Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memberikan kebebasan penuh kepada Lionel Messi untuk menentukan masa depannya di tim nasional, termasuk peluang tampil pada Copa America 2028. Kebebasan tersebut ditegaskan oleh Presiden AFA Claudio Tapia pada Jumat (8/8/2026), dilansir dari Bola.
Keputusan tersebut diambil AFA setelah Messi membawa Argentina melangkah hingga babak final Piala Dunia 2026. Dalam turnamen tersebut, pemain berusia 39 tahun itu mencatatkan delapan gol dan empat assist.
Mengenai kepastian tampilnya sang kapten di Copa America 2028, Tapia menyatakan bahwa federasi tidak memberikan tekanan apa pun.
"Itu sepenuhnya merupakan keputusan pribadi dia," ujar Tapia, Presiden AFA.
Tapia menilai kontribusi Messi di Piala Dunia 2026 sangat luar biasa. Ia mengingat kembali bagaimana proses serupa terjadi pada edisi-edisi turnamen sebelumnya.
"Dia harus merasa siap dan memang menginginkannya. Pada 2022, kami juga tidak tahu apakah dia akan bermain pada 2026. Saat itu dia mengatakan akan menjalani semuanya satu pertandingan demi satu pertandingan. Kami kemudian melihatnya tampil dalam level terbaik, bahkan mungkin yang terbaik," kata Tapia.
Sepanjang kariernya bersama tim nasional, Messi telah mencatatkan rekor 207 penampilan dan mencetak 125 gol. Pencapaian ini diraih usai mempersembahkan gelar Piala Dunia 2022 serta Copa America edisi 2021 dan 2024.
AFA berharap pemegang rekor gol terbanyak La Albiceleste itu dapat terus menikmati karier sepak bolanya tanpa beban.
"Kami harus bangga kepadanya. Semoga dia terus menikmati sepak bola, kami juga bisa terus menikmatinya saat bermain, dan semoga dia membuat keputusan yang menurutnya paling tepat," ucap Tapia.
Selain situasi Messi, AFA sedang mengupayakan perpanjangan masa bakti pelatih Lionel Scaloni yang kontraknya habis pada akhir 2026. Scaloni yang kini berusia 48 tahun sedang mengevaluasi masa depannya usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol lewat babak tambahan waktu di final Piala Dunia 2026.
Tapia menegaskan bahwa keberlanjutan kepemimpinan Scaloni tetap menjadi prioritas utama federasi.
"Rencana A saya, rencana B saya, dan rencana C saya adalah Scaloni. Saya ingin dia melanjutkan pekerjaannya dan kami semua juga menginginkan hal yang sama," tegas Tapia.
Federasi sepak bola Argentina tersebut menanti keputusan akhir dari sang pelatih terkait motivasi dan rencana jangka panjangnya.
"Saya harus menghormati keputusannya. Biarkan dia memikirkannya dan mengambil keputusan yang menurutnya benar. Saya tidak bisa menahannya jika dia merasa tidak lagi memiliki motivasi atau tidak melihat jalan menuju kesuksesan berikutnya," kata Tapia.







