Sama-Sama Vegetatif Alami Kenapa Cara Berkembang Biak Jahe Berbeda dengan Pegagan

20 Juni 2026, 14:19 WIB

Bagi Anda yang gemar bercocok tanam atau mengoleksi tanaman herbal, pertanyaan seperti "apa perbedaan akar tinggal dan geragih" sering kali muncul saat memperhatikan area bawah permukaan tanah. Memahami struktur ini sangat penting agar kita tidak keliru saat ingin memperbanyak tanaman di pekarangan rumah secara mandiri. Secara mendasar, jahe dan pegagan (Centella asiatica) sebenarnya berada dalam kelompok yang sama dalam hal sistem reproduksi, yaitu perkembangbiakan vegetatif alami.

Artinya, kedua tanaman ini melakukan reproduksi aseksual tanpa melibatkan proses peleburan gamet jantan dan betina sama sekali. Meskipun sama-sama tidak membutuhkan perkawinan, mekanisme biologis dan organ modifikasi yang digunakan oleh kedua tanaman ini benar-benar berbeda. Perbedaan mencolok tersebut terletak pada arah pertumbuhan batang, ketebalan jaringan, serta kemampuan organ tersebut dalam menyimpan cadangan energi tanaman.

Mari kita bedah entitas pertama terlebih dahulu, yaitu tanaman jahe yang memanfaatkan modifikasi batang unik di dalam tanah. Berdasarkan studi yang dirilis oleh Biology LibreTexts, rhizoma didefinisikan sebagai batang bawah tanah horizontal yang mengeluarkan akar dan tunas dari ruas-ruasnya.

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, banyak pemula salah mengira bahwa bagian jahe yang tertanam di dalam tanah adalah akar sejati. Padahal, jika Anda membersihkan tanah yang menempel pada jahe, Anda akan melihat struktur beruas-ruas yang sangat mirip dengan buku jari manusia. Ruas-ruas pendek dan tebal pada rimpang jahe ini merupakan tempat utama munculnya mata tunas baru sekaligus akar-akar serabut. Batang yang tebal ini memiliki fungsi ekologis yang sangat vital bagi kelangsungan hidup kelompok tumbuhan jahe-jahean.

Batang yang tebal memungkinkan rhizoma jahe untuk menyimpan lebih banyak cadangan makanan, sehingga tunas baru memiliki suplai energi yang melimpah saat mulai tumbuh.

Tanaman induk jahe akan terus menyalurkan nutrisi ke ruas-ruas tersebut sampai tunas dan akar baru dinilai cukup kuat untuk mandiri. Ketika rhizoma tersebut kita potong, bagian yang terpisah akan langsung tumbuh menjadi individu tanaman baru yang mandiri tanpa mengalami stres berlebih.

Memahami Sistem Geragih pada Tanaman Pegagan

Kondisi yang sepenuhnya berbeda akan Anda temukan ketika beralih mengamati tumbuhan pegagan yang tumbuh menjalar di permukaan tanah. Berdasarkan studi dari Encyclopedia Britannica, stolon atau geragih atau runner didefinisikan sebagai cabang horizontal yang dapat menumbuhkan akar dan tunas. Kesalahan umum yang saya lihat adalah menyamakan kekuatan daya tahan potongan geragih dengan potongan rimpang jahe saat proses pembibitan. Geragih pegagan tumbuh memanjang secara horizontal di atas permukaan tanah, atau terkadang sedikit terbenam di lapisan kulit tanah yang sangat dangkal.

Merujuk pada data ilmiah dari Biology Wise, stolon pegagan memiliki batang yang jauh lebih tipis sehingga hanya bisa menyimpan sedikit cadangan makanan. Hal ini membuat pegagan sangat bergantung pada kecepatan akar baru untuk langsung menyerap nutrisi dari tanah sekitarnya. Sifat batangnya yang tipis dan memanjang membuat pegagan mampu menyebar dengan sangat cepat di atas permukaan area tanam. Begitu ruas stolon menyentuh tanah yang lembap, sistem biologis pegagan akan langsung memicu pertumbuhan akar ke bawah dan tunas daun ke arah atas.

Perbedaan Cara Perkembangbiakan Tumbuhan Jahe dan Pegagan | Brainly Indonesia

Tabel Komparasi Anatomi dan Fitur Perkembangbiakan

Untuk memudahkan Anda dalam memetakan perbedaan kedua sistem vegetatif alami ini, struktur biologis keduanya telah dirangkum secara sistematis. Detail ini mengacu pada perbedaan bentuk fisik, lokasi pertumbuhan, hingga kapasitas penyimpanan energi masing-masing tanaman.

Perbandingan Ciri Fisik dan Karakteristik Reproduksi Jahe dan Pegagan
Parameter Perbandingan Rhizoma (Jahe) Stolon / Geragih (Pegagan)
Lokasi Pertumbuhan Batang Di bawah permukaan tanah Di atas atau sejajar permukaan tanah
Ketebalan Jaringan Batang Tebal dan pendek Sangat tipis dan memanjang
Kapasitas Cadangan Makanan Banyak / Tinggi Sedikit / Rendah
Bentuk Ruas Jaringan Mirip buku jari Batang silinder memanjang
Arah Penyebaran Tunas Samping dalam tanah Menjalar luas di permukaan

Panduan Praktis Memperbanyak Jahe Lewat Metode Rhizoma

Dari pengalaman saya menangani pembibitan tanaman rimpang, keberhasilan memotong jahe sangat ditentukan oleh pemilihan mata tunas yang sehat. Mengingat jahe memiliki cadangan makanan yang tebal, proses ini jauh lebih toleran terhadap perubahan kelembapan tanah.

  1. Pilihlah rimpang jahe tua yang sudah memiliki minimal dua hingga tiga mata tunas yang menonjol pada bagian ruasnya.
  2. Potong rimpang menggunakan pisau steril menjadi beberapa bagian, pastikan setiap potongan membawa minimal satu mata tunas utuh.
  3. Angin-anginkan potongan rimpang selama dua hari sampai bekas sayatan mengering dan membentuk lapisan pelindung alami.
  4. Tanam potongan tersebut ke dalam media tanam gembur dengan kedalaman sekitar lima hingga tujuh sentimeter di bawah permukaan tanah.
  5. Lakukan penyiraman secara berkala tanpa membuat media tanam menjadi terlalu basah agar rimpang tidak membusuk.

Langkah Tepat Memperbanyak Pegagan Lewat Jalur Stolon

Metode penanganan untuk pegagan membutuhkan pendekatan yang jauh lebih hati-hati dan responsif karena keterbatasan cadangan makanan pada batangnya. Pembaca sering bertanya "bagaimana cara jahe berkembang biak secara vegetatif" dan mengira caranya sama persis dengan pegagan, padahal perlakuannya berbeda.

  1. Carilah jalinan stolon pegagan yang sudah menjalar matang dan telah memunculkan daun-daun kecil di bagian ruasnya.
  2. Identifikasi bagian ruas yang sudah mulai mengeluarkan bakal akar serabut putih kecil yang mengarah ke tanah.
  3. Potong bagian stolon di antara dua tanaman induk, pastikan Anda menyertakan segumpal tanah bawaan pada bagian akar tersebut.
  4. Pindahkan potongan stolon ke wadah baru secara instan untuk mencegah jaringan batang tipis tersebut mengalami dehidrasi.
  5. Tempatkan di area yang teduh serta jaga kelembapan udara sekitar secara konstan selama minggu pertama masa pemindahan.

Dampak Struktur Batang terhadap Strategi Bertahan Hidup

Jika dicermati lebih dalam, perbedaan bentuk batang ini mencerminkan strategi adaptasi evolusi masing-masing tumbuhan terhadap lingkungan. Dilansir dari Kompas, perbedaan cara perkembangbiakan tumbuhan jahe dan pegagan ini memengaruhi efisiensi pemulihan tanaman saat terjadi kerusakan lingkungan.

Jahe dengan rhizoma tebalnya dipersiapkan untuk menghadapi kondisi kering atau cuaca ekstrem yang membuat daun di atas tanah mati. Cadangan makanan di dalam tanah menjaga mata tunas tetap hidup hingga berbulan-bulan sampai kondisi lingkungan kembali membaik. Sebaliknya, pegagan mengutamakan strategi perluasan wilayah yang agresif di atas permukaan tanah lewat stolon tipisnya.

Kehilangan satu ruas stolon akibat injakan atau gigitan hewan tidak akan menghentikan koloni pegagan karena ruas lain akan terus menjalar secara mandiri. Pemilihan wadah dan ruang tanam harus disesuaikan secara akurat dengan karakteristik biologis batang modifikasi dari kedua komoditas herbal ini. Gunakan pot dalam yang longgar untuk mengakomodasi pembesaran rhizoma jahe bawah tanah, sementara pegagan memerlukan pot lebar atau bedengan terbuka agar stolon bebas menjalar ke segala arah.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang