Alasan Xiaomi Redmi 5 Plus Masih Jadi Buruan Kolektor HP Murah

22 Juni 2026, 10:29 WIB

Membahas Xiaomi Redmi 5 Plus pada tahun 2026 ini memicu gelombang nostalgia yang sangat kuat bagi saya sebagai pencinta gadget lama. Ponsel cerdas ini merupakan tonggak sejarah penting ketika industri mulai beralih massal ke tren layar memanjang. Saya ingat betul bagaimana perangkat ini mengguncang pasar kelas menengah ke bawah saat pertama kali diumumkan pada bulan Februari 2018 lalu.

Desainnya yang modern pada masanya membuat standar baru bagi kompetitor yang masih betah dengan rasio layar kuno. Kini setelah delapan tahun berlalu, saya melihat perangkat ini bertransisi dari sekadar alat komunikasi harian menjadi sebuah barang koleksi. Banyak pengguna yang masih mencarinya untuk dijadikan ponsel cadangan atau sekadar bahan eksperimen oprek sistem operasi.

Salah satu daya tarik terbesar dari Xiaomi Redmi 5 Plus terletak pada sektor visual yang dibawanya. Perangkat ini hadir dengan layar IPS LCD berukuran 5.99 inci yang terasa sangat lapang di tangan saya.

Layar tersebut mengusung rasio aspek 18:9 yang kala itu menjadi standar baru kemewahan visual tanpa poni. Berdasarkan data teknis, layarnya memiliki resolusi tajam sebesar 1080 x 2160 piksel dengan kerapatan piksel mencapai sekitar 403 ppi. Menonton video atau membaca teks panjang di panel ini terasa sangat nyaman lho, bahkan jika dibandingkan dengan standar panel murah zaman sekarang. Ketajaman warnanya tergolong solid untuk sebuah panel IPS LCD berumur hampir sewindu.

Ulasan Xiaomi Redmi 5 Plus Indonesia – Ternyata | GadgetIn

Menurut ulasan lawas dari HardwareZone, kejelasan layar di bawah terik matahari juga terhitung sangat baik untuk kelas harganya saat itu. Xiaomi benar-benar tidak pelit memberikan resolusi Full HD+ ketika kompetitornya masih tertahan di resolusi HD+ saja.

Kualitas Material Bodi yang Tangguh

Ketika saya menggenggam perangkat ini lagi sekarang, impresi kokoh langsung terasa berkat material bodi yang digunakan oleh produsen asal Tiongkok tersebut. Rangka dasarnya memanfaatkan material tangguh yang awet. Material bodi Xiaomi Redmi 5 Plus sendiri terdiri dari kaca kokoh di bagian depan untuk melindungi area layar utama. Sementara untuk bagian belakang, terdapat perpaduan apik antara aluminium tangguh dan plastik pada area ujung atas serta bawah.

Bingkai luarnya juga mengandalkan aluminium yang memberikan durabilitas ekstra ketika tidak sengaja terbentur atau jatuh. Dimensi total bodi ini berada di angka 158.5 x 75.5 x 8.1 mm dengan bobot seberat 180 gram. Ukuran tersebut membuat ponsel ini terasa mantap dan tidak ringkih sama sekali saat diselipkan ke dalam saku celana. Build quality seperti ini yang sering kali absen pada jajaran ponsel murah masa kini yang didominasi plastik murah.

Dapur Pacu Legendaris Qualcomm Snapdragon 625

Berbicara soal performa, kita wajib angkat topi untuk performa komputasi dari dapur pacu ikonik yang tertanam di dalamnya. Jantung pacu utamanya mengandalkan chipset legendaris dari Qualcomm.

Chipset Qualcomm Snapdragon 625 (MSM8953) dengan CPU Octa-core 2.0 GHz Cortex-A53 menjadi motor penggerak utama perangkat ini. Sektor olah grafisnya sendiri dipercayakan sepenuhnya kepada GPU Adreno 506 yang terkenal hemat daya.

Kombinasi perangkat keras ini dulunya terkenal sebagai rajanya efisiensi baterai tanpa mengorbankan kestabilan performa harian secara drastis. Berdasarkan data teknis dari GSMarena, efisiensi termal chipset ini juga sangat luar biasa bagus.

Chipset Snapdragon 625 pada Xiaomi Redmi 5 Plus adalah simbol keemasan efisiensi daya pada masanya yang sulit ditandingi oleh kompetitor sekelas.

Untuk mendukung kinerja chipset tersebut, pabrikan merilis dua opsi kapasitas memori untuk pasar global. Opsi pertama adalah varian dasar yang mengusung RAM sebesar 3GB dengan media penyimpanan internal berkapasitas 32GB.

Sementara untuk opsi kedua yang lebih bertenaga, tersedia varian RAM 4 GiB dengan kapasitas ROM lapang hingga 64 GB. Ruang penyimpanan internal ini tentu terasa sempit untuk standar aplikasi modern di tahun 2026 ini sih.

Namun jangan khawatir karena penyimpanan eksternal ponsel ini masih dapat diperluas hingga mencapai 192GB menggunakan kartu microSD. Anda hanya perlu mengorbankan slot SIM kedua karena perangkat ini mengadopsi sistem slot hybrid.

Kelemahan Nyata dari Kacamata Modern

Meskipun memiliki riwayat yang mengagumkan, saya harus bersikap kritis mengenai keterbatasan perangkat ini jika dipaksa bekerja berat hari ini. Sektor konektivitas dan pembaruan perangkat lunak resmi sudah lama dihentikan.

Kinerja CPU Cortex-A53 yang sudah berumur tentu akan megap-megap saat membuka aplikasi media sosial modern yang makin rakus memori. Menggunakan varian RAM 3GB di masa sekarang sangat tidak saya sarankan untuk aktivitas harian. Masalah baterai juga sering dikeluhkan oleh para pengguna aktif yang membelinya dalam kondisi bekas akhir-akhir ini.

Melansir diskusi teknis di komunitas iFixit, beberapa unit lawas kerap mengalami kendala gagal memicu pengisian daya jika terlalu lama dibiarkan mati total. Lampu LED indikator yang berkedip tanpa adanya respons layar menjadi tanda umum adanya kerusakan pada komponen manajemen daya atau baterai yang bocor. Komponen fisik yang menua memang menjadi musuh utama dari gawai-gawai klasik semacam ini.

Rangkuman Lembar Spesifikasi Utama

Untuk memudahkan Anda melihat seluruh aspek perangkat keras yang tertanam di dalam ponsel pintar ini, saya telah menyusun data lengkapnya secara terstruktur. Seluruh poin di bawah merujuk langsung pada dokumen teknis resmi pabrikan.

Spesifikasi Perangkat Keras Xiaomi Redmi 5 Plus
Komponen Perangkat Spesifikasi Teknis
Chipset Qualcomm Snapdragon 625
CPU Octa-core 2.0 GHz Cortex-A53
GPU Adreno 506
Ukuran Layar 5.99 inci
Resolusi Panel 1080 x 2160 piksel
Kerapatan Layar 403 ppi
Berat Bodi 180 gram
Batas MicroSD 192GB

Data spesifikasi di atas menunjukkan betapa kompetitifnya produk ini pada masa kejayaannya dahulu lho. Kehadiran layar Full HD+ dengan ppi tinggi selalu menjadi nilai jual mutlak yang sulit ditolak konsumen.

Potensi Oprek bagi Para Pencinta Custom ROM

Bagi komunitas pengembang pihak ketiga, eksistensi ponsel cerdas dengan kode nama Vince ini masih sangat dihargai tinggi. Arsitektur Snapdragon 625 yang ramah pengembang membuat dokumentasinya tersebar luas di internet.

Melalui forum XDA Forums, ribuan pengembang independen telah melahirkan berbagai macam modifikasi sistem operasi alternatif untuk menghidupkan kembali perangkat ini. Anda bisa menemukan kernel kostum hingga sistem operasi berbasis Android terbaru. Bahkan proyek berskala besar seperti PostmarketOS juga menyediakan dukungan instalasi sistem operasi Linux murni untuk perangkat ini lho. Kebebasan modifikasi inilah yang membuat unit bekasnya tetap bernilai di mata para geek.

Membeli Xiaomi Redmi 5 Plus di tahun 2026 hanya direkomendasikan jika Anda adalah seorang kolektor gadget bersejarah atau penikmat oprek Android. Keberadaan bodi aluminium tangguh dan layar tajamnya tetap menjadi pesona klasik yang tidak lekang oleh waktu.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang