Anak Tokoh Global Ramaikan Tren Belajar Bahasa Mandarin

6 Agustus 2026, 02:48 WIB

Sejumlah anak dari tokoh kaya dan berpengaruh di tingkat global diketahui tengah mempelajari bahasa Mandarin sebagai upaya merespons penguatan peran ekonomi dan geopolitik China di ranah internasional, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Sederet nama besar seperti anak dari pendiri SpaceX Elon Musk, pendiri Amazon Jeff Bezos, hingga CEO Meta Mark Zuckerberg masuk dalam daftar tersebut. Selain itu, Pangeran George yang merupakan anak sulung dari Pangeran William dan Putri Kate juga dikabarkan mempelajari bahasa tersebut di sekolahnya.

Anak laki-laki Elon Musk menjadi salah satu yang secara terbuka dikonfirmasi sedang mendalami bahasa Mandarin.

"Anak laki-laki saya sedang belajar Mandarin," tulis Elon Musk di platform X beberapa waktu lalu.

Kondisi ini sejalan dengan pandangan para ahli mengenai motivasi di balik minat tinggi terhadap bahasa Mandarin. Profesor Studi China sekaligus Direktur Lau China Institute di King's College London, Kerry Brown, menilai bahwa dominasi China sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia menjadi pendorong utama.

"Ini kepentingan praktis pribadi, dan pengakuan bahwa China akan menjadi mitra teknologi dan ekonomi sangat penting di masa depan," kata Brown.

Selain dorongan ekonomi, penguasaan bahasa Mandarin juga memiliki peran strategis dalam membangun jalur diplomasi internasional. Brown menyoroti momen ketika cucu Donald Trump, Arabella Kushner, menyanyikan lagu berbahasa Mandarin saat kunjungan presiden China pada 2017 lalu.

"Ketika Trump menyuruh cucunya menyanyikan lagu berbahasa Mandarin di depan Xi Jinping, itu adalah diplomasi yang baik," kata Brown.

Fenomena ini turut berkembang di tingkat negara dan masyarakat luas. Di Rusia, jubir pers Dmitry Peskov mengungkapkan putrinya belajar bahasa Mandarin dari pengasuh, sementara Presiden Vladimir Putin mencatat lebih dari 100.000 warga Rusia sedang mempelajari bahasa tersebut. Pada 2023, Arab Saudi bahkan mewajibkan pembelajaran bahasa Mandarin di tingkat SMP.

Data dari HolonIQ oleh Quacquarelli Symonds (QS) tahun 2023 mencatat pasar pemelajar bahasa Mandarin bernilai USD 7,4 miliar dengan total lebih dari 6 juta pemelajar global. Perkembangan pasar ini diproyeksikan melonjak hingga 100 persen dalam rentang waktu lima tahun ke depan.

Di Indonesia, tren ini juga terus menguat melalui penyediaan mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah. Hubungan bilateral bilateral pun makin diperkuat lewat proyek China Space at Istiqlal pada 2024 yang menghadirkan ruang budaya serta kelas bahasa Mandarin di dalam kompleks Masjid Istiqlal.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang