Bisa Picu Bau Busuk, Begini Cara Membersihkan Bali Bayi Secara Tepat

10 Juli 2026, 04:29 WIB

Membersihkan bali bayi atau ari-ari setelah persalinan sering kali membingungkan para orang tua baru yang belum berpengalaman. Kesalahan dalam proses pencucian bisa menyebabkan organ ini mengeluarkan aroma tidak sedap dan mengundang perhatian hewan liar. Banyak orang tua mencari tahu "bagaimana cara mencuci ari ari bayi" yang aman agar kebersihannya terjaga sebelum prosesi penguburan.

Pembersihan yang keliru tidak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga berpotensi merusak kelestarian lingkungan sekitar rumah Anda. Ari-ari atau plasenta berfungsi vital selama kehamilan untuk memasok darah yang mengandung oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin melalui pembuluh darah tali pusar. Selain menyalurkan nutrisi, organ ini juga melindungi bayi dari risiko infeksi bawaan ibu selama di dalam kandungan.

Mengingat fungsinya yang sangat mulia selama masa kehamilan, mengurus plasenta dengan penuh penghormatan adalah hal yang utama. Memahami langkah demi langkah membersihkan plasenta bayi secara higienis akan mempermudah tugas Anda sebagai orang tua.

Langkah awal dalam merawat organ ini adalah memastikan seluruh sisa darah luruh dengan sempurna. Darah yang mengendap menjadi pemicu utama munculnya aroma busuk setelah dikubur di dalam tanah. Dari pengalaman saya menangani plasenta bayi baru lahir, penggunaan air mengalir adalah kunci utama keberhasilan pembersihan. Jangan merendam plasenta di dalam wadah statis karena darah kotor justru akan kembali menempel.

Berikut adalah urutan langkah membersihkan ari ari agar tidak bau yang bisa segera Anda praktikkan di rumah:

  1. Letakkan plasenta di bawah kucuran air bersih yang mengalir secara perlahan untuk meluruhkan gumpalan darah.
  2. Bersihkan seluruh bagian permukaan plasenta, termasuk sela-sela pembuluh darah tali pusar yang biasanya menyimpan sisa darah kaku.
  3. Gunakan bahan alami seperti garam kasar dan asam jawa untuk menggosok permukaannya secara lembut guna menghilangkan aroma amis yang pekat.
  4. Bilas kembali menggunakan air bersih yang mengalir sampai warna plasenta tampak bersih dan air bilasannya menjadi jernih.
  5. Tiriskan plasenta selama beberapa menit di wadah berlubang agar tidak ada air yang menggenang sebelum dibungkus.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah penggunaan sabun wangi kimia secara berlebihan yang justru merusak struktur jaringan organ. Bahan alami seperti garam dan asam jawa jauh lebih aman dan efektif mengikat bau amis darah.

Cara Mengubur Ari-ari Bayi dalam Islam – Buya Yahya Menjawab | Kriwilife

Aturan Penguburan Ari Ari Bayi Menurut Islam

Setelah memastikan plasenta bersih, langkah berikutnya adalah melakukan penguburan sesuai dengan syariat yang berlaku. Dalam pandangan agama, organ ini harus diperlakukan dengan baik karena merupakan bagian dari manusia.

Penjelasan mengenai hukum mengubur ari ari dalam islam bersumber dari berbagai literatur fikih klasik yang sahih. Salah satunya adalah penjelasan Imam Muhammad Khatib As-Syirbini dalam kitab Mughnil Muhtaj, Darul Fikr, Beirut, juz atau jilid I, halaman 349.

“Adapun bagian tubuh yang terpisah dari orang hidup atau yang masih kita ragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, gumpalan darah sebelum menjadi janin, darah bekam dan semisalnya, maka sunah dikubur karena memuliakan orangnya. Sunah pula membungkus tangan yang terpotong dan semisalnya dengan kain, sebagaimana dijelaskan secara terang-terangan oleh Imam Al-Mutawalli.”

Pandangan senada juga disampaikan oleh Imam Al-Barmawy mengenai status hukum dari plasenta bayi ini. Penjelasan Imam Al-Barmawy terdapat dalam kitab Hasyiyah Jamal, juz atau jilid II, halaman 190.

“Ungkapan Imam al Barmawy, Masyimah (ari-ari) yang juga dikenal dengan nama al Kholash maka seperti bagian tubuh seseorang. Karena ia terpotong dari tubuh seorang anak maka ia bagian tubuhnya.”

Perintah untuk menjaga kehormatan potongan tubuh manusia ini juga diperkuat oleh hadis riwayat Aisyah RA. Perintah mengubur tujuh potongan badan manusia, termasuk ari-ari, tercantum dalam Kanzul Ummal No. 18320 dan Al-Jami As-Shagir karya Imam As-Suyuthi.

Menghindari Mitos Mengubur Ari Ari Bayi

Masyarakat kita masih sering mengaitkan prosesi ini dengan berbagai ritual mistis yang sebenarnya tidak diperlukan. Pemahaman yang kurang tepat sering memicu kepanikan tersendiri bagi keluarga muda yang baru melahirkan. Pertanyaan seperti "mitos mengubur ari ari bayi" apa saja yang harus diabaikan sering muncul di kalangan masyarakat.

Banyak ritual penempatan lampu penerang atau pemberian barang-barang tertentu di atas kuburan plasenta. Pengasuh Al Bahjah TV, Buya Yahya, menegaskan bahwa penguburan ari-ari bersifat sederhana karena fungsinya yang sudah selesai mirip seperti darah atau kotoran. Oleh karena itu, tidak perlu diberikan ritual aneh, kurungan, atau lampu penerang di atas galiannya.

Pemberian sesajen atau benda tajam di sekitar lokasi penguburan justru tidak memiliki dasar manfaat sama sekali. Fokus utama Anda adalah memastikan kebersihan lingkungan galian agar tidak mengganggu tetangga sekitar.

Teknis Menggali Lubang Tanah yang Aman

Kedalaman lubang menjadi faktor penentu utama agar proses penguburan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Galian yang terlalu dangkal sangat berisiko rusak akibat faktor alam maupun gangguan lingkungan.

Ukuran kedalaman lubang tanah untuk mengubur ari-ari berkisar antara sekitar setengah meter atau 50 cm hingga 70 cm bahkan 1 meter. Kedalaman ini bertujuan demi mencegah hewan liar mencium bau dan menggalinya kembali ke permukaan.

Untuk memudahkan pemahaman Anda mengenai standar teknis dan rujukan literatur, silakan pelajari rangkuman data berikut.

Panduan Kedalaman dan Literatur Pengurusan Plasenta
Aspek Pengurusan Detail Teknis dan Sumber
Kedalaman Lubang Tanah 50 cm hingga 1 meter
Fungsi Perlindungan Mencegah gangguan hewan liar
Rujukan Kitab Mughnil Muhtaj Juz I halaman 349
Rujukan Kitab Hasyiyah Jamal Juz II halaman 190
Nomor Hadis Kanzul Ummal Hadis Nomor 18320

Dalam kasus yang sering saya temui, galian yang kurang dari 50 cm sangat rentan terbongkar oleh air hujan deras. Gunakan alat gali yang memadai agar kedalaman tanah benar-benar mencapai batas aman yang direkomendasikan.

Prasyarat Sebelum Memulai Prosesi Pembersihan

Sebelum Anda membawa plasenta ke area pencucian, pastikan semua perlengkapan pendukung telah siap di dekat Anda. Persiapan yang matang akan mencegah kontaminasi silang ke area rumah yang lain.

Gunakan wadah khusus yang tidak bercampur dengan peralatan makan harian untuk menjaga faktor higienitas keluarga Anda. Berikut adalah daftar opsi dan prasyarat perlengkapan yang perlu Anda siapkan:

  • Sarung tangan karet sekali pakai untuk menjaga sterilitas tangan Anda saat memegang organ.
  • Wadah tanah liat atau kendil sebagai tempat penampung akhir plasenta yang sudah bersih.
  • Kain putih bersih secukupnya untuk membungkus plasenta sebelum dimasukkan ke dalam kendil.
  • Garam kasar dan asam jawa murni sebagai bahan alami penghilang aroma amis darah.
  • Cangkul kecil atau sekop taman untuk membuat lubang galian dengan kedalaman yang cukup.

Pastikan area pencucian langsung dibersihkan dengan karbol wangi setelah prosesi selesai dilakukan. Langkah ini penting untuk memutus rantai bakteri dan menjaga kebersihan sanitasi rumah tinggal Anda.

Mengurus bali bayi dengan cara mencuci yang bersih, membungkusnya dengan kain, serta menguburnya di dalam lubang sedalam minimal 50 sentimeter merupakan prosedur terbaik. Penguburan yang sederhana tanpa tambahan ritual mistis sejalan dengan tuntunan para ulama terkemuka dan memberikan ketenangan bagi keluarga baru.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang