Rencana FIFA memisahkan bisnis komersialnya ke dalam entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise mendapat kritik keras dari AFC dan Concacaf. Dua konfederasi sepak bola tersebut menilai proposal perubahan tata kelola dan finansial ini digulirkan tanpa diskusi awal.
Kekecewaan AFC bersumber dari pengumuman rencana FIFA Forward Enterprise kepada publik sebelum pihak konfederasi berkesempatan menelitinya lewat saluran resmi. Di sisi lain, seperti dilansir dari Bola, Concacaf mengaku baru mengetahui kabar tersebut melalui laporan media sebelum siaran resmi dirilis.
"Kami baru mengetahui masalah ini melalui laporan media dan selanjutnya melalui siaran press. Kami sangat prihatin dengan kurangnya proses yang semestinya," bunyi pernyataan resmi Concacaf yang dikutip dari Insideworldfootball.
Ketidaktahuan ini menjadi sorotan karena Presiden AFC Shaikh Salman dan Presiden Concacaf Victor Montagliani merupakan Wakil Presiden FIFA kedua dan ketiga. Meski dikenal sebagai pendukung Gianni Infantino jelang pemilihan kembali Presiden FIFA pada Maret mendatang, keduanya tidak diajak berdiskusi terkait pemisahan hak komersial tersebut.
FIFA menjelaskan dalam pengumuman resminya bahwa pihak administrasi sedang mengkaji penyatuan seluruh hak komersial dengan operasional penyelenggaraan turnamen. Skema penyatuan hak siar, sponsor, tiket, hingga lisensi ini akan dikelola melalui FIFA Forward Enterprise.
"Sesuai dengan mandatnya, administrasi FIFA sedang menjajaki konsep menyatukan hak komersial FIFA (yang meliputi penyiaran, sponsor, penjualan tiket, dan perizinan), dengan penyelenggaraan operasional turnamen FIFA melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise," tulis pernyataan resmi FIFA.
Pihak AFC menegaskan bahwa inisiatif berskala besar yang menentukan masa depan bisnis sepak bola global seharusnya mengedepankan keterbukaan dan musyawarah. Pembahasan menyeluruh bersama konfederasi dan asosiasi anggota wajib dilakukan sebelum proposal diajukan untuk mendapat persetujuan.
"AFC memahami pentingnya mencari pendekatan baru untuk memperkuat masa depan sepak bola dunia. Namun, inisiatif sebesar ini harus didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna," tulis pernyataan resmi AFC.
Concacaf turut menyampaikan pandangan senada mengenai pengumuman sepihak tersebut.
"Kami berbagi kekecewaan dengan banyak pihak di kawasan kami dan komunitas sepak bola karena rincian proposal ini sudah dipublikasikan sebelum dibahas dengan badan tata kelola maupun para pemangku kepentingan yang relevan," tulis pihak Concacaf.
Guna menilai aspek hukum, komersial, tata kelola, dan dampak strategis proposal secara mendalam, AFC meminta FIFA menyediakan dokumen lengkap beserta tenggat waktu yang memadai. Namun, FIFA dilaporkan telah menetapkan batas waktu hingga 19 September bagi seluruh federasi anggota untuk menentukan sikap.
Federasi yang menyetujui rencana FFE dijanjikan tambahan dana hibah sebesar 12 juta dolar AS, sedangkan pihak yang menolak hanya menerima pendanaan reguler. Tenggat ultimatum ini menuai persoalan lantaran diberikan sebelum proposal diajukan secara resmi kepada Dewan FIFA maupun Kongres FIFA.






