Mengetahui cara ke Tuban naik kereta secara efisien menjadi kebutuhan krusial bagi para pelancong maupun perantau yang ingin pulang kampung dengan nyaman. Banyak orang kebingungan karena mereka tidak menemukan tiket kereta api yang langsung mengarah ke jantung Kabupaten Tuban. Sebagai praktisi yang sering menyusun rute perjalanan efisien di wilayah Jawa Timur, saya sering melihat kesalahan umum di mana penumpang memaksakan diri mencari relasi langsung menuju Tuban.
Faktanya, jaringan rel aktif saat ini menuntut Anda untuk menggunakan strategi transit yang tepat. Langkah utama yang wajib dipahami adalah memilih stasiun pemberhentian terdekat yang paling strategis. Melalui panduan instruksional ini, Anda akan dipandu langkah demi langkah untuk menyusun perjalanan kereta api menuju Tuban secara taktis dan bebas repot.
Langkah pertama dalam rencana perjalanan ini adalah menentukan titik turun Anda. Untuk menuju Kabupaten Tuban, stasiun kereta terdekat dari tuban yang paling ideal adalah Stasiun Babat yang terletak di Kabupaten Lamongan.
Stasiun Babat merupakan stasiun kelas I peninggalan era kolonial yang sangat strategis. Dari pengalaman saya memetakan rute ini, turun di Babat jauh lebih menghemat waktu pengeluaran moda transportasi lanjutan dibandingkan jika Anda turun di stasiun kota besar lain seperti Surabaya. Fasilitas Stasiun Babat sendiri tergolong sangat mumpuni untuk mendukung mobilitas penumpang. Stasiun ini memiliki 6 jalur rel kereta api yang terbagi menjadi 2 jalur sepur lurus atau utama, 3 sepur badug di Stasiun Babat Gudang, serta sebuah dipo lokomotif peninggalan masa lampau.
Memilih Jaringan Rute Kereta Jalur Utara
Setelah mengetahui titik turun, langkah kedua adalah memilih armada kereta api yang melintasi jalur utara Jawa. Jika keberangkatan Anda dimulai dari ibu kota, rute kereta ke stasiun babat dilayani oleh beberapa kereta api eksekutif dan ekonomi dari Stasiun Pasar Senen.
Armada Kereta Pagi Hari
Bagi Anda yang lebih menyukai perjalanan pada siang hari untuk menikmati pemandangan, Kereta Dharmawangsa Ekspres adalah pilihan utama. Kereta Dharmawangsa Ekspres ini berangkat mulai pukul 08.10 WIB dari Jakarta.
Durasi perjalanan menggunakan kereta ini berkisar antara 10 hingga 12 jam untuk sampai di Stasiun Babat. Perjalanan ini sangat cocok bagi penumpang yang tidak terburu-buru dan ingin tiba di area transit pada malam hari.
Armada Kereta Malam Hari
Jika Anda ingin menghemat waktu dan memilih tidur selama perjalanan, opsi kereta malam jauh lebih direkomendasikan. Dari pengalaman saya menangani koordinasi perjalanan, kereta malam sangat diminati karena efisiensi waktunya.
- Kereta Gumarang: Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 21.30 WIB dengan durasi perjalanan menuju Stasiun Babat sekitar 9 hingga 10 jam.
- Kereta Jayabaya: Berangkat pukul 22.15 WIB dengan durasi perjalanan yang mirip, yaitu sekitar 9 hingga 10 jam.
Menggunakan kereta malam membuat Anda akan mendarat di Stasiun Babat pada dini hari atau pagi buta, memberikan waktu yang cukup untuk melanjutkan perjalanan darat ke Tuban tanpa sengatan matahari siang.
| Nama Kereta Api | Waktu Keberangkatan | Estimasi Durasi Perjalanan |
|---|---|---|
| Dharmawangsa Ekspres | 08.10 WIB | 10 – 12 Jam |
| Gumarang | 21.30 WIB | 9 – 10 Jam |
| Jayabaya | 22.15 WIB | 9 – 10 Jam |
Melanjutkan Perjalanan Darat Menuju Tuban
Langkah ketiga setelah menapakkan kaki di Stasiun Babat adalah beralih ke moda transportasi darat untuk menyeberang ke Kabupaten Tuban. Jarak dan waktu tempuh Babat–Tuban sebenarnya relatif dekat dan tidak menguras stamina.
Jarak dari Stasiun Babat menuju Tuban adalah sekitar 32 km. Anda bisa memanfaatkan kendaraan roda empat seperti taksi lokal, angkutan umum, atau kendaraan sewaan yang banyak tersedia di sekitar area luar stasiun.
Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Babat ke Tuban berkisar antara 50 menit hingga 1 jam saja menggunakan kendaraan roda empat. Kondisi jalan raya penghubung antarkabupaten ini umumnya cukup lebar dan lancar, meminimalkan risiko kemacetan parah.
Mengapa Tidak Bisa Berhenti Langsung di Kota Tuban?
Banyak warga atau calon wisatawan yang kerap melontarkan pertanyaan seperti "stasiun tuban aktif lagi kapan" demi kepraktisan perjalanan. Untuk memahami situasi terkini, kita perlu menengok sejarah dan status operasional infrastruktur di sana.
Stasiun Tuban sendiri sebenarnya berada pada ketinggian +7 meter di atas permukaan laut dan pertama kali dibuka pada 1 Agustus 1920 oleh pemerintah Hindia Belanda.
Pada masa keemasannya, segmen jalur Merakurak–Babat memiliki panjang jalur sepanjang 46 km yang dahulu melayani perjalanan kereta api dengan format dua kali pergi-pulang sehari. Namun, masa operasional segmen Merakurak–Tuban ternyata hanya bertahan selama 15 tahun setelah dibuka tahun 1920 dan dinonaktifkan pada tahun 1935.
Secara keseluruhan, stasiun ini mengoperasikan lokomotif uap sejak awal berdiri, lalu sempat beralih ke lokomotif diesel hidraulik seperti tipe D300 atau D301 pada tahun 1970-an, hingga akhirnya resmi ditutup total pada tahun 1990. Penutupan ini juga berbarengan dengan ditutupnya Pabrik Kapur Ronggolawe oleh Pemerintah Kabupaten Tuban pada kisaran tahun 1989 yang dulunya menjadi salah satu komoditas angkutan utama.
Bagi Anda yang mengharapkan jalur ini hidup kembali, terdapat kabar baik mengenai masa depan transportasi ini. Jalur kereta api Babat–Merakurak saat ini sedang dipertimbangkan untuk direaktivasi guna menunjang kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban milik perusahaan PT Pertamina Rosneft yang ditargetkan beroperasi pada 2027.
Alternatif Perjalanan Langsung Menggunakan Bus
Apabila skenario transit di Stasiun Babat dirasa kurang praktis karena Anda membawa banyak barang bawaan, beralih ke moda transportasi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dapat menjadi pertimbangan alternatif yang logis. Sebagai perbandingan mobilitas, jarak dan waktu tempuh Jakarta–Tuban via darat secara langsung berjarak sekitar 663 kilometer. Perjalanan penuh via darat ini membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 12 jam 29 menit jika kondisi arus lalu lintas normal.
Keunggulan utama dari armada bus AKAP ini adalah tersedianya rute langsung yang masuk ke dalam Terminal Tuban tanpa memaksa Anda untuk turun di kota transit. Jadwal bus rute ini umumnya tersedia melimpah sejak siang hingga sore hari dari berbagai terminal utama di Jakarta, melewati jalur tol Trans-Jawa, dan langsung menyisir jalur pantura menuju Tuban. Pilihan akhir tetap berada di tangan Anda, di mana kombinasi kereta api jalur utara dan transit di Stasiun Babat menawarkan kenyamanan minim guncangan, sementara bus memberikan solusi perjalanan tanpa putus langsung ke tujuan akhir.







