BRI Berdayakan 60 Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon

30 Juni 2026, 22:31 WIB

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli menyelenggarakan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Langkah ini ditujukan bagi pekerja migran yang sudah menyelesaikan masa kontrak di luar negeri.

Seperti dilansir dari Papanskor, program pemberdayaan kali ini melibatkan 60 orang purna PMI yang berasal dari Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon.

Para purna PMI menerima pembekalan berupa pelatihan dasar kewirausahaan, pemetaan potensi usaha, serta analisis peluang pasar lokal. Selain itu, materi juga mencakup penyusunan rencana usaha, manajemen produksi, pemasaran, keuangan, motivasi bisnis, hingga pendampingan intensif.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa program pemberdayaan purna PMI dirancang untuk membekali berbagai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan guna membangun ketahanan ekonomi, baik melalui pengembangan usaha maupun peningkatan peluang kerja di dalam negeri.

Inisiatif ini berfokus pada peningkatan pemahaman dan keahlian berwirausaha agar purna migran mampu mengelola bisnis yang berkelanjutan. Peserta diarahkan untuk merintis atau memajukan usaha produktif yang relevan dengan potensi wilayah masing-masing.

Proses pembinaan juga dilengkapi dengan fasilitas pendampingan bisnis yang berjalan secara berkala demi memastikan pertumbuhan usaha yang kompetitif.

“Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, mereka diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, sekaligus berkontribusi secara aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” jelas Dhanny.

Data penempatan PMI per Desember 2025 dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mencatat Jawa Barat sebagai wilayah asal PMI terbesar nasional dengan porsi 21,93 persen.

Kabupaten Cirebon menduduki posisi lima besar daerah asal PMI dengan kontribusi 4,02 persen. Wilayah ini mencatat kenaikan jumlah migran dari 767 orang menjadi 886 orang atau tumbuh 15,51 persen pada tahun 2025.

“Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Cirebon merupakan salah satu wilayah prioritas dalam upaya pemberdayaan purna migran yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta ketahanan ekonomi, mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha produktif yang mereka kelola, serta membuka peluang penghidupan yang berkelanjutan di dalam negeri,” imbuh Dhanny.

Manfaat besar dari kegiatan ini turut dirasakan oleh Tanipa, seorang purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon yang sebelumnya pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura.

Melalui program ini, para purna migran tidak hanya mempelajari validasi bisnis, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai literasi keuangan, pengelolaan kas usaha, hingga strategi ekspansi pasar.

“Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan purna PMI dalam mengembangkan usaha. Saya berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan oleh BRI agar semakin banyak purna PMI yang merasakan manfaat positif dari program tersebut,” tegas Tanipa.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang