Klub sepak bola Barcelona resmi mengambil langkah hukum terhadap Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menyusul tuduhan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan kasus Negreira. Informasi legalitas ini dilansir dari Bola pada Mei 2026.
Manajemen Barcelona telah melayangkan permohonan mediasi wajib yang menjadi tahapan awal sebelum pendaftaran gugatan pidana resmi di Spanyol. Langkah hukum tersebut diambil atas dugaan pelanggaran Pasal 205 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Spanyol terkait pencemaran nama baik dan fitnah.
Tindakan tegas ini dipicu oleh sederet komedi verbal dan tuduhan Perez saat berbicara dalam sesi jumpa pers pada 12 Mei lalu serta wawancara media keesokan harinya.
"FC Barcelona menginformasikan bahwa pada hari ini telah diajukan permohonan mediasi wajib sebagai syarat sebelum pengajuan gugatan pidana atas dugaan tindak pencemaran nama baik berdasarkan Pasal 205 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terhadap Presiden Real Madrid, Tuan Florentino Perez, sebagai akibat dari pernyataan yang disampaikannya dalam konferensi pers pada 12 Mei serta dalam wawancara dengan sebuah media sehari setelahnya," tulis Barcelona dalam pernyataan resminya.
Pihak klub menegaskan bahwa tuntutan utama mereka adalah pemulihan nama baik organisasi yang dinilai tercemar akibat klaim yang dilontarkan Perez.
"Tujuan dari permohonan ini adalah agar Tuan Perez mencabut sejumlah pernyataan yang dibuatnya dengan mengetahui bahwa pernyataan tersebut tidak benar serta mengandung unsur fitnah dan merusak citra serta reputasi klub," lanjut manajemen Barcelona.
Manajemen Blaugrana memastikan akan membawa kasus ini ke meja hijau jika iktikad mediasi tidak direspons secara positif oleh pimpinan puncak Real Madrid tersebut.
"Apabila permohonan ini tidak ditanggapi sebagaimana mestinya, FC Barcelona akan melanjutkan proses dengan mengajukan gugatan pidana yang sesuai," kata Barcelona.
Di sisi lain, tuduhan yang dipersoalkan berkaitan dengan klaim Florentino Perez mengenai kerugian gelar yang dialami Real Madrid akibat skandal wasit Negreira.
"Saya sudah berada di sini selama entah berapa musim, dan saya hanya memenangkan tujuh Piala Eropa serta tujuh gelar La Liga. Padahal, jumlahnya bisa saja 14 karena tujuh di antaranya dicuri dari saya," kata Florentino Perez, Presiden Real Madrid.
Perez mengklaim bahwa seluruh jajaran dan anggota klub mendukung langkahnya dalam membongkar dugaan kecurangan pembayaran wasit yang diduga melibatkan Barcelona selama puluhan tahun.
"Para anggota Madrid bersama saya dalam perjuangan melawan Negreira. Bukan hanya Madrid yang dirugikan, tim lain juga mengalaminya. Barcelona selalu diuntungkan.
Mari kita lihat apakah UEFA akan ikut campur dalam masalah ini karena mereka akan melakukannya. Tidak mungkin saya berada di bawah kecurigaan korupsi sementara pembayaran berlangsung lebih dari 20 tahun. Kita lihat saja apa yang akan terjadi, baik dari sisi pidana maupun olahraga, bersama UEFA," tutur Perez.
Ia juga melontarkan sindiran tajam terkait alokasi dana yang dinilainya mengalir dari pihak lawan ke para pengadil lapangan.
"Saya tidak datang ke sini agar para wasit menjadi kaya karena uang Barcelona," cetus Perez.
Barcelona sebelumnya sempat mempertimbangkan gugatan serupa kepada Alvaro Arbeloa, mantan pelatih Real Madrid Castilla. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah Arbeloa resmi meninggalkan posisinya di lingkungan Real Madrid.







