Aroma Tidak Sedap di Pusar, Mengapa Kondisi Ini Bisa Terjadi

2 Juli 2026, 15:31 WIB

Aroma tidak sedap yang muncul dari area pusar sering kali memicu rasa panik dan tidak nyaman bagi siapa saja yang mengalaminya. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, namun banyak orang merasa malu untuk mendiskusikannya atau mencari solusi medis yang tepat. Pusar atau udel memiliki struktur anatomi yang unik, menjadikannya area yang sangat rentan mengumpulkan kotoran jika tidak dirawat dengan benar.

Memahami penyebab di balik munculnya bau tersebut merupakan langkah awal yang krusial sebelum Anda mencoba berbagai cara untuk mengatasinya.

Pusar adalah bekas luka yang terbentuk setelah tali pusar dipotong saat lahir. Sebagai bagian dari dinding perut, pusar memiliki dua bentuk utama yang dikenal di masyarakat, yaitu menonjol (outie) dan cekung (inie) berdasarkan informasi anatomi dari Halodoc.

Bentuk cekung inilah yang paling sering menyimpan misteri aroma tidak sedap. Struktur cekung yang dalam menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak.

Rumah bagi Puluhan Jenis Mikroba

Tahukah Anda bahwa lekukan kecil di perut ini merupakan habitat bagi banyak makhluk mikroskopis? Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Pittsburgh Medical Center (UPMC), pusar menjadi tempat penampungan atau rumah bagi 67 jenis bakteri. Data ini juga diperkuat oleh laporan dari HelloSehat dan KlikDokter yang membenarkan tingginya keragaman mikroba di area tersebut.

Sebagian besar bakteri ini sebenarnya bersifat tidak berbahaya dan hidup sebagai flora normal kulit.

Namun, ketika kebersihan area ini terabaikan, keseimbangan mikroba akan terganggu. Keringat, sel kulit mati, sebum, dan serat pakaian yang terperangkap di dalam cekungan akan menjadi makanan empuk bagi bakteri. Proses dekomposisi bahan organik oleh bakteri inilah yang memicu munculnya bau menyengat.

Berbagai Penyebab Medis di Balik Pusar Bau

Masalah ini tidak selalu bersumber dari higienitas yang buruk.

Ada kalanya muncul pertanyaan dari masyarakat seperti "kenapa udel bau padahal rajin mandi" atau "kenapa pusar keluar cairan bau" yang menandakan adanya kondisi klinis tertentu. Ketika bau disertai dengan gejala lain seperti kemerahan, rasa gatal, atau keluarnya cairan, maka intervensi medis mungkin diperlukan.

Berikut adalah beberapa kondisi medis utama yang kerap memicu keluhan tersebut:

1. Intertrigo Kandidal akibat Infeksi Jamur

Jamur menyukai area yang tidak mendapatkan sirkulasi udara dengan baik. Intertrigo kandidal atau candida intertrigo adalah infeksi akibat jamur Candida yang menyerang lipatan kulit yang hangat, gelap, dan lembap. Menurut ulasan HelloSehat, area pusar yang cekung memenuhi semua kriteria lingkungan ideal tersebut.

Gejala yang muncul biasanya meliputi kulit kemerahan, rasa gatal yang hebat, hingga sensasi terbakar.

Jika infeksi semakin parah, pusar dapat mengeluarkan aroma yang sangat asam dan tidak sedap.

2. Masalah Kista Epidermoid dan Kista Pilar

Benjolan di dalam atau di sekitar pusar juga bisa menjadi dalang utama.

Kista epidermoid atau kista epidermis adalah benjolan non-kanker yang dimulai di lapisan atas kulit dan berisi lapisan tebal keratin. KlikDokter menyebutkan bahwa jika kista ini terinfeksi, membesar, dan pecah, ia akan mengeluarkan cairan kuning berbau busuk.

Selain itu, terdapat pula risiko terbentuknya kista pilar. Kista pilar merupakan benjolan yang muncul di dekat folikel rambut, mengandung sel di dalam membran, serta menghasilkan lapisan tebal keratin.

Sama seperti jenis kista lainnya, kista pilar dapat mengeluarkan cairan berbau jika pecah atau mengalami infeksi sekunder.

3. Kelainan Kista Urakus dari Masa Janin

Penyebab lain yang lebih spesifik berkaitan dengan perkembangan anatomi masa lalu.

Kista urakus adalah sisa saluran yang menghubungkan pusar ke kandung kemih selama perkembangan janin. Normalnya, saluran ini akan menutup dan menghilang sebelum bayi lahir ke dunia. Namun, pada beberapa kasus, saluran ini tetap terbuka sebagian dan membentuk kantong kista.

Berdasarkan data medis dari Halodoc, kista urakus dapat mengeluarkan cairan berbau jika terinfeksi bakteri.

Kondisi ini umumnya memerlukan penanganan khusus oleh dokter spesialis bedah.

Gejala Omphalorrhea yang Perlu Diwaspadai

Dunia kedokteran memiliki istilah khusus untuk menggambarkan kondisi pusar yang mengeluarkan bau ekstrem.

Omphalorrhea merupakan istilah medis untuk kondisi pusar bau busuk yang sering kali disertai dengan keluarnya cairan atau kotoran dari pusar.

Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh atau dibersihkan secara asal-asalan karena bisa memicu infeksi yang lebih luas di dinding perut. Masyarakat sering membandingkan bau ini dengan aroma tajam lainnya, seperti dalam keluhan "pusar bau silet ketiak".

Jika Anda mendapati cairan berwarna bening, kekuningan, atau kehijauan keluar dari udel, segera lakukan evaluasi kebersihan. Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan lebih lanjut jika cairan terus keluar dalam jumlah banyak. Eka Hospital mencatat bahwa pusar yang terus berair merupakan sinyal kuat adanya infeksi aktif yang membutuhkan terapi antibiotik atau antijamur topikal.

Cara Membersihkan Pusar dengan Aman dan Benar

Langkah pencegahan dan penanganan utama untuk bau tidak sedap adalah menjaga higienitas dengan teknik yang tepat.

Banyak orang melakukan kesalahan dengan mengorek pusar menggunakan kuku atau benda tajam, yang justru memicu luka dan infeksi baru.

Berikut adalah panduan aman cara membersihkan pusar yang bisa Anda terapkan di rumah:

  • Gunakan pembersih lembut seperti sabun bayi dan air hangat saat mandi secara rutin.
  • Manfaatkan cotton bud yang telah dibasahi air hangat atau sedikit minyak kelapa untuk mengangkat kotoran yang mengeras secara perlahan.
  • Hindari menggosok terlalu keras agar lapisan kulit dalam pusar yang tipis tidak mengalami iritasi atau lecet.
  • Pastikan untuk selalu mengeringkan area pusar dengan handuk bersih setelah mandi agar tidak lembap.

Bagi Anda yang menghadapi masalah "cara bersihkan kotoran pusar yang dalam", kesabaran adalah kunci utama.

Jangan memaksakan mengambil seluruh kotoran dalam satu waktu jika posisinya terlalu melekat pada jaringan kulit.

Gunakan minyak zaitun untuk melunakkan kotoran tersebut selama beberapa menit sebelum dibilas.

Tabel Perbandingan Karakteristik Penyebab Pusar Bau

Untuk memudahkan pemahaman mengenai perbedaan penyebab bau pada pusar, berikut adalah ringkasan karakteristik klinisnya.

Karakteristik Klinis Berbagai Penyebab Aroma Tidak Sedap pada Pusar
Penyebab Keluhan Jenis Cairan Gejala Penyerta Sumber Data
Intertrigo Kandidal Bening / Lembap asam Kemerahan dan gatal HelloSehat
Kista Epidermoid Kuning kental Benjolan non-kanker KlikDokter
Kista Pilar Kental berbau Benjolan folikel rambut KlikDokter
Kista Urakus Keruh / Urine tipis Nyeri perut bawah Halodoc
Higienitas Rendah Tidak ada / Sedikit Penumpukan kotoran hitam Alodokter

Melalui pemetaan di atas, Anda dapat melihat bahwa setiap kondisi memiliki indikasi yang berbeda.

Langkah penanganan seperti "cara mengatasi pusar bau dan gatal" tentu akan berbeda antara infeksi jamur dan akibat kista.

Kapan Anda Harus Segera Menghubungi Dokter

Edukasi mengenai perawatan mandiri sangat penting, namun batasan medis juga harus dipahami.

Informasi yang disajikan di atas bersifat edukatif dan bukan merupakan alat diagnosis mandiri pengganti dokter. Jika keluhan bau tidak kunjung hilang setelah dibersihkan secara rutin selama beberapa minggu, bantuan profesional sangat disarankan. Anda harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya seperti demam tinggi, nyeri hebat di area perut, atau pembengkakan yang semakin membesar.

Dokter biasanya akan meresepkan salep antibakteri atau antijamur dengan nama generik yang disesuaikan dengan jenis mikroba penyebab infeksi.

Penanganan dini yang tepat akan mencegah komplikasi infeksi menyebar ke jaringan dalam dinding perut.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang