Anthony Taylor resmi memulai peran baru sebagai Direktur Perwasitan Elite di Federasi Sepakbola Turki (TFF) setelah pensiun dari dunia perwasitan pasca Piala Dunia 2026, dilansir dari Detik Sport.
Taylor, yang mengakhiri karier wasitnya setelah memimpin tiga pertandingan di Piala Dunia 2026 termasuk laga babak 16 besar Spanyol versus Portugal, kini dipercaya mengembangkan sistem perwasitan di Turki.
Dalam pengumumannya, Taylor menyampaikan, "Setelah pengumuman saya baru-baru ini bahwa saya pensiun dari dunia perwasitan elite setelah 16 musim, saya dengan senang hati membagikan langkah berikutnya dalam karier saya."
Dia melanjutkan, "Mulai hari ini, saya akan menjalani peran sebagai konsultan dengan jabatan Director of Elite Refereeing di Federasi Sepakbola Turki. Setelah memimpin pertandingan di level tertinggi kompetisi domestik dan internasional, saya menyambut baik kesempatan untuk membawa pengalaman tersebut ke peran yang berfokus pada pengembangan strategis dan teknis perwasitan elite di Turki."
Taylor menambahkan, "Saya akan bekerja bersama rekan-rekan di federasi untuk mendukung pengembangan para wasit serta memperkuat program perwasitan secara keseluruhan sesuai standar UEFA dan FIFA."
Penunjukan Taylor berlangsung di tengah upaya reformasi sistem perwasitan TFF yang sempat terguncang skandal perjudian wasit pada Oktober 2025. Investigasi menemukan 371 dari 571 wasit aktif memiliki akun taruhan, dan 152 di antaranya melanggar aturan FIFA dan UEFA.
Skandal tersebut mendorong TFF meluncurkan program pembinaan wasit nasional untuk memulihkan kredibilitas perwasitan. Kehadiran Taylor dianggap sebagai bagian penting dari proses tersebut.
Karier Taylor sebagai wasit dimulai pada 2002, memperoleh lisensi FIFA pada 2013, dan memimpin 433 pertandingan Premier League selama 16 musim sejak debutnya pada 2010.
Selain itu, Taylor pernah menjadi wasit di final Piala FA dua kali, final Liga Europa, Piala Dunia Antarklub, UEFA Nations League, serta dua edisi Piala Dunia termasuk 2026.






