AS Kucurkan Investasi 3 Miliar Dolar Sektor Mineral

8 Agustus 2026, 18:47 WIB

Pemerintah Amerika Serikat mengucurkan investasi senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 53,6 triliun untuk pengembangan proyek baterai dan mineral penting pada Sabtu (8/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Langkah strategis ini diambil demi menggenjot produksi komoditas kritis dalam negeri untuk memperkuat sektor industri sekaligus keamanan nasional.

Pengumuman investasi skala besar ini disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump di hadapan ratusan pelaku industri pertambangan, akademisi, serta investor. Proyek tersebut dirancang guna merebut kembali posisi AS dalam persaingan rantai pasok global.

"Kita sedang merebut kembali tempat Amerika yang seharusnya sebagai negara adidaya mineral dunia," kata Trump.

Dalam skema pendanaan ini, Kementerian Pertahanan AS melalui Kantor Modal Strategis (OSC) bakal mengalokasikan pinjaman bersyarat US$ 1,4 miliar kepada Sila Nanotechnologies untuk pembuatan komponen baterai lithium-ion. OSC juga menyiapkan pinjaman US$ 400 juta bagi produsen skandium Sunrise Energy Metals dan US$ 150 juta untuk pengembang magnet Niron Magnetics.

Selain pendanaan tersebut, Bank Ekspor-Impor AS turut mengucurkan pinjaman senilai US$ 58 juta kepada beberapa korporasi tambang lain, termasuk Westwater Resources, Global Advanced Metals, serta 5E Advanced Materials.

"Mineral kritis adalah bahan baku kekuatan Amerika yang menggerakkan segala sesuatu mulai dari persenjataan canggih hingga mobil, dan kami ingin produk-produk penting ini ditambang, dimurnikan, dan diproduksi di sini, di AS," kata Trump.

Di samping penguatan industri, Kementerian Energi AS membagikan hibah dana sebesar US$ 100 juta untuk 14 sekolah pertambangan terakreditasi guna melipatgandakan jumlah lulusan sektor tambang dalam tempo dua tahun.

"Kita perlu berupaya melakukan beberapa perubahan sistemik terkait bagaimana kita sebagai bangsa ingin menawarkan kesempatan kepada siswa-siswa terbaik kita untuk berpartisipasi dalam industri ini," kata Asisten Menteri Energi Audrey Robertson.

Di saat bersamaan, Pentagon menyiapkan pendanaan proyek senilai US$ 80 juta bagi tiga sekolah pertambangan guna mengamankan pasokan senjata nasional serta memangkas ketergantungan rantai pasok atas China.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang