Mengenal Abu Zayd Al Balkhi Pionir Pengobatan Jiwa Abad Sembilan

19 Juni 2026, 15:01 WIB

Diskusi mengenai kesehatan mental ternyata telah diinisiasi sejak abad ke-9 oleh seorang cendekiawan muslim bernama Abu Zayd Al-Balkhi. Tokoh yang lahir pada tahun 850 M di Shamistiyan, Balkh (kini Afghanistan) ini menorehkan warisan penting bagi dunia psikologi.

Dikutip dari Papanskor, ilmuwan ini sempat menimba ilmu di Irak pada masa mudanya dan berguru kepada filsuf terkemuka, Abu Yusuf al-Kindi. Pengalaman di pusat peradaban Islam tersebut membentuk pemikiran besarnya mengenai manusia.

Melalui kitab gagasannya yang berjudul 'Masalih al-Abdan wa al-Anfus' atau Makanan untuk Tubuh dan Jiwa, ia menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki kedudukan yang setara dengan kesehatan jasmani.

Pada masa hidupnya, konsep al-Tibb al-Ruhani (pengobatan jiwa) serta Tibb al-Qalb (pengobatan hati) yang ia perkenalkan tergolong sangat revolusioner. Al-Balkhi memandang keselarasan antara fisik dan ruhani menjadi kunci utama kesehatan manusia secara utuh.

Ia juga memetakan gangguan emosional manusia ke dalam empat kategori utama. Kategori tersebut meliputi rasa takut dan cemas, kemarahan dan agresi, kesedihan dan depresi, hingga masalah obsesi.

Kritik sempat ia layangkan kepada para tabib semasa karena mereka cenderung hanya menitikberatkan perhatian pada penanganan penyakit fisik saja.

"Karena manusia tersusun dari jiwa dan tubuh, maka kesehatan sejati tidak akan terwujud tanpa keduanya berjalan selaras," tulis Al-Balkhi dalam karyanya.

Landasan Nilai Spiritual

Pandangan teoretis Al-Balkhi ini bersumber dari kedalaman ajaran Islam. Dirinya menyandarkan argumen pada dalil Al-Qur'an seperti teks "Dalam hati mereka ada penyakit" (QS 2:10), serta pesan hadis Nabi Muhammad tentang peran hati sebagai poros kebaikan dan keburukan.

Pemikiran yang dirumuskan sejak era abad pertengahan Islam ini meninggalkan rekam jejak keilmuan yang sangat panjang. Gagasan Al-Balkhi dinilai masih sangat kontekstual untuk dipelajari kembali di tengah meluasnya tantangan krisis kesehatan mental global saat ini.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang