Banyak yang Belum Tahu Mengucapkan 1 Kalimat Ini Cara Bersyukur Paling Mudah

26 Juni 2026, 06:41 WIB

Menghadapi tekanan hidup yang tinggi sering kali membuat seseorang melupakan tumpukan nikmat yang sudah diterima setiap harinya. Padahal, ada satu cara bersyukur dalam islam yang sangat sederhana dan bisa langsung dipraktikkan tanpa menyita waktu, yakni dengan melafalkan kalimat thayyibah. Mengucapkan pujian secara lisan bukan sekadar formalitas ibadah, melainkan sebuah pengakuan jujur atas keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.

Banyak dari kita yang spontan mengucap ucapan syukur saat mendapat rezeki nomplok, tetapi kerap abai pada kebaikan-kebaikan kecil yang terjadi sepanjang hari.

Kalimat utama yang menjadi intisari dari rasa syukur lisan adalah al-hamdulillah. Berdasarkan kajian kebahasaan, kata "al" pada kata "al-hamdulillah" disebut oleh pakar bahasa sebagai al lil-istighraq yang memiliki arti "keseluruhan".

Artinya, segala bentuk pujian yang ada di alam semesta ini, baik yang tampak maupun tersembunyi, pada hakikatnya hanya milik Allah SWT. Ketika Anda mengucapkan kalimat ini, Anda sedang menyadari bahwa tidak ada satu pun keberhasilan atau fasilitas hidup yang murni berasal dari kehebatan diri sendiri.

Dimensi Makna Menurut Pakar Tafsir

Memahami arti kata saja tidak cukup jika kita tidak menyelami maknanya secara mendalam.

Pakar Tafsir terkemuka, Quraish Shihab menjelaskan hal ini dengan sangat gamblang.

"Syukur mencakup tiga sisi: syukur dengan hati (kepuasan batin), syukur dengan lidah (mengakui dan memuji), dan syukur dengan perbuatan (memanfaatkan anugerah sesuai tujuan)"

Dari penjelasan tersebut, kita bisa melihat bahwa ucapan lisan merupakan jembatan penting yang menghubungkan kepuasan batin dengan tindakan nyata sehari-hari.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah banyak orang mengucap kalimat syukur di bibir, namun hatinya masih menggerutu dan merasa kurang.

Dalam kasus yang sering saya temui, penyelarasan antara ucapan lidah dan kepuasan batin inilah yang menjadi tantangan terbesar bagi seorang muslim.

Langkah Praktis Mengamalkan Syukur Lisan dalam Keseharian

Bagaimana cara melatih diri agar lidah ini ringan mengucapkan kalimat syukur secara konsisten?

Kita memerlukan panduan langkah demi langkah yang sistematis agar amalan ini menjadi kebiasaan otomatis, bukan sekadar riak musiman.

Berikut adalah urutan langkah yang bisa Anda terapkan mulai hari ini:

  1. Awali pagi hari segera setelah terbangun dari tidur dengan mengucapkan doa bersyukur atas nikmat allah yang paling dasar, yaitu memuji-Nya karena telah menghidupkan kita kembali.
  2. Sebutkan secara spesifik nikmat yang Anda rasakan secara lisan, seperti kesehatan fisik atau udara segar, sesuai tuntunan dalam QS Ad-Dhuha [93]: 11 untuk menyebut-nyebut nikmat Tuhan dengan bersyukur.
  3. Lafalkan zikir harian secara teratur setelah mendirikan shalat fardhu untuk memperkuat ikatan spiritual dan menjaga lisan dari ucapan yang sia-sia.
  4. Sampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada sesama manusia yang telah memberikan bantuan sekecil apa pun kepada Anda.

Terkait langkah terakhir, hal ini dipertegas oleh sebuah hadis Sunan Abi Daud yang menyebutkan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada orang lain, maka ia tidak berterima kasih kepada Allah.

Dari pengalaman saya menangani berbagai diskusi keagamaan, orang yang kesulitan berterima kasih kepada sesama manusia biasanya juga kaku dalam bersyukur kepada Tuhannya.

Arti Syukur yang Sesungguhnya – Ustadz Adi Hidayat | Yufid.TV – Pengajian & Ceramah Islam

Keuntungan Spiritual dari Kalimat Zikir Ringan

Mengucapkan zikir tidak membutuhkan modal materi, namun investasi spiritual yang dihasilkan sangat masif. Setiap untaian kata yang keluar dari mulut seorang hamba memiliki timbangan pahala yang konkret dan bertingkat. Sebuah Hadis Rasulullah secara mendetail menyebutkan pahala kebaikan dari ucapan zikir yang rutin kita amalkan.

Mari kita lihat perbandingan nilai kebaikan dari masing-masing kalimat zikir tersebut pada data di bawah ini.

Nilai Kebajikan Berdasarkan Jenis Kalimat Zikir
Jenis Kalimat Zikir Pahala Kebaikan
Subhana Allah 10 Kebaikan
La ilaha illa Allah 20 Kebaikan
Alhamdulillah 30 Kebaikan

Data tersebut menunjukkan bahwa kalimat hamdalah menempati posisi tertinggi dengan raihan 30 kebaikan.

Sangat luar biasa, bukan?

Hanya dengan menggerakkan lidah selama beberapa detik, tabungan akhirat kita bertambah secara signifikan.

Dampak Nyata Jika Manusia Enggan Bersyukur

Lalu, apa yang akan terjadi jika seseorang menutup mata dari segala kebaikan yang telah diterimanya? Islam memberikan peringatan keras mengenai akibat kalau tidak mau bersyukur dalam kehidupan. Dalam QS Ibrahim [14]: 7 dinyatakan secara tegas bahwa jika manusia bersyukur, Allah pasti akan menambah nikmat-Nya, dan jika mengingkari nikmat-Ku (kufur), maka azab Allah sangat pedih.

Kufur nikmat mendatangkan keresahan batin yang berkepanjangan.

Sifat ini membuat seseorang selalu merasa kekurangan, cemas, dan dengki terhadap pencapaian orang lain.

Ketetapan Berharga dalam Alquran

Alquran memberikan panduan yang sangat komprehensif mengenai bagaimana sistem syukur ini bekerja pada diri manusia.

Banyak sekali ayat yang mengulas esensi ini agar manusia tidak tersesat dalam ketamakan.

  • QS An-Nahl [16]: 18 menyatakan bahwa jika manusia menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya manusia tidak akan dapat menentukan jumlahnya.
  • QS Luqman [31]: 12 menyatakan bahwa barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri.
  • QS Ali Imran [3]: 133 berisi perintah untuk bersegera menuju ampunan dari Tuhan.

Ketiga ayat di atas menegaskan bahwa keuntungan dari rasa syukur sepenuhnya akan kembali ke diri manusia itu sendiri, bukan untuk Allah.

Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan pujian kita, tetapi kitalah yang butuh bersyukur agar hidup menjadi berkah dan terhindar dari siksa.

Ekspresi Fisik Melalui Sujud Syukur

Selain melalui ucapan lisan, ada kalanya rasa gembira yang membuncah perlu diekspresikan melalui tindakan fisik yang sakral. Di sinilah pentingnya memahami bagaimana cara melakukan sujud syukur yang benar sesuai dengan syariat.

Gerakan ini sering dilakukan oleh para atlet atau tokoh masyarakat saat mendapatkan pencapaian besar yang tak terduga. Secara teknis, tata cara fisik melakukan sujud syukur melibatkan peletakan semua anggota sujud di lantai, yaitu dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung jari kaki. Pastikan semua bagian tubuh tersebut menempel dengan sempurna pada permukaan lantai sebagai bentuk perendahan diri di hadapan Sang Pencipta.

Mengenai kuantitasnya, jumlah gerakan sujud syukur cukup dilakukan dengan sekali sujud, bukan dua kali seperti dalam shalat pada umumnya.

Gerakan yang ringkas ini menjadi alternatif yang sangat dianjurkan ketika Anda spontan menerima kabar gembira atau terlepas dari musibah besar. Mengombinasikan antara ucapan hamdalah yang tulus di lisan dengan sujud fisik yang khusyuk akan menciptakan ketenangan jiwa yang paripurna. Langkah paling cerdas yang bisa kita lakukan sekarang adalah berhenti mengeluhkan apa yang belum ada dan mulai merayakan apa yang sudah kita miliki melalui ucapan-ucapan baik yang mendatangkan rida Allah SWT.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang