Buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 198-200 Muat Kunci Jawaban Analisis Cerpen dan Novel

17 Juni 2026, 02:16 WIB

Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka memuat latihan soal pada buku halaman 198 hingga 200. Latihan ini bertujuan mengasah kemampuan siswa dalam memahami teks serta menganalisis isi bacaan secara kritis.

Soal-soal dalam bagian tersebut berkaitan dengan pemahaman isi, struktur, serta pesan yang ingin disampaikan dalam teks. Artikel ini hadir sebagai referensi untuk memudahkan siswa dalam mengerjakan soal.

Dikutip dari Adjar melalui TribunSolo, berikut adalah pemaparan kunci jawaban untuk materi Bahasa Indonesia kelas 11 SMA pada halaman 198, 199, dan 200.

Pada Bagian I, siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan konflik di dalam sebuah cerita pendek (cerpen).

Pertanyaan pertama mengenai amanat konflik dalam cerpen tersebut. Jawaban yang tepat adalah pilihan A, yaitu kepercayaan dan harapan merupakan motivasi besar untuk meraih keberhasilan dan kebahagiaan.

Pertanyaan kedua mengenai jenis konflik dalam cerpen tersebut. Siswa dapat menganalisis jenis konflik yang terjadi berdasarkan teks yang dibaca.

Pertanyaan ketiga menanyakan pengalaman batin yang sama dengan peristiwa pada paragraf terakhir cerpen beserta responsnya. Contoh jawaban: Tidak, saya tidak akan mempedulikan apa kata orang dan saya akan tetap mencari si anak yang tertimbun reruntuhan gedung itu.

Pertanyaan keempat meminta siswa menafsirkan makna yang terkandung dalam konflik cerpen. Makna yang terkandung dalam konflik tersebut adalah kita harus yakin pada pendirian sendiri tanpa mempedulikan perkataan orang lain, sepanjang pendirian tersebut memotivasi dan bermanfaat.

Pertanyaan kelima menanyakan apakah konflik dalam cerpen tersebut dapat dinikmati beserta alasannya. Konflik tersebut dapat dinikmati karena di ujung cerita, tokoh ayah berhasil menemukan anak-anak dari reruntuhan itu dalam keadaan selamat, sesuai peribahasa berakit-rakit dahulu, berenang-renang kemudian.

Pertanyaan keenam meminta hasil evaluasi tokoh dan penokohan cerpen. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tokoh ayah merupakan sosok yang bertanggung jawab dan sangat sayang pada anaknya.

Bagian II: Analisis Penggalan Novel Garis Waktu

Pada Bagian II, pembahasan berfokus pada analisis penggalan novel yang berjudul Garis Waktu karya Fiersa Besari.

Pertanyaan pertama meminta siswa menuliskan peristiwa penting setelah menyimak pembacaan novel. Peristiwa penting tersebut adalah isi hati si aku-cerita yang merindukan seseorang, namun orang tersebut tidak peduli sehingga rasa rindu itu bertepuk sebelah tangan, membuat peristiwa pentingnya kurang begitu jelas.

Pertanyaan kedua mengenai hasil tafsiran teks novel. Tafsirannya menunjukkan novel Garis Waktu hanya berupa solilokui atau berkata sendiri, di mana cinta tokoh aku-cerita merupakan cinta sepihak atau bertepuk sebelah tangan.

Pertanyaan ketiga menanyakan bagian nukilan novel yang menarik perhatian karena nilai estetisnya. Nilai estetis tersebut tampak dari susunan kalimat bersastra yang indah, salah satunya pada kutipan berikut ini.

"Kau masuk ke dalam hidupku tanpa permisi, berputar bagai gasing di dalam pikiranku."

Pertanyaan keempat meminta hasil evaluasi terhadap novel tersebut. Penggalan novel Garis Waktu karya Fiersa Besari dinilai cocok dibaca oleh siswa SMA karena menggambarkan kisah cinta remaja.

Namun, evaluasi secara komprehensif menunjukkan penggalan novel ini kurang begitu berhasil menyuguhkan karya sastra berkualitas. Hal itu karena isinya hanya berupa ungkapan hati seseorang tanpa kejelasan nama tokoh, serta unsur amanat atau pesan untuk masyarakat umum tidak tampak di dalamnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang