Aksi Mogok Sopir Angkot M44 Picu Penumpukan Jaklingko Tebet

7 Agustus 2026, 06:01 WIB

Aksi mogok beroperasi yang digelar puluhan sopir angkutan kota (angkot) M44 rute Kampung Melayu-Karet memicu penumpukan penumpang layanan Jaklingko di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kondisi keterbatasan armada alternatif tersebut berdampak langsung pada lonjakan antrean calon penumpang di area halte stasiun. Penumpukan terjadi akibat pengalihan pengguna moda angkutan umum yang biasa memanfaatkan angkot M44 ke armada Jaklingko.

Seorang penumpang Jaklingko, Ana (28), mengonfirmasi terjadinya pemanjangan antrean di Halte Stasiun Tebet bagian Barat imbas demonstrasi angkot M44 pada pagi hari.

"Iya, tadi pagi ramai (demo) itu kan ya, iya iya tahu. Iya bener ya (antreannya) jadi sedikit lebih panjang," kata Ana ditemui di Halte Stasiun Tebet bagian Barat, Kamis (6/8/2026).

Ana mejelaskan bahwa angkot konvensional biasanya menjadi pilihan darurat bagi penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk di armada mikrotrans.

"Soalnya kalau angkot beroperasi tuh kalau ada yang susah dapet duduk di Jaklingko biasanya pakai angkot tuh," katanya.

Ia mengaku sangat terbantu dengan keberadaan layanan gratis tersebut karena durasi penantian penumpangnya cenderung lebih singkat.

"Terbantu banget, soalnya Jaklingko kan gratis, terus juga berhentinya cepet, nggak ngetem, gitu," imbuhnya.

Pengguna moda transportasi lain, Jamal (31), juga mencatat adanya peningkatan kepadatan antrean penumpang dari kondisi operasional normal harian.

"Iya biasanya walau tetap ramai, tapi ini lebih panjang sih," ujar Jamal.

Menurut Jamal, penghentian operasional angkot M44 memaksa sebagian besar pengguna jalan untuk berpindah secara bersamaan ke fasilitas transportasi mikrotrans.

"Biasanya kan juga ada aja yang pakai angkot. Mungkin karena nggak narik jadi ikut Jaklingko, gitu," katanya.

Ia mengapresiasi keberadaan armada Jaklingko yang tetap beroperasi dan memfasilitasi kebutuhan mobilitas warga di tengah mogoknya angkot reguler.

"Iya terbantu apalagi gratisnya itu sih, terus kalau sekarang kan angkotnya juga lagi mogok ya, sangat membantu," ujar dia.

Unjuk rasa para sopir angkot M44 di Balai Kota DKI Jakarta dipicu oleh tuntutan evaluasi trayek Jaklingko 48A yang dinilai tumpang-tindih dan menggerus pendapatan harian mereka. Massa demonstran yang mengenakan ikat kepala merah putih terpantau memadati area pintu keluar Balai Kota sejak pukul 11.00 WIB, sementara deretan angkot M44 tampak terparkir di depan Halte Stasiun Tebet sebelah barat.

Para pengemudi angkot M44 kembali mengangkut penumpang setelah menyelesaikan aksi demonstrasi di Balai Kota pada sore harinya.

"Sopir-sopir sekarang akan lanjut narik. Lanjut narik lagi, ya," kata salah seorang sopir, Rasi, saat ditemui di sekitar Stasiun Tebet sekitar pukul 15.00 WIB.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang