Abu al Abbas as Saffah Berdiri Sebagai Pendiri Daulah Abbasiyah Tahun 750

3 Agustus 2026, 05:32 WIB

Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah resmi mencatatkan namanya sebagai pendiri sekaligus khalifah pertama Daulah Abbasiyah pada tahun 750 Masehi di Kufah. Sosok keturunan paman Nabi Muhammad SAW, Abbas bin Abdul Muthalib, ini mengakhiri masa kekuasaan Dinasti Umayyah yang telah bertakhta sejak tahun 661 Masehi.

Pertanyaan sejarah seperti "siapa pendiri daulah abbasiyah" kerap muncul dalam pembahasan literatur peradaban Islam. Berdirinya dinasti ini dimulai saat Abu al-Abbas dibaiat secara resmi sebagai khalifah pertama di Masjid Kufah pada 28 November 749, sebelum akhirnya sepenuhnya menguasai pemerintahan pada tahun 750 Masehi usai menumbangkan Khalifah Marwan II.

Pemerintahan Daulah Abbasiyah tidak berdiri secara instan, melainkan lewat gelombang ketidakpuasan sosial-politik terhadap kepemimpinan Dinasti Umayyah. Kelompok Muslim non-Arab atau mawali yang merasa mendapati perlakuan diskriminatif, bersama dengan kelompok Syiah, bersatu menyokong pergerakan Bani Abbasiyah sejak sekitar tahun 747 Masehi.

Puncak eksalasi peperangan terjadi pada Februari 750 Masehi di pertempuran Sungai Zab. Pasukan militer Abbasiyah yang dipimpin oleh komando militer Abu Muslim berhasil mengalahkan pasukan Marwan II, khalifah terakhir Umayyah. Kemenangan ini memuluskan langkah Abu al-Abbas as-Saffah untuk menegakkan kekhalifahan baru dan menunjuk Kota Kufah sebagai ibu kota awal.

Sejarah Dinasti Bani Abbasiyah, Dunia Islam Pusat Pengetahuan Dunia | Roudlon CHanel

Masa Kepemimpinan dan Transisi Kekuasaan

Selama memegang tampuk kekuasaan dari tahun 750 hingga 754 Masehi, Abu al-Abbas menjalankan kebijakan politik yang amat tegas. Gelar As-Saffah yang melekat pada namanya memiliki arti "penumpah darah", merujuk pada langkah konsolidasi kekuasaannya yang menindak keras sisa-sisa keturunan Dinasti Umayyah demi mencegah disintegrasi politik.

Masa pemerintahan Abu al-Abbas berlangsung relatif singkat, yakni sekitar empat tahun. Pasca wafatnya pada tahun 754 Masehi, tampuk kepemimpinan dilanjutkan oleh saudaranya, Abu Ja'far Al-Manshur, yang menjabat hingga tahun 775 Masehi. Pada era Al-Manshur inilah pusat pemerintahan dipindahkan dari Kufah menuju Baghdad.

Fase Perjalanan Daulah Abbasiyah

Berdasarkan catatan sejarah terpercaya, berikut adalah ringkasan kronologi perjalanan perjalanan Daulah Abbasiyah dari awal berdiri hingga masa keruntuhannya:

Tabel Kronologi Penting Daulah Abbasiyah (750–1258 M)
Tahun (Masehi) Peristiwa Penting Tokoh / Pihak Terkait
747 Awal konsolidasi dan pemberontakan revolusi Abbasiyah Abu Muslim
749 (28 Nov) Pembaiatan resmi khalifah pertama di Masjid Kufah Abu al-Abbas as-Saffah
750 Kemenangan Pertempuran Sungai Zab & pembentukan resmi Daulah Abbasiyah Marwan II & Abu al-Abbas
754 Abu Ja'far Al-Manshur naik tahta & pemindahan ibu kota ke Baghdad Abu Ja'far Al-Manshur
1258 Keruntuhan total akibat invasi militer bangsa Mongol Pasukan Mongol

Kekuasaan Daulah Abbasiyah bertahan selama lima abad dan berhasil menjadikan dunia Islam sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia. Peradaban ini akhirnya runtuh secara total pada tahun 1258 Masehi akibat invasi dan penyerangan skala besar dari bangsa Mongol ke Baghdad.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang