Mengalami mata perih saat pakai softlens menjadi alarm penting bahwa ada yang salah dengan higienitas atau kondisi lensa kontak Anda. Masalah ini sering kali dipicu oleh penumpukan protein, debu, hingga kontaminasi bakteri akibat cara perawatan yang keliru. Artikel ini akan membedah secara jurnalistik berbasis bukti mengenai penyebab iritasi serta langkah penanganan yang aman sesuai standar kesehatan mata.
Rasa tidak nyaman atau perih yang muncul seketika saat lensa menempel pada kornea umumnya bukan tanpa alasan.
Dokter Spesialis Mata, dr. Agung Bhakti Wiratama, Sp.M, dalam informasi yang dipublikasikan pada 05 Agustus 2025 menyatakan bahwa rasa perih pada mata saat menggunakan softlens dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang penting untuk diketahui agar dapat dihindari. Faktor-faktor tersebut berkisar dari sisa kosmetik yang menempel, robekan mikroskopis pada lensa, hingga penggunaan cairan pembersih yang sudah kedaluwarsa.
Ketika benda asing atau kotoran terjebak di bawah lensa, mata akan merespons melalui mekanisme pertahanan alami berupa rasa perih yang intens. Pertanyaan yang sering muncul di kalangan pengguna adalah "kenapa pakai softlens mata jadi merah dan perih?" yang biasanya merujuk pada kondisi iritasi akut.
Berdasarkan data dari American Academy of Ophthalmology, lensa kontak yang kotor atau tidak cocok dapat menggores lapisan mata. Goresan sekecil apa pun pada kornea (corneal abrasion) dapat memicu infeksi sekunder yang berpotensi mengancam penglihatan jika tidak segera ditangani oleh profesional medis.
Menjaga kebersihan lensa kontak bukan sekadar kenyamanan, melainkan upaya krusial untuk melindungi lapisan kornea dari risiko luka permanen.
Panduan Durasi Aman Penggunaan dan Perawatan Softlens
Disiplin waktu merupakan kunci utama dalam meminimalkan risiko hipoksia kornea atau kekurangan oksigen pada jaringan mata.
Banyak pengguna yang mengabaikan batas waktu pemakaian harian serta masa kedaluwarsa dari wadah penyimpanan itu sendiri.
Berikut adalah tabel panduan waktu yang direkomendasikan berdasarkan konsensus perawatan lensa kontak modern untuk menjaga kesehatan mata Anda:
| Aktivitas Perawatan | Durasi yang Direkomendasikan |
|---|---|
| Durasi pemakaian softlens harian | 6–8 jam per hari |
| Durasi menggosok softlens saat dicuci | 15 detik |
| Durasi perendaman softlens dalam wadah | 6–8 jam |
| Waktu penggantian wadah penyimpanan baru | 3 bulan sekali |
Kepatuhan terhadap batas waktu pemakaian harian sangat dipengaruhi oleh tingkat sensitivitas softlens dan kondisi mata individu masing-masing.
Menggunakan lensa melebihi batas waktu yang disarankan dapat menurunkan hidrasi mata secara drastis.
Akibatnya, lensa akan mengering, mengencang, dan memicu gesekan kasar yang memicu keluhan mata perih saat pakai softlens.
Langkah Efektif Cara Mengatasi Mata Perih Karena Softlens
Jika Anda merasakan sensasi terbakar, mengganjal, atau perih yang menusuk, tindakan pertama yang wajib dilakukan adalah segera melepas lensa tersebut.
Jangan pernah memaksakan diri untuk terus memakai lensa kontak yang sedang memicu iritasi atau rasa tidak nyaman.
1. Lepas Lensa dengan Tangan yang Bersih
Pastikan Anda telah mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik dan mengeringkannya dengan handuk bebas serat sebelum menyentuh mata.
Langkah ini sangat krusial untuk mencegah transfer bakteri patogen dari jari langsung ke permukaan kornea yang sedang sensitif.
2. Lakukan Pemeriksaan Visual pada Lensa
Letakkan softlens di ujung jari dan arahkan ke sumber cahaya untuk memeriksa adanya robekan kecil atau retakan.
Jika ditemukan kerusakan fisik atau partikel debu yang membandel, lensa tersebut sebaiknya tidak digunakan kembali demi keamanan mata.
3. Istirahatkan Mata dan Gunakan Tetes Air Mata Buatan
Berikan waktu bagi mata untuk memulihkan diri dengan tidak memakai lensa kontak selama beberapa jam atau beberapa hari.
Gunakan cairan tetes mata khusus atau air mata buatan (artificial tears) generik tanpa pengawet untuk membantu membilas sisa kotoran dan meredakan peradangan.
Cara Mencuci Softlens yang Benar untuk Menghilangkan Kotoran
Prosedur pembersihan yang tidak higienis menjadi jalur utama masuknya mikroorganisme berbahaya ke dalam organ penglihatan Anda.
Melalui langkah pencucian yang disiplin, akumulasi lipid dan protein yang menjadi tempat berkembang biak bakteri dapat diangkat sempurna.
1. Teknik Menggosok Lensa Kontak
Taruh lensa di telapak tangan yang bersih, kemudian tuangkan beberapa tetes cairan pembersih khusus lensa kontak (multipurpose solution).
Softlens digosok secara melingkar di atas telapak tangan dengan satu jari selama sekitar 15 detik saat dibersihkan.
Metode mekanis ini terbukti jauh lebih efektif mengangkat lapisan bio-film kotoran dibandingkan hanya mengandalkan teknik merendam saja.
2. Pembilasan Akhir dengan Cairan Khusus
Setelah digosok dengan lembut, bilas kedua sisi softlens menggunakan aliran cairan pembersih yang baru.
Pastikan seluruh sisa kotoran yang terlepas saat proses menggosok tadi telah hanyut sepenuhnya dari permukaan lensa.
3. Perendaman Sesuai Standar
Masukkan lensa ke dalam wadah yang telah diisi dengan cairan pembersih yang baru, bukan cairan bekas pakai kemarin.
Sebagian sebagian besar larutan softlens menyarankan perendaman selama 6 hingga 8 jam atau direndam semalaman agar proses disinfeksi berjalan optimal.
Bahaya Fatal Mencuci Lensa Kontak Menggunakan Air Keran
Bagi sebagian orang, muncul pertanyaan spekulatif seperti "bolehkah mencuci softlens pakai air keran" saat kehabisan cairan pembersih khusus.
Para ahli kesehatan mata sangat melarang keras tindakan ini karena air keran sama sekali tidak steril untuk kebutuhan perawatan lensa kontak. Berdasarkan data resmi dari US Environmental Protection Agency, hampir setiap air keran mengandung Acanthamoeba, yaitu bakteri yang dapat menempel dan mengkontaminasi lensa kontak. Amuba patogen ini memiliki kemampuan luar biasa untuk melekat erat pada permukaan plastik hidrogel dari lensa kontak.
Ketika lensa tersebut dipasang kembali ke mata, mikroorganisme ini dapat menginfeksi kornea dan menyebabkan kondisi medis serius bernama Acanthamoeba keratitis.
Infeksi ini dikenal sangat menyakitkan, sulit diobati, dan dalam skenario terburuk dapat mengakibatkan kebutaan permanen. Oleh sebab itu, membawa cairan pembersih ukuran kecil (travel size) saat bepergian menjadi langkah preventif yang tidak boleh diabaikan.
Kapan Anda Harus Mengunjungi Dokter Spesialis Mata?
Pemberian edukasi mengenai cara mengatasi mata perih karena softlens ini bertujuan sebagai langkah pertolongan pertama secara mandiri. Namun, tidak semua gejala iritasi dapat diselesaikan hanya dengan mencuci atau mengistirahatkan mata dari penggunaan lensa kontak.
Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan lebih lanjut jika Anda mengalami tanda-tanda bahaya infeksi. Gejala-gejala yang memerlukan penanganan medis segera meliputi penurunan ketajaman penglihatan, mata merah yang semakin memburuk, sensitivitas berlebih terhadap cahaya (photophobia), serta keluarnya cairan kental kekuningan dari mata. Penundaan pemeriksaan medis pada kondisi infeksi kornea akut dapat memperluas jaringan parut yang merusak fungsi penglihatan secara permanen.
Penanganan dini oleh dokter spesialis mata menggunakan obat tetes antimikroba generik yang tepat akan mencegah komplikasi jangka panjang yang merugikan.







