Atari Cetak Laba Lagi Usai Transformasi Strategi Bisnis Nostalgia

6 Agustus 2026, 10:19 WIB

Atari mencatatkan pendapatan tahunan tertinggi dalam lebih dari satu dekade sebesar EUR 56 juta atau sekitar USD 65 juta pada laporan tahun fiskal 2025/2026. Hasil ini menandai kebangkitan perusahaan yang identik dengan konsol Atari 2600 dan game Pong tersebut usai mengalami masalah finansial berkepanjangan, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Sektor bisnis game Atari menyumbang lonjakan pendapatan sebesar 67,7 persen menjadi EUR 46,1 juta.

Di sisi lain, penjualan perangkat keras juga melesat 83 persen dengan angka mencapai EUR 7,3 juta. Kinerja operasional berjalan Atari tanpa memperhitungkan Thunderful berbalik positif dengan mencetak laba EUR 900.000, membaik dari kerugian operasional EUR 800.000 pada periode sebelumnya. Laba bersih di luar Thunderful terealisasi EUR 100.000 dari sebelumnya rugi EUR 12,6 juta, didukung arus kas operasional sebesar EUR 11 juta.

CEO Atari Wade Rosen menyatakan bahwa perusahaannya berhasil mengamankan profitabilitas operasional untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun. Rosen optimis bahwa arah pertumbuhan positif ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Langkah pemulihan Atari tidak bersandar pada peluncuran konsol baru untuk bersaing dengan pembuat perangkat modern. Perusahaan memilih memfokuskan sumber daya pada pengelolaan katalog game lawas, peluncuran ulang judul-judul klasik, peluncuran perangkat retro, serta akuisisi studio dan hak kekayaan intelektual. Atari kini memegang hak pengelolaan atas portofolio yang mencakup lebih dari 400 game dan waralaba. Pembelian nama-nama lama yang sudah dikenal luas dinilai lebih efisien dibandingkan mengalokasikan anggaran besar untuk proyek game dari awal.

Ekspansi tersebut diperkuat dengan tindakan akuisisi secara agresif sepanjang tahun lalu. Atari menaikkan porsi kepemilikan saham di penerbit asal Swedia, Thunderful, hingga 97 persen, serta membeli pengembang game Crossy Road, Hipster Whale, senilai USD 29,3 juta. Langkah ekspansi Atari berlanjut dengan mengambil alih lima hak cipta judul game milik Ubisoft. Portofolio baru tersebut mencakup judul Cold Fear, I Am Alive, Child of Eden, Grow Home, serta Grow Up yang berpotensi dirilis ulang atau dikembangkan kembali.

Pendekatan ini sejalan dengan dinamika industri game yang kian gencar memanfaatkan katalog lama. Pengembangan waralaba berfitur basis penggemar dinilai memiliki risiko kegagalan pemasaran yang lebih rendah dibandingkan investasi proyek baru berbiaya tinggi.

Rekam Jejak Kepemilikan Merek dan Entitas Atari SA

Penyebutan riwayat kebangkrutan Atari memerlukan penelusuran konteks hak kepemilikan. Merek Atari telah melewati beberapa kali pergantian entitas pemilik sejak didirikan oleh Nolan Bushnell dan Ted Dabney pada tahun 1972.

Beberapa anak usaha Atari di Amerika Serikat sempat mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada Januari 2013. Upaya hukum tersebut dilakukan guna memisahkan unit bisnis dari induk perusahaan asal Prancis yang tengah dilanda beban keuangan.

Perusahaan yang beroperasi saat ini adalah Atari SA yang berbasis di Paris dan terdaftar di bursa Euronext Growth Paris. Laporan keberhasilan finansial ini merupakan pencapaian entitas pemegang merek Atari saat ini, bukan kembalinya struktur korporasi asli.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang