Abu al-Abbas as-Saffah Mendirikan Daulah Abbasiyah pada 750 Masehi

2 Agustus 2026, 17:32 WIB

Pada 2 Agustus 2026, penting untuk mengingat bahwa pendiri Daulah Abbasiyah adalah Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah, yang mendirikan kekhalifahan ini setelah menggulingkan Dinasti Umayyah pada tahun 750 Masehi di wilayah yang kini dikenal sebagai Timur Tengah.

Abu al-Abbas as-Saffah, dengan nama lengkap Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul-Muththalib bin Hasyim, adalah khalifah pertama Bani Abbasiyah yang memerintah dari 750 hingga 754 M. Gelar as-Saffah berarti "yang menumpahkan darah" atau "yang murah hati" dan mencerminkan langkah tegasnya dalam mengkonsolidasikan kekuasaan dengan mengeluarkan dekrit yang membunuh tokoh-tokoh Umayyah serta membakar tulang para khalifah Umayyah terdahulu.

Daulah Abbasiyah berdiri sebagai kekhalifahan Islam ketiga setelah Khulafaurrasyidin dan Dinasti Umayyah. Kekuasaan Abbasiyah berlangsung selama lebih dari 524 tahun, dari 750 hingga 1258 M, menandai periode penting dalam sejarah Islam dan dunia.

Pendirian Daulah Abbasiyah tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada empat strategi utama yang digunakan untuk membentuk kekhalifahan ini, yaitu:

  • Kekuatan bawah tanah yang bergerak rahasia melawan Dinasti Umayyah.
  • Propaganda rahasia untuk mendapatkan dukungan luas.
  • Dukungan kaum Muslim non-Arab yang merasa terpinggirkan oleh Umayyah.
  • Propaganda terbuka yang dipimpin oleh Abu Muslim al-Khurasani.

Strategi ini berhasil menggulingkan Umayyah pada tahun 750 Masehi dan menempatkan Abu al-Abbas as-Saffah sebagai khalifah pertama.

Peran Abu Ja’far al-Mansur dalam Menguatkan Kekhalifahan Abbasiyah

Setelah masa pemerintahan Abu al-Abbas as-Saffah, saudaranya, Abu Ja’far al-Mansur, memegang peranan penting sebagai arsitek utama dan pembina Daulah Abbasiyah. Ia memindahkan ibu kota dari Kufah ke Anbar, dan akhirnya mendirikan ibu kota baru di Baghdad pada tahun 762 M, yang kemudian menjadi pusat pemerintahan dan pusat kebudayaan Islam.

Peran Abu Ja’far al-Mansur sangat krusial dalam mengokohkan kekhalifahan ini sehingga mampu bertahan lebih dari lima abad. Masa awal Abbasiyah, terutama pada abad ke-8 dan awal abad ke-9, dikenal sebagai masa keemasan dengan khalifah yang kuat seperti Abu al-Abbas as-Saffah dan Abu al-Fadl Ja'far al-Mutawakkil.

Konteks dan Warisan Daulah Abbasiyah

Keturunan Bani Abbas memiliki hubungan darah langsung dengan Nabi Muhammad SAW melalui paman Nabi, Abbas bin Abdul Muthalib. Hubungan ini menjadi salah satu legitimasi politik yang penting dalam mendirikan kekhalifahan baru tersebut.

Pendirian Daulah Abbasiyah menggantikan Dinasti Umayyah yang dianggap kurang mewakili kepentingan seluruh kaum Muslim, terutama yang non-Arab. Abbasiyah membawa perubahan besar dalam struktur politik, sosial, dan budaya yang berpengaruh hingga masa kini.

"Abu al-Abbas as-Saffah adalah tokoh kunci dalam sejarah Islam yang berhasil mendirikan kekhalifahan baru dengan strategi yang matang dan keberanian yang luar biasa," ujar sejarawan dari Gramedia.

Sejarah Dinasti Bani Abbasiyah, Dunia Islam Pusat Pengetahuan Dunia | Sejajar Arah

Data Perbandingan Masa Kekuasaan

Periode Kekuasaan Khalifah Utama Ibu Kota Keterangan
750-754 M Abu al-Abbas as-Saffah Kufah Awal berdiri Daulah Abbasiyah
754-775 M Abu Ja’far al-Mansur Anbar, kemudian Baghdad (762 M) Pendirian ibu kota Baghdad
750-1258 M Berbagai Khalifah Abbasiyah Baghdad Masa kejayaan dan kejatuhan Abbasiyah

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang