Internal Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini tengah diguncang konflik internal setelah proses penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Timnas Italia mendadak dihentikan. Situasi pelik ini bahkan berpotensi memicu gelombang pengunduran diri dari jajaran petinggi federasi, seperti dilansir dari Bola. Mantan gelandang AC Milan tersebut sebenarnya menjadi opsi utama FIGC usai Pep Guardiola menolak penawaran menangani skuad Gli Azzurri.
Namun, langkah Pirlo menuju kursi pelatih justru terhadal persoalan di luar lapangan yang memicu polemik publik. Laporan dari Corriere della Sera mengungkapkan bahwa pemicu utama sorotan tersebut adalah status Pirlo yang masih terikat kontrak sebagai duta global sebuah perusahaan taruhan asal Rusia. Kemitraan ini menuai kritik tajam mengingat mayoritas negara Eropa telah memutuskan hubungan bisnis dengan entitas Rusia akibat konflik di Ukraina.
Meskipun Pirlo sempat memberikan klarifikasi bahwa kerja sama tersebut bebas dari unsur politik, publik tetap melayangkan kritik keras. Tim pengacara FIGC kemudian menerjunkan tim untuk memeriksa dokumen kontrak mantan pemain Juventus tersebut.
Hasil peninjauan hukum memastikan bahwa kerja sama itu murni kesepakatan pribadi. Tim pengacara mengonfirmasi hal tersebut tidak berhubungan langsung dengan peran Pirlo sebagai juru taktik klub Uni Emirat Arab, United FC, yang dimiliki oleh pengusaha Sergey Lomakin. Walaupun kajian hukum menunjukkan tidak ada keterkaitan dengan pekerjaannya di klub, Presiden FIGC Giovanni Malago mengambil langkah tegas. Malago memutuskan untuk menghentikan seluruh tahapan pengangkatan Pirlo sebagai pelatih anyar Timnas Italia.
Keputusan sepihak tersebut disusul dengan pembatalan agenda pertemuan resmi antara Malago, Pirlo, dan perwakilannya. Padahal, pertemuan itu semula dijadwalkan untuk merampungkan klausul akhir proses penunjukan. Tak lama kemudian, Pirlo mengakhiri spekulasi publik lewat pernyataan di akun Instagram pribadinya.
Reaksi Petinggi Federasi dan Isu Kebocoran
Langkah tegas Malago langsung memicu reaksi keras dari Paolo Maldini dan Leonardo. Kedua petinggi federasi yang menjadi pendorong utama pencalonan Pirlo tersebut dilaporkan mengancam akan mengundurkan diri dari jabatan mereka.
Maldini dan Leonardo menilai pembatalan secara mendadak ini sebagai bentuk intervensi yang merusak independensi mereka dalam memilih juru taktik Gli Azzurri. Keduanya juga mencurigai adanya unsur kesengajaan di balik bocornya dokumen kontrak Pirlo ke media massa.
Mereka mengindikasikan isu tersebut sengaja dihembuskan pihak tertentu yang meragukan kapasitas teknis serta rekam jejak kepelatihan Pirlo yang masih minim. Di sisi lain, Malago dikabarkan terus berupaya meredam tensi politik internal sebelum melangkah ke pendaftaran kandidat pelatih baru.






