AWS Soroti Kelemahan Tata Kelola AI Perusahaan di Indonesia

7 Agustus 2026, 01:46 WIB

Amazon Web Services (AWS) menyoroti masih banyaknya organisasi di Indonesia yang belum memiliki fondasi tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang memadai di tengah tingginya laju adopsi teknologi tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam acara AWS Summit Jakarta di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).

Dilansir dari Detik iNET, data internal AWS menunjukkan sekitar 40 persen perusahaan di Indonesia telah mengadopsi AI. Kendati demikian, hanya 24 persen yang sudah memiliki strategi AI formal, dan baru sekitar 21 persen yang menerapkan tata kelola data (data governance). Kondisi ini dinilai menjadi tantangan besar lantaran AI kini telah bertransformasi menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan, bukan lagi sekadar proyek teknologi biasa.

Kesenangan korporasi dalam mengejar kecepatan implementasi AI tanpa diimbangi sistem pengaman yang jelas ditengarai dapat meningkatkan risiko keamanan secara signifikan. Terlebih lagi, perkembangan AI saat ini berjalan jauh lebih cepat dibandingkan dengan siklus teknologi sebelumnya, sehingga memerlukan perubahan pendekatan dalam sektor keamanan.

"Jika tidak memiliki strategi, data governance, dan keamanan sejak awal, Anda hanya akan mempercepat masalah yang sudah ada," ujar Nandini Ramani, Vice President Governance and Compliance AWS.

Pihak AWS menyarankan agar setiap organisasi membangun aspek observability, tata kelola data, serta mekanisme keamanan sejak tahap awal pengembangan aplikasi AI. Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan dengan menerapkannya setelah aplikasi tersebut mulai digunakan secara luas.

"Saya terkesan melihat perusahaan Indonesia berani membangun ulang sistem mereka menggunakan AI. Bahkan sektor yang sangat teregulasi seperti perbankan dan kesehatan sudah melangkah lebih cepat. Itu menunjukkan Indonesia berada di depan dibanding banyak negara lain dalam adopsi AI," ujar Nandini Ramani.

Meskipun terdapat pujian terhadap progresivitas sektor perbankan dan kesehatan di tanah air, penguatan strategi bisnis dan keamanan tetap menjadi poin krusial yang harus dipenuhi. Keberlanjutan manfaat teknologi kecerdasan buatan ini sepenuhnya bergantung pada komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola data pada setiap implementasinya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang