Menangkap udang sungai sering kali menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus menguntungkan, terutama jika targetnya adalah udang galah yang bernilai ekonomi tinggi. Namun, banyak pencari udang pemula yang gagal mendapatkan hasil maksimal karena tidak memahami karakteristik habitat dan metode penangkapan yang benar.
Udang diklasifikasikan sebagai salah satu jenis hewan Crustacea berdasarkan buku "Buku Pengayaan Seri Flora dan Fauna: Hewan Laut" karya Dyah Rahmatia tahun 2009. Sebagai bagian dari kelompok krustasea, udang sungai memiliki perilaku spesifik seperti sifat nokturnal dan kecenderungan untuk bersembunyi di struktur alami sungai.
Memahami biologi dan habitus satwa ini menjadi kunci utama keberhasilan Anda di lapangan. Tanpa persiapan alat dan pengetahuan lokasi yang matang, Anda hanya akan membuang waktu di tepi sungai tanpa hasil.
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memetakan titik potensial di sepanjang aliran sungai. Udang tidak menyebar merata di seluruh air, melainkan berkumpul di area yang menyediakan perlindungan dari arus kuat dan predator.
Dari pengalaman saya menjelajahi berbagai sungai, titik terbaik biasanya berada di sekitar perakaran pohon tumbang, di bawah bebatuan besar, atau di ceruk dinding sungai yang erosi. Udang galah sangat menyukai dasar sungai yang bersih dengan struktur keras untuk menempel.
Waktu operasional terbaik untuk memasang perangkap atau memancing adalah menjelang sore hingga malam hari. Ketika matahari terbenam, udang akan keluar dari persembunyian untuk mencari makan, membuat mereka jauh lebih mudah terpikat oleh umpan Anda.
Metode Penangkapan Tradisional yang Efektif
Ada beberapa cara aman yang bisa digunakan untuk memanen krustasea ini tanpa melanggar hukum dan tanpa merusak kelestarian lingkungan air tawar.
Penggunaan Bubu atau Pengilar
Memasang perangkap tetap seperti bubu atau pengilar bambu merupakan metode paling efisien yang tidak menguras tenaga Anda sepanjang hari. Alat ini memanfaatkan prinsip jalan satu arah, di mana udang bisa masuk tetapi tidak bisa keluar karena terhalang corong kerucut di bagian dalam.
Umpan yang beraroma tajam seperti terasi bakar, kelapa sangrai, atau ampas tahu wajib diletakkan di dalam bubu untuk menarik perhatian udang dari jarak jauh. Letakkan bubu di dasar sungai yang agak teduh dan ikat talinya dengan kuat ke pohon di tepi sungai agar tidak hanyut terbawa arus.
Teknik Memancing dengan Joran Tegek
Bagi Anda yang lebih menyukai sensasi olahraga, memancing udang galah menawarkan kepuasan tersendiri. Gunakan joran tegek yang lentur dengan senar berdiameter tipis agar sensitif terhadap tarikan halus udang.
Kesalahan umum yang sering saya lihat adalah pemancing langsung menghentak joran saat pelampung mulai tenggelam. Udang memakan umpan dengan cara menjepitnya terlebih dahulu menggunakan capit, baru kemudian memasukkannya ke mulut. Anda harus menunggu beberapa detik hingga pelampung berjalan menjauh dengan stabil sebelum menarik joran secara perlahan.
Bahaya dan Sanksi Hukum Penggunaan Alat Setrum
Di tengah masyarakat, masih ada oknum yang menggunakan cara instan berbahaya seperti menyetrum untuk mendapatkan hasil cepat. Penangkapan dengan setrum adalah tindakan ilegal yang merusak populasi air secara masif.
Sebagai contoh kasus nyata, terdapat nelayan yang menggunakan perakitan alat setrum mandiri yang ditenagai genset berkapasitas 900 watt dan stik serok sepanjang 2,5 meter. Pelaku berangkat pada hari Senin, 3 Maret 2025 sekitar pukul 12.00 WITA, menyiapkan alat pada pukul 13.00 WITA, dan melakukan penangkapan selama 3 jam hingga berhasil memperoleh sekitar 4 kg udang.
Meskipun menghasilkan komoditas instan, tindakan tersebut berujung pada sanksi hukum yang berat. Berdasarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tenggarong yang dipimpin oleh Ketua Andi Ahkam Jayadi serta beranggotakan Arya Ragatama dan Artha Ario Putranto, terdakwa dijatuhi sanksi tegas atas perbuatannya.
"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp2 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 1 bulan."
Majelis Hakim dalam persidangan tersebut menyatakan bahwa perbuatan menyetrum sangat merugikan serta membahayakan kelestarian sumber daya ikan karena anakan ikan atau juvenile ikut terkena dampak dalam radius aliran listrik tersebut.
Efek destruktif ini diperkuat oleh penjelasan dari ahli kelistrikan dari Politeknik Negeri Samarinda yang hadir dalam persidangan. Ahli menjelaskan bahwa setrum ikan berdampak negatif pada ikan target serta anakan ikan dalam radius persebaran aliran listrik di kolom air, menyebabkan kemandian atau kematian massal pada organisme kecil yang bukan target tangkapan.
Langkah Demi Langkah Memasang Perangkap Udang
Untuk memastikan Anda mendapatkan hasil optimal dengan cara yang aman dan legal, berikut adalah urutan langkah terstruktur yang dapat langsung Anda praktikkan di lapangan.
- Persiapkan Alat Perangkap: Pastikan bubu atau pengilar dalam kondisi baik, tidak ada celah bocor yang longgar selain lubang masuk utama yang sudah disesuaikan ukuran target.
- Siapkan Umpan Beraroma Kuat: Bakar terasi atau sangrai kelapa parut hingga mengeluarkan aroma menyengat yang mampu menyebar di dalam air untuk merangsang indra penciuman udang.
- Pilih Lokasi Pemasangan: Cari area sungai dengan kedalaman sedang yang memiliki perlindungan alami, seperti di balik batu besar atau di sela-sela akar pohon pinggir sungai.
- Posisikan Bubu Menentang Arus: Letakkan mulut bubu menghadap ke arah hilir atau bawah arus, karena udang biasanya berjalan melawan arus air saat mencari makan.
- Beri Pemberat Tambahan: Masukkan batu ke dalam bubu agar posisi alat tetap kokoh di dasar sungai dan tidak bergeser oleh dorongan air.
- Ikat dan Tandai: Hubungkan tali pengikat bubu ke pasak tanah atau dahan pohon di tepi sungai, serta beri tanda yang samar agar tidak mudah diambil orang lain.
- Biarkan Semalaman: Tinggalkan perangkap tersebut selama beberapa jam atau semalaman, lalu angkat pada pagi hari berikutnya untuk memanen hasilnya.
Tata Kelola dan Inovasi Alat Tangkap Masa Depan
Kelestarian udang galah di alam liar memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak agar potensinya dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi mendatang. Pemetaan berkala menjadi salah satu instrumen penting dalam manajemen perikanan darat.
Dilansir dari berita seputarfakta.com yang dipublikasikan pada 21 Juni 2026 pukul 05:50 WIB, Yunda Zuliarsih selaku Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Berau menekankan pentingnya langkah strategis ini untuk masa depan ekosistem perairan kita.
Ke depannya memang perlu dilakukan pemetaan. Ada wacana dari Dinas Perikanan untuk melakukan kajian stok keberadaan ikan, bukan hanya udang galah. Dengan data itu, pengelolaan sumber daya perikanan akan lebih terarah.
Melalui kajian stok yang akurat, pemerintah daerah dapat menentukan zonasi penangkapan, masa larang tangkap saat musim kawin, serta mendorong inovasi alat tangkap yang lebih selektif agar anakan udang tidak ikut musnah.
Guna memberikan gambaran komparatif mengenai efisiensi dan keamanan metode penangkapan, berikut adalah tabel perbandingan instrumen penangkapan udang berdasarkan aspek kelestarian ekosistem.
| Jenis Alat Tangkap | Radius Dampak Air | Selektivitas Target | Status Hukum |
|---|---|---|---|
| Bubu Tradisional | 0 meter | Tinggi | Legal |
| Pancing Tegek | 0 meter | Sangat Tinggi | Legal |
| Setrum Listrik | 2,5 meter | Sangat Rendah | Ilegal |
Menerapkan metode penangkapan yang ramah lingkungan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi hukum yang berlaku, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan protein hewani di alam bebas. Nelayan yang bijak akan selalu memilih cara yang memastikan bahwa esok hari sungai masih menyimpan kehidupan yang melimpah untuk dipanen kembali.







