BNN Ajak Mahasiswa Universitas Majalengka Cegah Bahaya Narkotika

7 Agustus 2026, 03:47 WIB

Badan Narkotika Nasional RI (BNN) mendorong peran aktif mahasiswa sebagai garda terdepan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat dan akademisi. Langkah ini ditegaskan Kepala BNN Komjen Pol Dr (HC) Suyudi Ario Seto dalam Kuliah Umum Nasional di Universitas Majalengka (UNMA), Majalengka, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026), dilansir dari Detikcom.

"Kepada seluruh mahasiswa, bisa menjadi agen pencegahan terdepan, agent of change, social control, dan agent leader," ujar Suyudi.

Suyudi menyampaikan lima pesan penting bagi civitas akademika UNMA, yang diawali dengan dorongan untuk menjadikan area kampus sebagai ruang aman. Pihaknya meminta penggabungan layanan konseling, edukasi kesehatan mental, dan kegiatan kemahasiswaan secara terpadu.

"Kampus harus menjadi tempat mahasiswa merasa didengar, didampingi, dan diarahkan. Layanan konseling, edukasi kesehatan mental, dan kegiatan mahasiswa harus disatukan," kata Suyudi.

Selanjutnya, Kepala BNN menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai pilar utama pencegahan melalui komunikasi antar-teman sebaya.

"Karena itu, mahasiswa dapat menjadi peer educator, penggerak komunitas, pembuat konten edukatif, dan menjaga lingkungan pergaulannya tetap sehat," kata Suyadi.

Pesan ketiga menyasar optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup penyusunan kurikulum anti-narkotika, riset pola kerentanan remaja, serta pengabdian masyarakat.

"Melalui penelitian, kampus dapat membantu pemerintah memahami pola kerentanan remaja, dampak digital, dan efektivitas program pencegahan. Melalui pengabdian kepada masyarakat, dari pihak kampus juga dapat turun ke desa, ke sekolah-sekolah, ke komunitas-komunitas, dan lingkungan keluarga untuk memperkuat daya tangkal," kata Suyadi.

Kepala BNN juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan mahasiswa di tengah perkembangan teknologi modern.

"Keempat, jaga ruang digital. Mahasiswa hari ini hidup dalam ekosistem digital," sambungnya.

Pada poin terakhir, Suyudi menekankan pentingnya pembentukan karakter yang berlandaskan disiplin, tanggung jawab, dan keberanian untuk menolak penyalahgunaan obat-obatan melarang.

"Karakter yang kuat dibangun dari disiplin, tanggung jawab, keberanian untuk berkata 'tidak', kemampuan memimpin lingkungan, dan kesadaran bahwa hidup harus memiliki tujuan yang lebih besar daripada hari ini," kata Suyadi.

BNN berharap UNMA dapat merealisasikan komitmennya untuk menjadi bagian dari program Kampus Bersinar (Bersih dari Narkotika).

"Saya percaya dari Universitas Majalengka akan lahir generasi muda yang bukan hanya cerdas, tetapi juga tangguh. Bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu bekerja," sebut Suyudi.

"Bukan hanya mengejar gelar, tetapi siap memberi manfaat. Inilah deklarasi generasi muda Indonesia menuju 2045," sambungnya.

Agenda tersebut dihadiri Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Ketua DPRD Majalengka Didi Supriadi, Direktur Transmedia Latif Harnoko, jajaran OPD Kabupaten Majalengka, mahasiswa, dan masyarakat umum, serta didukung Bank Mandiri sebagai bagian ekosistem Danantara.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang