencatat data akumulasi gas CO2 tersebut sejak tahun 1958 menggunakan kurva Keeling.

Melalui data kurva Keeling, ilmuwan menemukan bukti bahwa peningkatan kadar CO2 sudah berlangsung sejak zaman Eosen. Periode Eosen dalam skala geologi sendiri terjadi sekitar 60-40 juta tahun yang lalu. Catatan sejarah ini menjadi bukti kuat mengenai hubungan linear antara tingkat konsentrasi CO2 dengan kondisi iklim yang menghangat.

Pemahaman mengenai perubahan iklim Bumi di masa lalu berfungsi untuk memprediksi kondisi pemanasan global di masa depan secara lebih akurat.

Data Akumulasi Emisi CO2 dari Aktivitas Manusia

Berdasarkan catatan statistik, kadar CO2 di atmosfer Bumi yang berada di angka 315 ppm pada 60 tahun lalu terus mengalami lonjakan. [Image of hydrogen fuel cell] Jumlah tersebut merangkak naik secara teratur hingga melewati angka 410 ppm pada tahun 2018.

Pada tanggal 11 Februari 2021, pengukuran terakhir menunjukkan kadar CO2 di atmosfer telah mencapai tingkat 417,21 ppm.

Angka ini menandakan bahwa terdapat kandungan 417,21 mg CO2 di dalam setiap satu juta mg udara. Penumpukan gas CO2 di atmosfer ini utamanya dipicu oleh berbagai macam aktivitas manusia sehari-hari.

Kegiatan yang dimaksud meliputi pemakaian bahan bakar fosil untuk keperluan sektor industri maupun operasional kendaraan bermotor. Proses penggunaan bahan bakar tersebut melepaskan gas CO2 ke udara bebas melalui reaksi pembakaran.

Sebanyak 57 persen gas CO2 hasil pembakaran dibuang ke atmosfer, sedangkan sisa emisi lainnya mengalir ke laut dan terserap dalam proses fotosintesis.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang