Kompetisi Premier League siap memberlakukan regulasi anyar terkait tata cara restart permainan untuk musim mendatang. Kebijakan ini berpotensi memberikan keuntungan berupa peluang mencetak gol bagi tim lawan apabila ada klub yang sengaja menunda guliran bola, dikutip dari Bola. Pembaruan aturan ini melengkapi rentetan revisi Laws of the Game yang sebelumnya disahkan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).
Sanksi tegas menanti tim yang kedapatan mengulur waktu saat menghadapi situasi eksekusi bola mati. Perubahan yang paling menyita perhatian yakni pemberlakuan hitungan mundur lima detik untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Kepemilikan bola akan langsung berpindah tangan jika durasi tersebut terlewati tanpa ada eksekusi.
Hukuman ini menjadi ancaman serius bagi klub yang berupaya mengamankan keunggulan angka. Kelalaian saat mengawali kembali permainan berisiko menghasilkan lemparan ke dalam atau bahkan tendangan sudut bagi kubu lawan.
Pengadil lapangan bakal mengaktifkan hitungan mundur lima detik ketika mengendus indikasi kesengajaan mengulur waktu pada tendangan gawang maupun lemparan ke dalam. Proses perhitungan dimulai setelah wasit memberikan aba-aba resmi melalui isyarat tangan. Sinyal tersebut dilayangkan tatkala pemain dianggap terlalu lama mengambil bola atau menunda posisi penempatan si kulit bulat. Bila tenggat waktu habis dan permainan belum dimulai, sanksi seketika dijatuhkan.
Hak melakukan lemparan ke dalam otomatis beralih ke pihak lawan di titik posisi yang sama jika pelanggaran terjadi pada momen tersebut. Sementara untuk kelambatan tendangan gawang, tim lawan langsung dihadiahi sepak pojok.
Latar Belakang Kebijakan PGMOL
Langkah ini diambil Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) demi mendongkrak durasi waktu bermain efektif sekaligus menekan praktik buang-buang waktu. Tren negatif kerap terlihat dari aksi kiper atau bek yang memperlambat tempo di menit-menit krusial.
Hukuman kartu kuning yang selama ini diandalkan wasit dinilai kurang memberikan efek jera, terutama saat laga memasuki masa injury time. Risiko kehilangan penguasaan bola diharapkan mampu memaksa pemain bertindak lebih cepat.
Mengingat skema bola mati menjadi pemicu lahirnya banyak gol di Premier League musim lalu, kelalaian dalam beberapa detik saat tendangan gawang kini bisa mengubah hasil akhir pertandingan secara drastis.
Penerapan di Seluruh Kompetisi Inggris
Skema hitungan mundur lima detik ini sebenarnya telah diuji coba pada ajang Piala Dunia 2026. Laju pertandingan terbukti tetap berjalan dinamis meski beberapa pemain sempat berupaya mencari celah keselamatan.
Kapten Timnas Skotlandia, Andy Robertson, pernah memanfaatkan celah tersebut dengan mengatur posisi rekan-rekannya sebelum memegang bola lemparan ke dalam. Taktik itu menunda hitungan wasit sehingga timnya berhasil mengamankan waktu saat memimpin 1-0 atas Haiti.
Regulasi anyar ini dipastikan berlaku menyeluruh di semua strata sepak bola Inggris, baik kategori pria maupun wanita, mencakup EFL, WSL, hingga National League.







