BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Capai 529 Persen

6 Agustus 2026, 09:01 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II 2026 di Jakarta, Rabu (5/8/2026). Capaian ini ditopang oleh kontribusi besar dari lima sektor lapangan usaha utama.

Seperti dilansir dari Detik Finance, lima sektor penopang tersebut meliputi industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta pertambangan. Sektor-sektor ini mendominasi sebagian besar struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Lapangan usaha pertama yang memberikan kontribusi besar kepada PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan. Total kelima lapangan tersebut mencakup sekitar 63,73% dari total PDB Indonesia," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor BPS Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Di sisi lain, beberapa sektor menunjukkan lonjakan kinerja yang sangat tinggi. Sektor pengadaan listrik dan gas menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 10,81 persen.

"Peningkatan ini disebabkan peningkatan penjualan listrik semua segmen konsumen, utamanya rumah tangga, bisnis dan industri," katanya.

Pertumbuhan kuat juga tercatat pada sektor penyediaan akomodasi makan minum yang menguat 10,60 persen. Kenaikan ini terdorong oleh tingkat okupansi hotel dan perluasan jangkauan program penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Informasi dan komunikasi tumbuh 6,97% ditopang oleh semakin luasnya pemanfaatan jasa telekomunikasi di berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan dan perdagangan, dan lainnya," tambahnya.

Meskipun mayoritas sektor mengalami penguatan, lapangan usaha pertambangan justru mencatatkan penurunan atau kontraksi sebesar 1,64 persen. Penurunan tajam terjadi pada pertambangan bijih logam yang merosot hingga 9,42 persen akibat berkurangnya produksi komoditas seperti bijih bauksit, timah, dan nikel.

"Selain itu belum pulihnya operasi tambang bawah tanah di Grasberg di provinsi Papua Tengah pasca insiden longsor pada September 2025," ungkapnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang