Arsenal resmi merampungkan proses transfer penyerang tengah Viktor Gyokeres pada Sabtu malam WIB. Pemain asal Swedia tersebut didatangkan ke Emirates Stadium dari klub asal Portugal, Sporting CP. Kehadiran pemain berusia 27 tahun ini menjadi angin segar bagi lini depan Arsenal.
Dilansir dari Papanskor, tim asuhan Mikel Arteta tersebut memang membutuhkan penyerang tajam setelah mengalami kesulitan mencetak gol. Masalah produktivitas lini depan ini berimbas pada kegagalan Arsenal meraih gelar juara Premier League selama tiga musim beruntun. Pada musim lalu, performa lini serang mereka kalah produktif dibandingkan tim pesaing.
Arsenal tercatat hanya mencetak 69 gol pada kompetisi musim lalu. Angka tersebut berada di bawah torehan sang juara Liverpool yang mengemas 86 gol dan Manchester City dengan koleksi 72 gol.
Padahal, Arsenal memiliki catatan lini pertahanan terbaik di liga domestik dengan hanya kebobolan 34 kali. Sebagai perbandingan, lini belakang Liverpool kebobolan 41 gol, sedangkan Manchester City kemasukan 44 gol. Masalah cedera yang membayangi para penyerang utama disinyalir menjadi faktor penurunan produktivitas gol. Gabriel Jesus, Kai Havertz, dan Bukayo Saka harus menepi secara bergantian karena masalah kebugaran.
Kedatangan penyerang bertinggi badan 189 cm ini ke London Utara membawa sejumlah fakta menarik. Proses kepindahan sang pemain ke Arsenal melibatkan dinamika transfer yang cukup panjang. Berdasarkan informasi dari pakar transfer Fabrizio Romano, negosiasi antara pihak Arsenal, Sporting CP, dan perwakilan sang pemain memakan waktu hingga tiga bulan.
Data dari Transfermarkt dan Fabrizio Romano menyebutkan bahwa nilai perpindahan sang pemain mencapai total 73,5 juta euro atau setara Rp1,4 triliun. Angka tersebut terdiri dari biaya transfer pokok sebesar 63,5 juta euro ditambah bonus performa senilai 10 juta euro. Sebelum kesepakatan tercapai, sang penyerang sempat mendapatkan sanksi denda dari Sporting CP.
Ia diwajibkan mengembalikan gaji bulan Juli sebesar 350 ribu euro atau sekitar Rp6,7 miliar karena mangkir dari latihan pramusim. Menurut laporan Metro Britania Raya, alasan sang pemain absen dari sesi latihan karena ingin fokus menyelesaikan proses kepindahannya ke Arsenal. Di sisi lain, ia juga mengantongi bonus performa impresif selama dua musim di Sporting CP sebesar 500 ribu euro atau sekitar Rp9,5 miliar.
Statistik Gol dan Nomor Punggung Ikonik
Ketajaman pemain Swedia ini terbukti lewat torehan 97 gol dari 102 pertandingan di semua kompetisi bersama Sporting CP dalam dua musim. Catatan tersebut termasuk mencetak 6 gol dari 8 laga pada ajang Liga Champions musim lalu.
Mengenai selebrasi bertopeng yang khas, sang pemain mengungkapkan dalam wawancara perdananya bahwa gaya tersebut ia temukan secara tidak sengaja saat sedang berlibur bersama rekannya. Bersama Arsenal, ia dipastikan akan mengenakan nomor punggung 14. Nomor punggung ikonik ini sebelumnya pernah dipakai oleh sejumlah pemain seperti Theo Walcott, Pierre-Emerick Aubameyang, Eddie Nketiah, dan legenda klub Thierry Henry.
Para pendukung Arsenal menaruh harapan besar agar pengguna nomor 14 yang baru ini mampu menjadi mesin gol utama tim. Ekspektasi tersebut merujuk pada kesuksesan Thierry Henry yang berhasil membukukan total 226 gol dari 370 pertandingan bersama Arsenal.






