Menyimpan investasi dinar kini menjadi alternatif populer bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengamankan kekayaan melalui logam mulia berbasis syariah.
Popularitas koin emas dan perak ini terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat untuk melindungi nilai aset dari inflasi jangka panjang.
Namun, sebelum Anda memutuskan untuk membeli, memahami karakteristik fisik, regulasi hukum, dan tempat legal perolehannya di Indonesia sangatlah penting.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan. Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Memahami Karakteristik Fisik Logam Mulia Syariah
Langkah awal yang krusial sebelum membeli adalah mengenali standar fisik dari logam mulia ini agar tidak keliru saat bertransaksi. Dinar emas tradisional berdasarkan ketentuan umum organisasi internasional umumnya memiliki berat sekitar 3 hingga 4,25 gram. Kadar kemurnian logam kuning ini biasanya diproduksi dengan kadar emas 22 karat atau setara 91,7%, hingga kadar 24 karat yang mencapai 99,9%.
Di sisi lain, terdapat pula ketentuan regulasi internasional lain yang dikenal luas oleh para pegiat logam mulia dunia.
Berat Berdasarkan Open Mithqal Standard
Berdasarkan Open Mithqal Standard (OMS), berat 1 dinar adalah 1 mitsqal yang setara dengan kurang lebih 1/7 troy ounce emas murni.
Sementara itu, pasangannya yaitu 1 dirham memiliki kadar perak murni dengan berat 1/10 troy ounce atau sekitar 2,975 gram.
Standar berat dan kadar yang presisi ini menjadi acuan universal bagi produsen logam mulia syariah dalam mencetak koin komoditas tersebut.
Wujud dan Desain Fisik Koin
Fisik koin dinar dan dirham sejarah umumnya berbentuk bundar dengan ukiran khas pada kedua permukaannya. Satu sisi mencantumkan kalimat kaligrafi Arab atau kalimat tahlil dan tahmid, yaitu La ilaha illAllah dan Alhamdulillah.
Sementara itu, sisi lainnya dari koin mencantumkan nama penguasa yang menerbitkannya serta tanggal pencetakan koin tersebut. Desain estetis bernuansa historis inilah yang membuat produk ini memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan emas batangan biasa.
Beda Dinar Tradisional dengan Mata Uang Asing
Masyarakat sering kali bingung ketika mendengar istilah dinar karena kata ini juga digunakan oleh beberapa negara berdaulat. Penting untuk membedakan antara koin emas batangan komoditas dengan mata uang kertas resmi yang digunakan di luar negeri. Wujud dinar sebagai mata uang asing berbentuk seperti uang biasa pada umumnya, baik berupa uang kertas maupun uang koin logam biasa.
Mata uang resmi ini digunakan secara sah di negara seperti Kuwait, Tunisia, Irak, Aljazair, Bahrain, Yordania, Libya, Republik Makedonia, dan Serbia.
Nilai dari mata uang negara-negara tersebut sangat fluktuatif tergantung pada kebijakan pemerintah setempat serta kondisi ekonomi global. Sebaliknya, koin emas yang dibahas di Indonesia merupakan komoditas logam mulia murni yang nilainya melekat pada berat emas itu sendiri.
| Jenis Koin | Bahan Baku | Kadar Kemurnian | Berat Standar |
|---|---|---|---|
| Dinar Tradisional | Emas | 22 Karat (91,7%) / 24 Karat (99,9%) | 3 hingga 4,25 gram |
| Dinar Standar OMS | Emas Murni | 24 Karat (99,9%) | 1/7 troy ounce |
| Dirham Standar OMS | Perak Murni | Perak Murni | 1/10 troy ounce (2,975 gram) |
Sejarah Panjang Penggunaan Emas dan Perak
Penggunaan emas dan perak sebagai alat tukar komoditas tercatat sudah berkembang jauh sebelum peradaban Islam hadir di dunia.
Praktik ini bahkan diketahui telah berlangsung sejak zaman Nabi Yusuf, jauh sebelum sistem moneter modern terbentuk. Fakta sejarah ini didukung oleh catatan literatur keagamaan, seperti dalam Surat Yusuf ayat 20 mengenai kepingan perak atau darahima ma'dudatin.
Setelah Islam berkembang, umat Islam mulai menggunakan dinar dan dirham sebagai alat transaksi sejak tahun 642 M di bawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Sedangkan koin dirham pertama kali dicetak oleh umat Islam pada tahun 651 M di masa kepemimpinan Utsman bin Affan.
Sejarah mencatat bahwa daya beli logam mulia ini sangat stabil melintasi zaman dan waktu. Stabilitas nilai dirham dicontohkan lewat harga seekor ayam pada masa Nabi Muhammad SAW yang berkisar 1 dirham. Nilai daya beli tersebut ternyata masih relatif mirip dengan daya beli 1 dirham perak di era modern saat ini.
Banyak masyarakat mengajukan pertanyaan seperti "apakah dinar bisa buat investasi?" atau "bagaimana hukum transaksi pakai dinar di indonesia?" untuk memastikan legalitasnya.
Sebagai instrumen simpanan atau komoditas investasi, kepemilikan koin emas dan perak ini sepenuhnya legal dan sah di mata hukum Indonesia. Masyarakat diperbolehkan membeli, menyimpan, dan menjualnya kembali ke toko emas atau agen resmi sebagai bentuk lindung nilai kekayaan. Namun, aturan hukum menjadi sangat ketat dan melarang keras jika koin emas atau perak tersebut digunakan secara langsung sebagai alat pembayaran.
Berdasarkan hukum moneter negara Indonesia, satu-satunya alat pembayaran yang sah di dalam negeri adalah mata uang Rupiah.
Pelanggaran terhadap aturan moneter ini pernah memicu respons ketat dari otoritas keuangan dalam sebuah kasus nyata di Jawa Barat. Sebuah kejadian spesifik mengenai transaksi jual beli menggunakan koin dinar dan dirham di Indonesia pernah terjadi di Pasar Muamalah Depok.
Pasar tersebut berlokasi di sebuah ruko di RT 3 RW 4, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Pasar tersebut mengadakan transaksi komoditas makanan dan kebutuhan lain menggunakan label harga koin perak (dirham) dan koin emas (dinar) tanpa sistem sewa lapak.
Kejadian ini mendapatkan respons ketat dari otoritas keuangan karena terbukti melanggar hukum moneter negara Indonesia yang mewajibkan Rupiah. Oleh karena itu, pastikan Anda membeli koin emas ini murni untuk fungsi investasi jangka panjang, bukan untuk alat belanja sehari-hari.
Cara Membeli Dinar dan Dirham dengan Aman
Bagi pemula yang ingin mengoleksi logam mulia syariah ini, ada beberapa langkah aman yang wajib diperhatikan agar terhindar dari produk palsu.
Pertama, selalu cek kadar kemurnian dan berat koin menggunakan alat timbangan digital yang presisi saat membelinya secara langsung. Kedua, pastikan produk emas yang Anda beli disertai dengan sertifikat resmi yang mencantumkan berat, kadar karat, dan nomor seri. Ketiga, lakukan transaksi pembelian hanya melalui lembaga penjamin atau produsen logam mulia yang telah memiliki izin resmi operasi.
Anda dapat mencari produk cetakan resmi seperti dinar emas antam yang diproduksi oleh Badan Usaha Milik Negara untuk jaminan kualitas.
Keuntungan investasi dinar dirham terletak pada nilai intrinsik logamnya yang cenderung stabil dan diakui secara global saat hendak dicairkan. Ketika membutuhkan dana tunai, Anda tinggal menjual koin tersebut kembali ke toko emas atau menggadaikannya ke lembaga pegadaian resmi terdekat.
Selalu pantau pergerakan harga emas dunia secara berkala agar Anda bisa menentukan momentum beli dan jual yang paling menguntungkan. Menyimpan koin emas murni merupakan langkah proteksi kekayaan yang sangat efektif untuk mempersiapkan kebutuhan finansial masa depan keluarga Anda.






