Instagram mengambil langkah tegas dengan menghapus konten video hasil rekaman kacamata pintar yang menampilkan tindakan pelecehan atau perundungan terhadap seseorang tanpa izin di ruang publik, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Kebijakan ini merespons maraknya aksi perekaman diam-diam menggunakan kacamata pintar seperti Meta Ray-Ban yang menyasar pengunjung dan usher di pameran GIIAS 2026. Praktik perekaman sembunyi-sembunyi tersebut memicu keresahan publik di media sosial.
Pernyataan resmi mengenai tindakan tegas penanganan konten pelecehan tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan platform media sosial milik Meta.
"Jika Anda mengunggah konten yang memanfaatkan orang lain dan melecehkan mereka, seperti banyak video rayuan gombal yang pernah kami dengar dan lihat, maka kami akan menghapus konten tersebut," kata Head of Instagram Adam Mosseri.
Penegasan tersebut menyasar berbagai konten bermasalah, termasuk materi perekaman tersembunyi yang disengaja untuk mengganggu kenyamanan orang lain di tempat umum.
"Kami tidak ingin orang-orang diam-diam merekam video orang lain dan mengganggu mereka lalu mengunggahnya di platform kami. Jadi kami mencoba melawannya dengan segala cara," ujar Mosseri.
Laporan Business Insider mencatat aturan ini menyasar konten jenis 'pickup' dan video prank tersembunyi. Dua akun kreator bermateri 'pickup' dengan total pengikut lebih dari satu juta bahkan telah ditindak dengan pemblokiran akun.
Juru bicara Meta mengonfirmasi pemblokiran akun-akun melanggar aturan tersebut. Meski begitu, Meta belum memperincikan batasan indikator teknis penentuan kategori pelecehan maupun total akumulasi penindakan postingan yang telah dilakukan.
Guna mencegah modifikasi fisik kacamata seperti penutupan LED indikator perekaman, Meta kini menyiapkan pembaruan perangkat lunak yang akan menonaktifkan kamera secara otomatis jika lampu indikator sengaja ditutupi.






