Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan menyatakan kesiapannya untuk berlaga dalam Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang akan berlangsung di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, pada 17 hingga 23 Agustus nanti, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Ajang berskala internasional level Grade 1 BWF tersebut diselenggarakan di lokasi yang sama dengan turnamen India Open pada awal Januari 2026. Penyelenggaraan terdahulu sempat menuai sorotan tajam akibat berbagai persoalan non-teknis, mulai dari masalah kebersihan hingga adanya hewan yang masuk ke dalam arena pertandingan.
Menanggapi potensi masalah teknis dan fasilitas di lokasi pertandingan, Alwi mengakui adanya rasa khawatir namun memilih fokus menyikapi situasi secara positif. Ia menyebut federasi bulutangkis dunia telah turun tangan lebih awal guna mengantisipasi kendala serupa.
"Ya memang itu kondisi dan situasinya mau ngomong apa. Saya tak tahu kondisinya bakal gimana. Tapi saya saat dapat info, BWF dari dua minggu sebelum perhelatan dimulai mereka sudah standby di sana untuk memastikan bahwa tidak ada lagi yang dikomplain-komplain seperti kemarin," ujar Alwi Farhan.
Pebulu tangkis yang menjuarai Indonesia Masters 2026 ini menyadari bahwa tekanan mental dalam turnamen tingkat dunia jauh lebih tinggi dibandingkan kejuaraan lainnya. Kendati demikian, ia menilai kesiapan mental menjadi kunci utama bagi para pemain yang ingin merengkuh gelar juara.
"Kalau dibilang khawatir ya saya khawatir, tapi saya tak mau rugi karena semuanya merasakan. Yang ada begitu mau gimana lagi, harus kita nikmati saja lah," tegas Alwi Farhan.
Tantangan besar dalam turnamen bergengsi ini diakui Alwi menciptakan atmosfer persaingan yang cukup berat bagi para atlet sebelum memasuki lapangan pertandingan.
"Hawa Kejuaraan Dunia beda banget. Memang enggak ada yang senyum-senyum. Semua susah tidur, sudah enggak sabar mau main, orang sudah takut duluan sebelum main," katanya.
Pemain muda ini menegaskan bahwa kemampuan mengendalikan rasa cemas dan ragu akan menentukan siapa yang mampu keluar sebagai pemenang di akhir turnamen.
"Ya itu tantangannya kayak turnamen besar dan bergengsi. Memang yang juara yang bisa mengatasi itu semua. Kita lihat siapa yang bisa juara dan mengatasi rasa ragu-ragu dan takut," ujar Alwi Farhan.
Pada edisi Kejuaraan Dunia sebelumnya, langkah Alwi terhenti di babak 16 besar. Kali ini, ia berharap bisa menorehkan pencapaian yang lebih baik bersama jajaran tim bulutangkis Indonesia.
"Saya berharap Kejuaraan Dunia vibes-nya seperti Kejuaraan Dunia, penyelenggaraannya bagus, dan kita tim Indonesia bisa kasih yang terbaik," Alwi Farhan memungkasi.






