BSI dan Danantara Perkuat Ekosistem UMKM Integratif

5 Agustus 2026, 16:46 WIB

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kolaborasi dengan Danantara Indonesia untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui ekosistem pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara terintegrasi.

Langkah strategis ini direalisasikan melalui pengoperasian 35 Sentra UMKM, empat BSI UMKM Center, serta 23 Desa BSI yang tersebar di berbagai wilayah tanah air, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Inisiatif tersebut dirancang tidak sekadar untuk membukakan akses modal, melainkan juga membangun ekosistem pendukung agar para pelaku usaha dapat naik kelas, memenuhi kriteria bankable, hingga menembus pasar domestik dan internasional.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menyatakan bahwa sektor UMKM memegang peranan sebagai tulang punggung perekonomian nasional sekaligus menjadi pintu masuk utama pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

Oleh karena itu, BSI menerapkan pendekatan end-to-end yang mencakup pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sertifikasi halal, pembiayaan syariah, digitalisasi, hingga perluasan pasar.

"BSI saat ini memiliki lebih dari 340 ribu nasabah UMKM. Dari jumlah tersebut BSI bersama Danantara juga membangun empat UMKM Center untuk melakukan pembinaan secara khusus agar UMKM tersebut naik kelas. Saat ini lebih dari 6.000 UMKM memperoleh pendampingan dari BSI UMKM Center yang berada di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

"UMKM Center berfungsi sebagai pusat pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, akses pembiayaan, sekaligus showcasing produk-produk UMKM binaan agar tumbuh menjadi usaha yang sehat, legal, feasible, bankable, dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan komitmen kami menjadikan UMKM tidak hanya sekadar pembiayaan, melainkan ekosistem yang membuat pelaku usaha benar-benar naik kelas, sejalan dengan visi pemerintah," imbuh Anggoro.

Penguatan sektor usaha kecil ini bertumpu pada lima pilar utama, yaitu peningkatan kualitas SDM, percepatan sertifikasi halal, pengembangan rantai pasok halal dari hulu ke hilir, penyaluran pembiayaan syariah, serta akselerasi inovasi digital.

Dalam ekosistem ini, pembentukan 35 Sentra UMKM memanfaatkan alokasi dana zakat untuk memberdayakan pelaku usaha mustahik agar bertransformasi menjadi unit bisnis yang legal, feasible, dan bankable.

Sementara itu, pendirian 23 Desa BSI ditujukan guna mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis pedesaan.

Komitmen penyaluran modal ditunjukkan melalui realisasi pembiayaan ritel dan UMKM yang mencapai Rp54,80 triliun hingga Mei 2026, atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,14 persen secara tahunan (YoY).

Portofolio pembiayaan tersebut telah dikucurkan kepada lebih dari 340 ribu pelaku usaha melalui skema KUR Syariah, Mikro, dan SME.

Akselerasi transformasi digital juga terus didorong melalui pengoptimalan Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, serta aplikasi BYOND by BSI agar para pelaku usaha semakin adaptif di era digital.

"Ketika UMKM naik kelas, manfaatnya tidak berhenti pada satu pelaku usaha. Dampaknya akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat industri halal, dan menggerakkan ekonomi daerah. Inilah nilai ekonomi dan peran bank syariah sekaligus nilai sosial yang terus kami bangun bersama Danantara Indonesia," kata Anggoro.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang