Langkah awal yang melelahkan harus dilewati pasangan ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, pada hari pertama turnamen bulutangkis Indonesia Open 2026 yang berlangsung Selasa (2/6/2026).
Dikutip dari Papanskor, ganda campuran tuan rumah ini dipaksa memeras keringat dalam pertempuran babak pertama atau 32 besar pada turnamen BWF World Tour level Super 1000 tersebut.
Berdasarkan data dari situs resmi bwfbadminton.com, Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil menghabiskan waktu selama 57 menit melalui drama rubber game untuk menundukkan wakil Prancis, Julien Maio/Lea Palermo, di lapangan 2.
Secara keseluruhan, terdapat 21 pebulutangkis Indonesia yang tersebar di sektor tunggal maupun ganda untuk berlaga dalam ajang berhadiah total 1.450.000 dolar ini.
Pada hari pertama babak 32 besar tersebut, sebanyak 11 wakil Indonesia terjadwal turun bertanding demi mengamankan tiket ke fase berikutnya.
Adnan/Indah yang menjadi utusan pertama Indonesia di arena tampak belum menemukan ritme permainan terbaik mereka pada game pertama hingga tertinggal angka 4-7 dari Maio/Palermo.
Meski sempat menyamakan kedudukan menjadi 10-10, pasangan Prancis berhasil merebut interval pertama dengan keunggulan tipis 11-10.
Selepas jeda, performa ganda Prancis kian meningkat dan terus mendulang poin hingga mengamankan game pertama dengan skor 21-14.
Memasuki game kedua, Adnan/Indah meningkatkan intensitas serangan demi menjaga asa di hadapan publik sendiri.
Kejar-mengejar angka berlangsung sengit sebelum akhirnya Adnan/Indah merebut game kedua dengan kemenangan tipis 21-19, yang memaksa laga berlanjut ke game penentu.
Didukung penuh oleh para penggemar yang memadati Istora, Adnan/Indah tampil dominan sejak awal game ketiga.
Mereka melesat hingga mencapai match point di angka 20-11 dan menyudahi perlawanan Prancis dengan skor akhir 21-11 pada game ketiga.
Hasil positif ini mengantarkan Adnan/Indah menjadi wakil tuan rumah pertama yang menyegel tempat di babak 16 besar Indonesia Open 2026.
Keberhasilan ini memicu reaksi dari kalangan warganet melalui kolom komentar akun Instagram resmi PP PBSI, @badminton.ina.
Sebagian besar netizen memberikan apresiasi tinggi, namun tetap menyertakan evaluasi kritis mengenai jalannya pertandingan yang harus diselesaikan lewat rubber game.
"Selamat Adnan dan Indah, tapi banyak PR ya. Defence cukup lemah, taktik permainan di game pertama tidak berkembang, service Adnan 4 kali error, ditambah ganda Prancis tidak dilengkapi coach masih saja rubber game. Harusnya secara kualitas Adnan/Indah cukup 2 set saja," ujar warganet.
Kekuatan pukulan Adnan juga menjadi sorotan para pencinta bulutangkis, di samping catatan mengenai kesalahan sendiri yang masih sering terjadi.
"Walaupun banyak error, jujus smashnya Adnan gacor banget," ujar warganet lainnya.
"Untung menang, Alhamdulillah. Semoga menular ke yang lain," sahut netizen lainnya.






