Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa satu keluarga akibat siswa membawa pulang makanan ke rumah, seperti dilansir dari Detik Finance pada Rabu (5/8/2026).
Peristiwa tersebut terjadi karena paket makanan yang seharusnya dimakan langsung di sekolah justru dikonsumsi bersama anggota keluarga lain di luar batas waktu rekomendasi.
"Dapurnya ya kemudian sudah diberikan ke siswanya di waktu yang juga masih sesuai, ya. Benar itu jam 9, jam 10, dan bener dari mulai selesai masak sampai dimakan itu ya, bener. Tapi kemudian dia bungkus, dibawa pulang dan dikonsumsi bersama keluarga yang lain. Sehingga yang keracunan bukan hanya siswanya tapi termasuk anggota keluarga yang mengkonsumsi makanan itu," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Guna mengatasi persoalan ini, pihak BGN menunjuk guru sekolah sebagai Person in Charge (PIC) yang bertugas memberikan edukasi langsung kepada seluruh siswa penerima manfaat.
"Jadi di sekolah itu sudah ada namanya PIC yang sudah ada insentifnya. Jadi guru di sekolah itu tidak terganggu mengajarnya karena Makan Bergizi. Bahkan guru itu kemudian juga menjadi bagian dari penerima manfaat MBG dalam tujuannya adalah untuk mengedukasi siswa-siswanya," terang Sudaryono.
Insentif khusus disiapkan bagi para guru PIC agar tugas tambahan pengawasan program MBG tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar.
"Edukasi terkait tata kramanya, mengantrinya, cuci tangannya, ya, kemudian nyusun omprengnya, berdoanya, bersyukurnya, dan lain-lain. Termasuk juga menjelaskan kandungan gizinya dan mencegah tadi itu, yang ini jangan dibawa pulang, yang ini gitu. Jadi kita ke depan ini kita berusaha untuk bagaimana fungsi-fungsi edukasi ini betul-betul secara konsekuen itu kita terapkan," terang Sudaryono.







