Badan Gizi Nasional Klarifikasi Pembukaan 13 Ribu Dapur MBG Bertahap

6 Agustus 2026, 22:16 WIB

Badan Gizi Nasional menepis narasi pembukaan 13 ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi secara serentak dalam jumpa pers perbaikan tata kelola Makan Bergizi Gratis di Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono meluruskan bahwa data 13 ribu dapur tersebut merupakan pemetaan status fasilitas yang ada, baik titik lokasi baru maupun bangunan yang telah selesai dikerjakan.

"Sempat ramai, Pak Menko, ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13 ribu dapur, bukan. Jadi sudah ada di data kita sekitar 13 ribu lebih dapur yang statusnya ada semua, ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai," kata Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.

Pihak BGN saat ini tengah mencocokkan data internal dengan kementerian terkait guna memetakan wilayah prioritas penanganan stunting sebelum mengoperasikan fasilitas secara perlahan mulai pekan depan.

"Maka dari data ini kita overlay dengan data Kementerian Kesehatan, mana yang prioritas, yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali. Itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan dapur yang sudah siap. Ini insyaallah di minggu depan, kita pelan-pelan rilis yang sudah siap ini," ucap Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.

Berdasarkan hasil pencocokan data tersebut, tercatat 1.700 dapur siap pakai di area kerawanan stunting tinggi, dengan target aktivasi sekitar 300 dapur secara bertahap pada tahap awal.

"Dari data overlay tadi, ada 1.700 dapur sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah yang stunting tinggi dan stunting sekali. Ini bertahap kita bereskan. Nanti insyaallah mungkin minggu depan ada sekitar 300-an yang kita aktivasi, minggu depannya lagi. Sehingga, 13 ribu ini kemudian mana yang memang belum perlu, ini kita sisir semua," jelas Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.

Selain menyasar wilayah stunting, BGN juga melakukan pemeriksaan kesiapan SPPG di lingkungan pondok pesantren serta menjamin transparansi sistem untuk mencegah praktik percaloan.

"Jangan sampai, mohon maaf, kadang-kadang pernyataan sedikit itu kemudian pemahamannya berbeda. Karena pemahamannya berbeda, ada oknum-oknum yang kemudian, mohon maaf, Pak Menko, menjajakan jasa di level bawah. Jadi saya pastikan kalau ada orang mengaku orangnya siapa pun kemudian bisa membantu, saya pastikan bohong. Jadi semua kita by system dan kita transparan semuanya," tegas Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.

Pengawasan juga mencakup penyisiran 27 ribu target penerima manfaat di sekolah-sekolah, dengan prioritas utama dialokasikan untuk kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

"Keputusan-keputusan sudah diambil. Yang jelas kita, yang ada sekarang ini ada 27 ribu sekian, kita lagi sisir termasuk penerima manfaat di sekolah mana, kita sisir semua, beres. Kemudian minggu depan mana yang kurang itu prioritas kita, daerah Papua, NTT, Nias, daerah-daerah yang jauh di Kepulauan Maluku Utara, Maluku, itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan," pungkas Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang