Bayi Rewel Malam Hari? Ini Fakta Medis dan Penjelasan Ilmiah Penyebab Sawan

5 Juli 2026, 04:45 WIB

Menghadapi kondisi bayi nangis terus tiap malam sering kali membuat orang tua merasa cemas, lelah, dan kebingungan. Banyak mitos berkembang di masyarakat yang mengaitkan kondisi ini dengan gangguan makhluk halus atau fenomena supranatural. Padahal, dari sudut pandang medis dan psikologis, ada penjelasan ilmiah yang sangat rasional mengenai penyebab di balik perilaku bayi yang mendadak rewel tersebut.

Sebagai orang tua, sangat penting untuk menyikapi situasi ini secara objektif, empatis, dan berbasis bukti. Memahami perbedaan antara kondisi fisik bayi dan gejala psikologis akan membantu memberikan penanganan yang tepat dan cepat. Artikel ini akan mengupas tuntas dari sisi medis hingga pandangan jurnalistik keagamaan untuk menjawab kekhawatiran Anda.

Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan medis spesifik untuk anak Anda.

Memahami Penyebab Medis di Balik Bayi yang Menangis Tiba-tiba

Saat bayi mendadak menangis histeris di malam hari, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memeriksa kenyamanan fisik dan kondisi kesehatannya. Kebiasaan masyarakat sering kali langsung mengaitkan kondisi ini dengan istilah tradisional seperti sawan. Berdasarkan penjelasan dari dr. Reza Fahlevi, Sp.A, seorang Dokter Spesialis Anak yang dilansir dari KlikDokter, istilah sawan atau kejang pada anak biasanya diakibatkan oleh kondisi medis nyata seperti demam tinggi.

Selain kejang demam, ada kondisi klinis lain yang kerap menyerang saluran pencernaan bayi, yang dikenal sebagai kolik infantil. Kolik ditandai dengan kondisi bayi yang rewel dan tidak berhenti menangis selama tiga jam atau lebih dalam sehari. Pola menangis ini umumnya terjadi di waktu yang sama, terutama pada sore atau malam hari, akibat akumulasi gas atau ketidakmatangan sistem pencernaan bayi.

Faktor Risiko Genetik pada Kejang Anak

Kondisi medis yang memicu anak mendadak rewel atau kejang juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan. Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Korean Journal of Pediatrics, sebesar 25-40 persen pasien menunjukkan adanya riwayat keluarga yang positif mengalami kejang. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui riwayat kesehatan keluarga guna mengantisipasi serangan kejang atau sawan ini secara cepat.

Perbedaan Pola Perilaku Bayi Rewel

Untuk memudahkan orang tua dalam mengidentifikasi apakah tangisan bayi disebabkan oleh masalah medis atau fase perkembangan emosional, berikut adalah tabel perbandingan gejalanya:

Perbandingan Karakteristik Kondisi Medis dan Emosional pada Bayi
Karakteristik Kolik Infantil Sawan (Kejang Demam) Fase Tantrum
Durasi Menangis 3 jam atau lebih Beberapa menit Bervariasi
Gejala Utama Perut kembung, kaki menekuk Tubuh kaku, kelojotan Menolak, berteriak, marah
Pemicu Utama Gas saluran cerna Suhu tubuh meningkat Frustrasi emosional
Faktor Genetik 25% sampai 40%

Perspektif Islam Mengenai Bayi Rewel dan Gangguan Ain

Di samping penjelasan medis, masyarakat Indonesia juga kerap mencari tahu "kenapa bayi sering nangis tiba tiba menurut islam". Dalam khazanah keislaman, kondisi anak yang mendadak rewel tanpa sebab medis yang jelas sering kali dikaitkan dengan gangguan jin atau penyakit ain (pandangan mata yang disertai rasa iri, dengki, atau takjub yang berlebihan).

Penyakit ain pada balita bisa terjadi ketika seseorang memuji anak secara berlebihan tanpa melibatkan zikir atau pujian kepada Allah Swt. Hal ini dapat memengaruhi kondisi psikologis dan spiritual anak secara tidak langsung. Memahami perbedaan tantrum dan ain menjadi krusial agar orang tua tidak salah memberikan penanganan emosional atau spiritual.

Edukasi Tauhid Sejak Dini Menurut Praktisi

Dalam menyikapi fenomena anak yang diduga terkena gangguan non-medis, penanaman fondasi spiritual sejak dini sangat dianjurkan. Ustadz Muhammad Faizar, seorang praktisi Ruqyah Syari'iyah dan dai asal Purwokerto, menjelaskan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengenalkan konsep ketuhanan pada anak.

"Orang tua harus mengenalkan tauhid kepada anak sejak usia dini, misalkan kasih tahu kalau kucing itu adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah."

Melalui pendekatan yang disampaikan dalam artikel kalam.sindonews.com tersebut, anak akan tumbuh dengan mental dan spiritual yang kuat. Ustadz Muhammad Faizar juga menyarankan agar anak di bawah usia 1 tahun didekatkan atau secara rutin didengarkan ayat-ayat suci Al-Qur'an sebagai sarana menenangkan jiwa mereka.

Ikhtiar Doa Perlindungan untuk Anak

Bagi orang tua yang mencari doa agar anak tidak rewel malam hari, tuntunan Islam telah memberikan panduan yang jelas melalui hadis-hadis sahih. Rasulullah Swt. dahulu sering membacakan doa perlindungan untuk cucu-cucunya, sebagaimana termaktub dalam beberapa riwayat berikut:

  • Berdasarkan Hadis Nabi riwayat HR. Bukhari & Abu Daud Nomor 3371, terdapat doa memohon perlindungan dari setan, binatang berbisa, dan pandangan mata yang jahat (ain).
  • Berdasarkan Hadis Nabi riwayat HR. Ahmad Nomor 24442, ditegaskan pula pentingnya perlindungan berkala bagi anak-anak kecil dari segala mara bahaya yang tidak terlihat.
Doa Perlindungan Anak dari Gangguan Jin dan Bacaan Murottal Pengantar Tidur | Eri Abdul Rohim

Langkah Praktis dan Cara Mengatasi Anak Sawan Secara Medis

Ketika menghadapi situasi darurat di mana anak mengalami sawan atau kejang akibat demam, orang tua dilarang keras panik. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melonggarkan pakaian anak dan membaringkannya di tempat yang aman dengan posisi miring, guna mencegah anak tersedak apabila mengeluarkan cairan dari mulut.

Jangan memasukkan benda apa pun, seperti sendok atau jari tangan, ke dalam mulut anak yang sedang kejang karena berisiko menyumbat jalan napas atau mencederai rahang. Monitor suhu tubuh anak menggunakan termometer, dan segera berikan obat penurun panas generik seperti parasetamol dengan dosis yang direkomendasikan dokter apabila anak sudah sadar penuh.

Jika tangisan bayi dipicu oleh kolik, lakukan pemijatan lembut pada area perut bayi dengan gerakan searah jarum jam (pijat ILU) menggunakan minyak telon hangat. Menggendong bayi dengan posisi tegak setelah menyusui juga sangat efektif untuk membantu membuang gas dalam lambung melalui proses bersendawa. Apabila kejang berlangsung lebih dari lima menit atau disertai dengan penurunan kesadaran, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Menjaga keseimbangan antara ikhtiar medis untuk memeriksa kesehatan fisik anak dan ikhtiar spiritual melalui doa-doa perlindungan merupakan kombinasi terbaik dalam merawat buah hati. Memastikan lingkungan tidur anak tetap tenang, sejuk, dan minim stimulasi cahaya di malam hari akan sangat membantu meningkatkan kualitas tidur dan meminimalkan risiko anak terbangun dalam kondisi histeris.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang