Kembalinya Alejandro Garnacho ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) memicu antusiasme tinggi dari ribuan suporter di Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Winger asal Argentina tersebut datang mengenakan seragam klub barunya, Aston Villa, untuk melakoni pertandingan uji coba pramusim kontra Indonesia All Stars, seperti dilansir dari Bola.
Sorakan nama Garnacho terdengar menggema di seluruh area tribun penonton sejak ia melangkah ke arena lapangan. Suporter lintas usia tampak kompak memberikan sambutan paling meriah kepada pemain berusia 22 tahun itu dibandingkan penggawa The Villans lainnya. Tingginya popularitas sang pemain tak lepas dari rekam jejaknya saat masih memperkuat Manchester United yang memiliki basis pendukung besar di Tanah Air.
Laga ini menjadi momen kedua bagi Garnacho merumput di SUGBK. Sebelumnya, eks pemain muda Setan Merah tersebut pernah tampil di stadion yang sama ketika membela Timnas Argentina pada ajang FIFA Matchday, 19 Juni 2023. Kala itu, Argentina membungkus kemenangan 2-0 lewat torehan Leandro Paredes serta Cristian Romero, di mana momen duel Garnacho dengan kapten Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, sempat menyita perhatian publik.
Selain Garnacho, sambutan hangat dari penonton di Jakarta turut didapatkan oleh kapten Aston Villa, John McGinn. Tepuk tangan bergemuruh menyambut pengumuman nama gelandang berkebangsaan Skotlandia tersebut di dalam stadion.
Kehadiran Garnacho di Aston Villa diproyeksikan untuk mengisi kekosongan sektor sayap usai ditinggal Morgan Rogers. Rogers baru saja merampungkan kepindahannya ke Chelsea dengan nilai transfer mencapai 117 juta paun, rekor angka kepindahan termahal di Premier League yang melampaui transfer Jude Bellingham ke Real Madrid maupun Elliot Anderson ke Manchester City.
Manajer Unai Emery bergerak cepat menutup celah lini serang dengan mendaratkan Garnacho. Kesepakatan kepindahan untuk musim 2026/2027 ini berstatus pinjaman selama satu musim penuh, dilengkapi opsi pembelian permanen seharga 43 juta paun.
Skema kontrak tersebut memuat klausul wajib permanen berdurasi empat tahun apabila sang pemain mencatatkan minimal 10 penampilan di Premier League. Setelah sempat kesulitan menemukan bentuk permainan terbaiknya kala mencetak satu gol dan empat assist bersama Chelsea musim lalu, kepindahan ke Aston Villa memberi peluang tampil lebih besar bagi Garnacho.







