Buku Besar Masih Gantung? Ini Cara Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Jasa

8 Juli 2026, 15:49 WIB

Menjelang akhir periode akuntansi, banyak pemilik bisnis dan staf keuangan mendapati saldo buku besar mereka masih bercampur antara pendapatan kotor dan beban operasional berjalan. Memahami cara membuat jurnal penutup perusahaan jasa dengan benar menjadi kunci utama untuk merapikan pembukuan tersebut agar modal riil perusahaan terlihat jelas.

Tanpa proses closing entries yang tepat, Anda akan kesulitan memulai pencatatan pada bulan atau tahun yang baru karena angka dari periode lalu akan terus terbawa dan menumpuk. Akibatnya, laporan laba rugi di masa depan menjadi tidak valid dan membingungkan para pengambil keputusan.

Informasi ini disajikan untuk edukasi akuntansi dan pengelolaan keuangan internal perusahaan. Konsultasikan dengan akuntan profesional atau penasihat keuangan untuk penerapan regulasi perpajakan dan standar akuntansi keuangan yang berlaku di wilayah Anda.

Mengenal Fondasi Dasar Sebelum Eksekusi Closing Entries

Sebelum masuk ke langkah teknis, kita perlu menyamakan persepsi mengenai konsep dasar dari proses ini. Jurnal penutup (closing entries) adalah catatan atau entri akuntansi khusus yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup akun-akun sementara atau nominal ke dalam akun modal atau permanen.

Proses ini memindahkan saldo dari akun pendapatan, beban, prive atau dividen, dan ikhtisar laba-rugi ke dalam akun modal untuk pemilik perseorangan, atau laba ditahan bagi perusahaan korporasi. Berdasarkan informasi dari accurate.id, jurnal penutup menjadi indikator kuat bahwa siklus akuntansi (accounting cycle) satu periode telah selesai sepenuhnya atau berfungsi layaknya tombol reset.

Memisahkan Akun Sementara dan Akun Permanen

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, banyak pemula bingung membedakan mana akun yang harus dieliminasi dan mana yang harus dipertahankan. Akun Sementara (Nominal) merupakan akun buku besar yang digunakan untuk mencatat transaksi hanya untuk satu periode akuntansi saja, seperti pendapatan, beban atau biaya, prive, serta ikhtisar laba rugi.

Sementara itu, Akun Permanen (Riil) adalah akun buku besar yang saldonya terus ada setelah periode akuntansi berjalan selesai dan tidak ditutup pada akhir periode. Berdasarkan ulasan dari jurnal.id, akun permanen ini mencakup pos-pos neraca seperti aset atau harta, kewajiban atau utang, serta modal atau ekuitas.

Mengapa Metode Pencatatan Sangat Berpengaruh?

Sebagai perbandingan pelengkap, dalam dunia akuntansi umum dikenal juga dua metode pencatatan yang biasanya kerap disebut pada perusahaan dagang, salah satunya adalah Metode Periodik. Metode ini sering digunakan oleh perusahaan eceran dengan harga terjangkau di mana pencatatan persediaan dilakukan di setiap akhir periode.

Namun, metode periodik memiliki kekurangan yaitu tidak bisa melacak jumlah persediaan stok barang pada rentang waktu tertentu. Meskipun perusahaan jasa tidak berfokus pada stok barang dagangan, memahami karakteristik akun temporer tetap krusial agar Anda tidak salah dalam mengklasifikasikan pos pengeluaran jasa yang menyerupai beban operasional.

Berdasarkan pengalaman saya menangani pembukuan bisnis, proses closing entries ini wajib dilakukan secara berurutan agar jalurnya logis dan tidak memicu selisih angka. Ada empat tahapan utama yang harus Anda lakukan untuk membersihkan akun nominal.

Berikut adalah urutan langkah terstruktur yang dapat langsung Anda eksekusi di lembar kerja atau software akuntansi:

  1. Menutup Akun Pendapatan: Pindahkan semua saldo kredit dari akun pendapatan ke akun Ikhtisar Laba Rugi dengan cara mendebet akun pendapatan sebesar saldo akhirnya dan mengkredit akun Ikhtisar Laba Rugi.
  2. Menutup Akun Beban: Pindahkan saldo debit dari seluruh akun beban (seperti beban gaji, beban sewa, dan beban listrik) ke akun Ikhtisar Laba Rugi dengan mendebet Ikhtisar Laba Rugi dan mengkredit masing-masing akun beban.
  3. Menutup Akun Ikhtisar Laba Rugi: Selisih antara pendapatan dan beban dalam akun Ikhtisar Laba Rugi akan menunjukkan laba atau rugi bersih, yang kemudian dipindahkan ke akun Modal Pemilik dengan mendebet Ikhtisar Laba Rugi dan mengkredit Modal (jika laba), atau sebaliknya jika rugi.
  4. Menutup Akun Prive: Pindahkan saldo debit dari akun penarikan pribadi atau prive langsung ke akun Modal Pemilik dengan cara mendebet akun Modal dan mengkredit akun Prive sebesar jumlah yang ditarik.
Cara Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Jasa | Akuntansi Pendidik

Kesalahan umum yang saya lihat adalah staf keuangan terburu-buru menutup akun prive sebelum menghitung laba bersih dari ikhtisar laba rugi. Pastikan Anda menyelesaikan perhitungan laba atau rugi terlebih dahulu agar struktur modal akhir yang terbentuk di dalam neraca saldo setelah penutupan menjadi benar-benar akurat.

Model Pencatatan Akun dalam Jurnal Penutup

Untuk memberikan gambaran yang lebih transparan dan terstruktur mengenai posisi debit dan kredit dari masing-masing akun yang didepak, Anda bisa memperhatikan format standar berikut.

Format Standar Ayat Jurnal Penutup Perusahaan Jasa
Jenis Penutupan Akun Posisi Debit Posisi Kredit
Penutupan Akun Pendapatan Pendapatan Jasa Ikhtisar Laba Rugi
Penutupan Akun Beban Ikhtisar Laba Rugi Beban-Beban Operasional
Penutupan Laba Bersih Ikhtisar Laba Rugi Modal Pemilik
Penutupan Rugi Bersih Modal Pemilik Ikhtisar Laba Rugi
Penutupan Akun Prive Modal Pemilik Prive / Penarikan Pribadi

Melalui visualisasi data di atas, terlihat jelas bagaimana fungsi closing entries dalam akuntansi bekerja secara mekanis. Akun yang semula bersaldo normal di sisi kredit dipaksa ke sisi debit, dan akun bersaldo normal di debit dipaksa ke sisi kredit agar hasilnya menjadi nol.

Contoh Kasus Riil Jurnal Penutup Perusahaan Jasa

Mari kita simulasikan sebuah contoh jurnal penutup perusahaan jasa berskala kecil untuk melihat bagaimana implementasi riil dari teori di atas ke dalam angka-angka pembukuan nyata.

Misalkan sebuah usaha studio desain grafis memiliki data saldo akhir sebelum penutupan sebagai berikut: Pendapatan Jasa sebesar Rp15.000.000, Total Beban Gaji sebesar Rp4.500.000, Beban Sewa Kantor sebesar Rp2.000.000, dan penarikan Prive Pemilik sebesar Rp1.000.000.

Berdasarkan data tersebut, maka bentuk ayat jurnal penutup yang dibuat oleh perusahaan jasa tersebut adalah:

  • Jurnal Pendapatan: (Debit) Pendapatan Jasa Rp15.000.000 | (Kredit) Ikhtisar Laba Rugi Rp15.000.000
  • Jurnal Beban: (Debit) Ikhtisar Laba Rugi Rp6.500.000 | (Kredit) Beban Gaji Rp4.500.000, (Kredit) Beban Sewa Rp2.000.000
  • Jurnal Laba Bersih: (Debit) Ikhtisar Laba Rugi Rp8.500.000 | (Kredit) Modal Pemilik Rp8.500.000 (didapat dari Rp15.000.000 dikurangi Rp6.500.000)
  • Jurnal Prive: (Debit) Modal Pemilik Rp1.000.000 | (Kredit) Prive Pemilik Rp1.000.000

Ketika seluruh ayat jurnal di atas diposting ke dalam buku besar masing-masing, maka akun Pendapatan, Beban Gaji, Beban Sewa, Prive, dan Ikhtisar Laba Rugi akan otomatis bersaldo nol. Langkah penutupan ini memastikan bahwa pada hari pertama bulan berikutnya, semua pencatatan pendapatan dan pengeluaran operasional Anda dimulai kembali dari angka awal.

Penerapan proses penutupan buku yang disiplin dan terjadwal secara periodik terbukti meminimalkan risiko kecurangan data finansial serta memudahkan evaluasi performa bisnis dari waktu ke waktu. Pastikan seluruh dokumen pendukung seperti kertas kerja atau neraca lajur telah divalidasi sebelum Anda mengunci buku besar periode berjalan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang