Pesawat Airbus A320 milik maskapai British Airways rute Dusseldorf menuju London mengeluarkan sinyal darurat Mayday saat mendekati Bandara Heathrow pada 6 Juli 2026. Berdasarkan laporan Otoritas Investigasi Keselamatan Penerbangan Prancis (BEA) yang dilansir dari Detik Travel, panggilan darurat tersebut dikirimkan setelah timbul dua kali peringatan stall pada pesawat.
Insiden bermula ketika sistem data penerbangan mengalami kegagalan fungsi saat pesawat hendak mendarat di Heathrow. Awak pesawat kemudian mengambil alih kemudi dengan mengubah mode penerbangan ke hukum alternatif yang menonaktifkan sejumlah sistem perlindungan penerbangan otomatis.
Gangguan lanjutan terjadi saat pesawat berada di ketinggian 3.000 kaki atau hanya berjarak beberapa mil dari area bandara. Munculnya peringatan stall kedua mendorong kru untuk menaikkan status panggilan darurat menjadi sinyal Mayday yang menandakan adanya potensi bahaya serius bagi keselamatan penerbangan. Meskipun demikian, pesawat berhasil mendarat selamat tanpa insiden susulan.
Badan Investigasi Kecelakaan Udara Inggris (AAIB) kini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab utama gangguan tersebut. Pihak maskapai British Airways juga menyatakan siap memberikan bantuan penuh dalam proses investigasi teknis yang sedang berjalan.
Penyelidik keselamatan penerbangan David Gleave memberikan pandangan teknis terkait keputusan pilot dalam situasi darurat.
"Anda mungkin memiliki penumpang yang sakit di dalam pesawat yang membutuhkan perawatan medis segera. Jadi terserah pada kebijaksanaan kapten untuk melakukan panggilan apa, tetapi sangat tidak biasa jika itu adalah kegagalan signifikan di dalam pesawat," kata David Gleave, Penyelidik Keselamatan Penerbangan.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi tambahan mengenai hasil akhir dari investigasi teknis yang dilakukan oleh tim keselamatan penerbangan Inggris.







