BPS Catat Rasio Gini Indonesia Naik Jadi 0 368 Pada Maret 2026

6 Agustus 2026, 11:16 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rasio gini atau tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia mencapai 0,368 pada Maret 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,005 poin jika dibandingkan dengan kondisi pada September 2025.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan indikator ketimpangan diukur menggunakan rasio gini dengan rentang skala 0 hingga 1. Peningkatan angka rasio gini mengindikasikan tingkat ketimpangan yang semakin tinggi di masyarakat.

"Pada bulan Maret 2026 ketimpangan Indonesia tercatat sebesar 0,368 atau naik sebesar 0,005 poin dari September 2025," ujar Edy dalam Konferensi Pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Hasil pendataan BPS menunjukkan ketimpangan di wilayah perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding pedesaan. Rasio gini wilayah perkotaan pada Maret 2026 berada di angka 0,387, mengalami kenaikan 0,004 poin dari posisi September 2025.

"Sementara itu sementara itu ketimpangan di pedesaan pada bulan Maret 2026 sebesar 0,296 lebih tinggi 0,01 poin jika dibandingkan dengan bulan September 2025," kata Edy.

Di sisi lain, BPS juga melaporkan data mengenai jumlah penduduk miskin di Indonesia yang mencapai 22,93 juta orang pada Maret 2026. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 430 ribu orang jika dibandingkan dengan periode September 2025.

"Kemudian tingkat kemiskinan di pedesaan sebesar 10,67% lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kemiskinan di perkotaan yang sebesar 6,34%," kata Edy.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang