Rahasia Aturan Memakai Kimono Jepang yang Benar untuk Tampilan Otentik

30 Juni 2026, 04:11 WIB

Memakai busana tradisional Jepang tidak boleh asal pakai karena ada pakem ketat yang harus dipatuhi. Bagi Anda yang baru pertama kali mencobanya, memahami aturan memakai kimono jepang sangat penting agar tidak keliru membedakan cara pakai gaun kimono dengan peniti atau teknik ikat tradisional yang tepat. Sebagai seorang pengamat mode yang sering mendalami pakaian tradisional, saya melihat banyak sekali turis atau pencinta fesyen yang salah kaprah saat mengenakannya.

Menggunakan kimono bukan sekadar membalut tubuh, melainkan sebuah seni yang menghargai setiap detail lipatan dan posisi aksesori. Mari kita bedah secara mendalam bagaimana cara pakai baju kimono yang benar, apa saja aturan tak tertulisnya, hingga kesalahan fatal yang wajib Anda hindari saat mengenakan busana sakral khas Negeri Sakura ini.

Aturan paling mutlak dalam mengenakan kimono terletak pada cara Anda melipat bagian depan kain. Sisi kiri kain kimono wajib berada di atas sisi kanan.

Jangan sampai terbalik menempatkan posisi kanan di atas kiri. Lipatan kanan di atas kiri hanya digunakan khusus untuk mendandani jenazah dalam upacara pemakaman tradisional Jepang. Kesalahan sepele ini sering saya jumpai pada pemula yang kurang riset. Membalik lipatan kain ini bisa dianggap tabu dan menyinggung perasaan masyarakat lokal setempat yang sangat menghormati tradisi leluhur mereka.

Cara Pakai Gaun Kimono Modern dengan Peniti

Bagi Anda yang mengenakan adaptasi modern seperti gaun kimono, strukturnya sering kali membutuhkan bantuan pengencang agar posisinya tetap rapi sepanjang hari. Menggunakan peniti berukuran agak besar adalah solusi praktis yang umum diterapkan.

Berdasarkan panduan dari WikiHow, ada titik khusus untuk menempatkan peniti agar tidak merusak estetika pakaian luar Anda. Anda perlu memasang peniti agak besar secara tegak lurus pada kampuh di sisi dalam gaun di bawah ketiak kanan.

Posisi peniti bagian dalam ini sebaiknya diletakkan sedikit lebih tinggi daripada pinggang, mendekati area ketiak, atau sedikit di bawah tali beha agar kain terkunci kuat.

Untuk bagian luar gaun kimono, Anda bisa memasang peniti kedua di dekat area pinggang kiri. Pastikan posisinya terpasang setinggi pusar untuk menjaga siluet gaun tetap simetris dan nyaman saat Anda bergerak aktif.

Eksplorasi Perbedaan Kimono Pria dan Wanita

Banyak yang mengira bahwa cara pakai baju kimono untuk pria dan wanita itu sama saja. Faktanya, detail anatomi pakaian dan cara mengenakannya sangat bertolak belakang demi menonjolkan estetika gender masing-masing.

Dilansir dari Kano Wafuku, kolar atau leher kimono pria dipakai tepat menempel di leher. Sebaliknya, wanita harus membuka butang kolar untuk mendedahkan atau memperlihatkan bagian belakang kepala serta tengkuk mereka.

Dari segi panjang pakaian, kimono pria memiliki panjang badan yang pas dan langsung sama dengan pakaian jadi. Sementara itu, wanita memakai kain yang panjangnya sama dengan ketinggian tubuh mereka, sehingga memerlukan teknik pelipatan khusus di pinggang.

Mengenal Lipatan Ohashi dan Celah Miyatsuguchi

Pelipatan khusus pada pinggang wanita tersebut dikenal dengan istilah ohashi. Pria secara umum tidak membuat ohashi saat mengenakan busana ini.

Wanita wajib membuat ohashi dan menyelaraskan panjangnya dengan cermat agar terlihat rapi di bawah gulungan sabuk pengikat. Selain itu, perbedaan mencolok juga terlihat jelas pada struktur bagian lengan baju.

Pria memiliki lengan baju yang tertutup rapat pada sisi sampingnya. Sementara itu, kimono wanita memiliki celah terbuka di bawah ketiak yang disebut dengan istilah miyatsuguchi.

Ukuran Obi dan Kedudukan Tali Pinggang

Perbedaan mencolok berikutnya ada pada sabuk kain atau obi. Pria menggunakan obi yang cenderung kurus atau tipis, sedangkan wanita wajib menggunakan obi lebar yang kaku. Kedudukan tali pinggang ini juga memengaruhi postur tubuh pemakainya. Pria mengikatkan obi di sekitar bagian bawah abdomen atau perut bawah, sementara wanita memakainya tepat di bawah dada.

Aksesori tambahan untuk wanita juga jauh lebih kompleks. Selain seluar dalam, sandal, dan stokin (kaus kaki jari) yang juga dibawa oleh pria, wanita wajib membawa obijime (pengikat selempang), obiage (selempang hiasan), dan teras kolar untuk menjaga kolar tetap tegak.

Cara Memakai Kimono – Cara MUDAH | Paprika Girl

Perbandingan Karakteristik Kimono Pria dan Wanita

Untuk memudahkan Anda memahami perbedaan struktural yang mendalam ini, saya telah merangkum elemen-elemen esensial tersebut ke dalam tabel komparasi di bawah ini.

Analisis Perbedaan Struktur Busana Kimono Pria dan Wanita
Komponen Busana Kimono Pria Kimono Wanita
Posisi Kolar Leher Tepat di leher Terbuka di tengkuk
Lipatan Ohashi Tidak ada Wajib dibuat
Sisi Lengan Baju Tertutup Ada celah miyatsuguchi
Ukuran Lebar Obi Kurus / Tipis Lebar
Posisi Ikat Obi Perut bagian bawah Tepat di bawah dada

Panduan Sewa Kimono di Jepang bagi Wisatawan

Jika Anda berencana melakukan perjalanan ke Tokyo atau Kyoto, menyewa busana tradisional ini adalah agenda wajib. Namun, Anda harus memahami estimasi biaya dan waktu yang diperlukan agar tidak mengacaukan jadwal perjalanan.

Menurut informasi resmi dari Jeepe, sewa kimono di jepang harga umumnya berkisar antara beberapa ribu yen hingga sekitar ¥10.000 untuk paket standar. Jika Anda menginginkan paket premium atau yang menyertakan fasilitas penataan rambut (hair do) yang rumit, harganya bisa melebihi ¥10.000.

Proses dari memilih motif kain yang Anda sukai hingga selesai dipakaikan oleh penata busana profesional membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam. Jadi, pastikan Anda datang lebih awal ke toko penyewaan agar tidak terburu-buru.

Mengetahui Jenis-Jenis Kimono Jepang dan Fungsinya

Jangan sampai salah kostum saat menghadiri acara di Jepang karena setiap jenis kain memiliki derajat formalitas tersendiri. Pria memiliki pilihan yang lebih sederhana, yaitu pakaian formal dan pakaian untuk keluar rumah saja.

Sementara itu, wanita memiliki variasi jenis jenis kimono jepang dan fungsinya yang sangat kaya. Mulai dari kimono lengan panjang (furisode) yang dipakai oleh wanita muda yang belum menikah, kimono formal (homongi), hingga tomesode yang merupakan pakaian paling formal untuk wanita yang sudah menikah. Bagi yang sering bingung mengenai perbedaan kimono dan yukata, kuncinya terletak pada bahan dan momen pemakaian.

Yukata berbahan katun tipis tanpa furing untuk festival musim panas santai, sedangkan kimono berbahan sutra atau katun tebal berlapis yang dipakai untuk acara formal terstruktur. Hindari memaksakan diri memakai furisode ke acara santai di siang hari yang terik, atau sebaliknya memakai yukata tipis saat menghadiri pesta pernikahan resmi. Memahami fungsi dari masing-masing jenis pakaian ini menunjukkan tingkat apresiasi Anda yang tinggi terhadap kebudayaan Jepang.

Mengenakan kimono secara tepat memang membutuhkan latihan dan ketelitian pada setiap detail detail kecilnya. Pilihan terbaik bagi pemula adalah memanfaatkan jasa pelayan profesional di toko sewa tradisional guna memastikan posisi kolar kiri berada di atas kanan, lipatan ohashi rapi, dan ikatan obi kokoh menopang postur tubuh Anda dengan anggun.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang