Benarkah Xiaomi Redmi 10C Masih Layak Pakai pada Tahun 2026 Ini

21 Juni 2026, 17:31 WIB

Pertanyaan mengenai kelayakan Xiaomi Redmi 10C sering muncul di benak konsumen yang mencari perangkat super hemat pada pertengahan tahun 2026 ini. Saya melihat ekspektasi pengguna terhadap ponsel murah kini sudah bergeser jauh, sementara perangkat ini membawa spesifikasi dari beberapa tahun lalu. Sebagai reviewer, saya harus menegaskan sejak awal bahwa Xiaomi Redmi 10C menawarkan kombinasi performa yang sempat mengejutkan, namun kini harus berbenturan dengan kenyataan zamannya.

Komponen utama yang menjadi daya tarik terbesar dari perangkat ini tidak lain adalah penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 680 4G.

Prosesor octa-core ini memiliki konfigurasi 8 core dan 8 thread dengan kecepatan clock antara 1,8 hingga 2,4 GHz. Arsitekturnya mengandalkan inti Kryo 265 Gold yang berbasis Cortex-A73 untuk performa, serta Kryo 265 Silver berbasis Cortex-A53 untuk efisiensi daya.

Menurut saya, keputusan menyematkan fabrikasi 6 nanometer pada masanya adalah langkah yang sangat tepat untuk menekan konsumsi daya baterai. Sektor grafis perangkat ini ditopang oleh GPU Qualcomm Adreno 610 yang bertugas mengolah visual harian Anda.

Meskipun efisien, Anda tidak bisa berharap performa GPU ini mampu melibas game berat masa kini dengan lancar tanpa penyesuaian grafis ekstrem.

Varian Memori dan Dampak Nyata UFS 2.2

Xiaomi menghadirkan perangkat ini dalam beberapa opsi konfigurasi memori, yaitu RAM LPDDR4X berkapasitas 3GB atau 4GB.

Untuk penyimpanan internal, tersedia pilihan kapasitas 64GB dan 128GB yang sudah menggunakan teknologi storage berjenis UFS 2.2. Teknologi UFS 2.2 ini memberikan kecepatan baca dan tulis data yang jauh lebih baik daripada teknologi eMMC lama. Jika kapasitas penyimpanan internal dirasa kurang, Anda masih bisa memanfaatkan slot khusus kartu microSD yang mendukung ekspansi hingga 1 TB.

Kehadiran storage berjenis UFS 2.2 pada kelas harga terjangkau merupakan penyelamat utama yang menjaga ponsel ini tetap responsif saat membuka aplikasi harian.

Kompromi Besar pada Sektor Visual Layar Dot Drop

Sisi depan perangkat ini didominasi oleh layar Dot Drop IPS LCD dengan bentang diagonal yang cukup masif, yaitu 6,71 inci.

Layar ini mengadopsi aspek rasio yang agak memanjang, tepatnya berukuran 20,6:9 dengan kerapatan piksel berada pada angka 268 PPI. Satu hal yang menjadi catatan kritis saya adalah resolusinya yang mentok pada tingkat HD+ atau hanya sebesar 1650 x 720 piksel.

Untuk ukuran layar yang mendekati 7 inci, resolusi sekelas HD+ membuat ketajaman gambar terasa kurang maksimal di mata saya. Penggunaan panel dengan refresh rate standar 60 Hz juga terasa sangat tertinggal jika dibandingkan dengan standar animasi mulus masa kini.

Layar ini berjenis glossy namun sudah dilapisi kaca pelindung Corning Gorilla Glass 3 untuk memberikan ketahanan dasar terhadap goresan.

Fitur Tambahan untuk Kenyamanan Layar

Meskipun resolusinya rendah, NotebookCheck menyebutkan bahwa perangkat ini sebenarnya memiliki reproduksi warna yang cukup baik untuk kelas pemula.

Sistem layar Xiaomi Redmi 10C juga dilengkapi dengan fitur Sunlight display untuk mendongkrak keterbacaan di bawah terik matahari. Terdapat pula fitur Reading mode untuk mengurangi emisi cahaya biru dan fitur Color temperature adjustment untuk mengubah kehangatan warna sesuai selera. Format visual perangkat ini juga tercatat mendukung HDR display, meskipun panel IPS dasarnya memiliki keterbatasan dalam menampilkan kontras yang pekat.

Ulasan Kritis Redmi 10C yang Menakjubkan Tapi Memiliki Catatan Kelayakan | Stefan Nikolov

Kemampuan Kamera Ganda 50 Megapiksel vs Realita Hasil Foto

Beralih ke bagian belakang, Anda akan menemukan modul kamera berbentuk kotak besar yang menampung sistem kamera ganda.

Kamera utama memiliki resolusi 50 MPix dengan bukaan lensa f/1.8 yang sudah dilengkapi teknologi phase comparison-AF untuk mengunci fokus. Kamera utama ini mengandalkan teknik 4-in-1 pixel binning untuk menghasilkan foto akhir yang lebih terang di berbagai kondisi cahaya.

Sementara itu, kamera kedua hanya berupa sensor kedalaman atau depth of field beresolusi 2,0 MP dengan bukaan lensa f/2.4. Sistem kamera belakang ini ditemani oleh satu lampu LED-flash untuk membantu pencahayaan di tempat gelap.

Untuk urusan perekaman video, kamera belakang ini sanggup merekam hingga resolusi 1080p pada kecepatan 30fps dan 720p pada 30fps.

Kamera Depan yang Terasa Minimalis

Di bagian poni minimalisnya, terdapat kamera depan beresolusi 5 MPix dengan bukaan lensa f/2.2 yang tergolong standar.

Kamera selfie ini dibekali dengan fitur AI portrait mode untuk menghasilkan efek latar belakang buram secara komputasi. Sama seperti kamera utama, perekaman video menggunakan kamera depan ini mentok pada resolusi 1080p 30fps atau 720p 30fps. Jangan mengharapkan detail yang tajam atau rentang dinamis yang luas dari kamera depan beresolusi minimalis seperti ini.

Daya Tahan Baterai 5000 mAh dan Kecepatan Pengisian Daya

Sektor suplai daya menjadi salah satu poin kuat yang membuat perangkat ini masih bisa bertahan dalam persaingan ketat.

Xiaomi membenamkan baterai berjenis Lithium-Polymer dengan kapasitas tipikal mencapai 5000 mAh di dalam bodi ponsel ini. Kombinasi baterai besar dengan prosesor hemat daya membuat daya tahan operasionalnya mampu melewati satu hari penuh dengan mudah.

Pengisian daya baterai dilakukan melalui port USB-C modern yang berjalan pada standar kecepatan transfer data USB 2.0. Sistem pengisian daya cepat pada perangkat ini mendukung protokol USB-C Power Delivery dengan daya maksimal hingga 18 Watt.

Namun, kebijakan paket penjualan Xiaomi mengharuskan Anda bersabar karena charger bawaan di dalam kotak hanya berdaya 10 Watt. Untuk menikmati pengisian daya maksimal 18 Watt, Anda terpaksa harus membeli kepala charger adapter terpisah secara mandiri. Berikut adalah rangkuman data spesifikasi teknis lengkap dari perangkat ini berdasarkan dokumen resmi mi.com untuk memudahkan penilaian Anda.

Spesifikasi Teknis Lengkap Perangkat Xiaomi Redmi 10C
Komponen Utama Spesifikasi dan Parameter Faktual
Chipset Qualcomm Snapdragon 680 4G (6nm)
Kecepatan CPU 8-core (Kryo 265 Gold & Silver hingga 2,4 GHz)
Ukuran Layar 6,71 inci Dot Drop IPS LCD
Resolusi Layar HD+ 1650 x 720 piksel (268 PPI)
Kamera Belakang 50 MPix f/1.8 (Utama) + 2.0 MP f/2.4 (Depth)
Kamera Depan 5 MPix f/2.2
Kapasitas Baterai 5000 mAh Lithium-Polymer
Dimensi Fisik 169,59 x 76,56 x 8,29 mm
Bobot Perangkat 190 gram

Konektivitas dan Fitur Pendukung yang Tersedia

Aspek konektivitas nirkabel ponsel ini didukung oleh Wi-Fi dengan protokol 802.11a/b/g/n/ac serta teknologi Bluetooth versi 5.0.

Untuk jaringan seluler, perangkat ini menyediakan fasilitas triple slot yang memuat dua kartu SIM nano berbarengan dengan microSD. Dukungan frekuensi jaringannya meliputi pita 2G GSM, 3G WCDMA, hingga koneksi 4G LTE FDD dan TDD secara menyeluruh. Fitur FM Radio juga tetap dipertahankan oleh Xiaomi, dengan catatan Anda wajib mencolokkan headphone berkabel sebagai antena.

Fitur NFC juga tersedia pada perangkat ini, namun ketersediaannya di pasar sangat bervariasi tergantung pada wilayah tujuan distribusi.

Sektor navigasi diperkuat oleh dukungan multisistem satelit global yang mencakup GPS, AGPS, GLONASS, Beidou, hingga sistem Galileo.

Analisis Kekurangan Nyata yang Harus Anda Hadapi

Sebagai pengamat, saya melihat ada beberapa kelemahan fundamental yang membuat ponsel ini terasa berat untuk dipakai jangka panjang. Ketiadaan dukungan koneksi 5G menjadi batasan mutlak di era sekarang ketika infrastruktur generasi kelima sudah semakin merata.

Kombinasi dimensi fisik setinggi 169,59 mm dengan bobot mencapai 190 gram membuat ponsel ini terasa bongsor dan berat di tangan. Resolusi layar yang belum mencapai Full HD juga membuat pengalaman menonton konten video streaming masa kini terasa kurang tajam. Masalah pembaruan perangkat lunak juga menjadi ganjalan serius mengingat umur rilis perangkat ini yang sudah cukup matang.

Kinerja RAM berkapasitas 3GB atau 4GB juga akan sering mengalami kendala reload saat Anda berpindah antar-aplikasi sosial media yang makin berat.

  • Dimensi bodi bongsor dan tebal kurang nyaman untuk genggaman tangan kecil.
  • Resolusi layar masih HD+ di saat standar konten video sudah melompat jauh.
  • Tidak ada konektivitas 5G untuk masa depan jangka panjang.
  • Pengisi daya bawaan dalam kotak ritel lambat karena terbatas 10 Watt saja.

Membeli Xiaomi Redmi 10C pada saat ini hanya masuk akal jika prioritas utama Anda adalah ketahanan baterai dan anggaran yang sangat ketat.

Chipset Snapdragon 680 dan memori UFS 2.2 masih sanggup menjalankan fungsi komunikasi dasar dan berselancar internet ringan dengan stabil.

Namun, jika Anda membutuhkan perangkat untuk jangka panjang dengan visual tajam, batasan layar HD+ dan ketiadaan 5G harus menjadi bahan pertimbangan utama sebelum Anda mengambil keputusan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang