BRIN Kembangkan Teknologi ANG Pengehemat Devisa Negara

7 Agustus 2026, 08:31 WIB

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan inovasi teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026), dilansir dari Detik Finance. Ratusan peneliti hadir untuk memamerkan produk riset canggih tersebut.

Teknologi ANG dirancang memanfaatkan material adsorben berpori Metal Organic Frameworks (MOF). Inovasi ini memungkinkan penyimpanan gas alam pada tekanan yang jauh lebih rendah dibandingkan metode kompresi konvensional sehingga lebih aman untuk kebutuhan rumah tangga.

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan keberadaan potensi produk riset yang berpeluang besar mendukung efisiensi energi nasional meskipun belum sepenuhnya masuk pasar komersial.

"Ada produk potensial yang memang belum bisa masuk pasar tapi ini punya prospek yang bagus. Seperti produk-produk untuk apa namanya ANG atau Adsorbed Natural Gas ya yang itu bisa menjadi salah satu poin untuk revolusi energi di Indonesia," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Pemanfaatan teknologi ini diklaim mampu menekan ketergantungan belanja impor gas nasional secara signifikan.

"Kita bisa memberikan solusi untuk menghemat gas, untuk bisa menghemat devisa," beber Arif.

Sistem penyimpanan ini bekerja pada tekanan kurang dari 30 bar. Karakteristik tersebut membuatnya berpotensi menjadi opsi alternatif pengganti tabung LPG masyarakat.

"Karena kalau ANG tadi bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar ya, maka itu bisa menjadi pengganti LPG. Jadi ini salah satu andalan kita yang nanti akan bisa memberikan solusi untuk bidang energi," ujar Arif.

Pengembangan material MOF memiliki luas permukaan internal yang sangat tinggi hingga melebihi 7.000 m² per gram material. Struktur nano-pori ini berfungsi menyerap gas metana dalam volume besar namun tetap berada pada tekanan rendah.

Riset yang dilakukan Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN mencatat efisiensi daya serap material MOF saat ini sudah mendekati angka optimal dalam pengujian laboratorium.

Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN, Joddy Arya Laksmono, menyampaikan bahwa saat ini BRIN telah berhasil membuat MOF dengan daya serap gas mendekati 95% dan pengujian sudah mencapai 700 kali siklus.

Lembaga riset tersebut menargetkan keandalan penggunaan material dalam jangka panjang sebelum diaplikasikan secara luas.

"Target kami 1000 siklus, artinya MOF bisa digunakan selama minimal 5 tahun. Setelah itu, hanya MOF-nya saja yang diganti tetapi tabung tetap sama," tegasnya dalam keterangannya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang