Akademi olahraga milik legenda bulutangkis Susy Susanti dan Alan Budikusuma, ASNA Academy, menggandeng klub profesional Jepang Kochi Fighting Dogs untuk membuka cabang olahraga bisbol bagi anak usia 2 hingga 12 tahun di Bekasi pada Jumat (7/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Langkah ekspansi ini diambil guna melengkapi ekosistem olahraga di akademi yang diluncurkan sejak Januari 2026 tersebut. Kurikulum pelatihan diadopsi langsung dari Jepang dengan fokus pada teknik dasar seperti memukul, menangkap bola, berlari, serta pembentukan stamina.
Susy Susanti menjelaskan alasan di balik pemilihan kerja sama dengan klub asal Negeri Sakura tersebut untuk mengembangkan program olahraga barunya.
"Kami memilih tim bisbol Jepang untuk diajak bekerja sama dalam kurikulum. Karena bisbol di Indonesia belum begitu populer. Sedangkan Jepang cukup bagus," ujar Susy Susanti, Pendiri ASNA Academy.
Mantan atlet nasional berusia 55 tahun itu juga menambahkan bahwa kolaborasi ini memanfaatkan jejaring afiliasi yang telah dimiliki sebelumnya.
"Ini juga untuk melengkapi (cabor di akademi) semua ya, dan sekarang (bisbol) sudah mulai ramai di Indonesia dan di SEA Games dipertandingkan. Kebetulan kami punya afilisiasi ke Jepang, dan mereka secara pengalaman dan kurikulum lebih bagus," kata Susy Susanti.
Guna memastikan kualitas pengajaran, tim pelatih dan mantan atlet Kochi Fighting Dogs telah mendatangi akademi untuk memberikan pelatihan langsung kepada para pendidik. Selain kelas pemula, program khusus bertajuk ASNA Star juga disiapkan bagi anak-anak yang ingin menekuni karier sebagai atlet profesional.
"Seumpama ada yang serius, kita bisa latihan di sana (Jepang). Ini seperti program pertukaran pelajar, summer camp. Kita bisa berlatih lebih intensif, dan mempelajari lebih banyak tentang dasar-dasarnya," ujar Susy Susanti.
Peraih emas Olimpiade 1992 tersebut berharap program ini dapat meningkatkan popularitas olahraga bisbol di tanah air secara berkelanjutan.
"Saya pikir kolaborasi ini sangat baik, karena di ASNA Academy kami sedang mempersiapkan diri. Ada bulutangkis yang ada di Indonesia, tetapi kami juga harus belajar bisbol. Persahabatan ini akan terus berlanjut, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga di bidang olahraga," kata Susy Susanti.
Pihak mitra dari Jepang turut memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap inisiatif pengembangan bakat olahraga yang diusung oleh para legenda bulutangkis Indonesia tersebut.
"Saya sangat tersanjung dan mendukung keberadaan akademi ini, di mana Susy dan Alan menjadi pusatnya. Tentu kami berharap bahwa di masa depan, dengan akademi ini, Susy dan Alan dapat menjadi pendukung bagi calon atlet-atlet masa depan," kata Shinichi Satake, CEO Kochi Fighting Dogs.






