Sulit Menulis Sitasi? Ini Cara Membuat Kutipan dari Artikel Jurnal yang Benar dan Anti-Plagiarisme

23 Juni 2026, 01:52 WIB

Menyusun karya ilmiah sering kali memicu rasa frustrasi ketika Anda harus menghadapi tumpukan referensi dan bingung mengenai bagaimana cara mengutip dari jurnal secara valid. Kesalahan kecil dalam menempatkan tanda baca atau menuliskan nama penulis bisa membuat karya akademis Anda dianggap cacat secara metodologi.

Memahami teknik menyunting referensi bukan sekadar urusan formalitas kelulusan atau nilai semata. Ini adalah fondasi utama untuk membangun kredibilitas argumen Anda sekaligus benteng pertahanan paling kokoh dari tuduhan plagiarisme yang fatal.

Berdasarkan data yang tercatat, panduan edukasi mengenai tata cara pengutipan ini telah diakses luas hingga dilihat sebanyak 46.501 kali oleh para akademisi dan mahasiswa. Hal ini membuktikan bahwa validitas format penulisan masih menjadi tantangan besar di dunia pendidikan.

Sebelum masuk ke langkah teknis, Anda harus memahami dengan jelas roda penggerak sitasi, yaitu perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung dalam sebuah karya tulis ilmiah. Banyak penulis pemula terjebak asal salin-tempel tanpa tahu implikasi formatnya pada struktur kalimat.

Kutipan langsung merupakan tindakan mengambil ide mentah-mentah sesuai persis dengan teks aslinya tanpa mengubah satu kata pun. Sementara itu, kutipan tidak langsung mengharuskan Anda melakukan parafrase atau menuliskan kembali ide tersebut menggunakan gaya bahasa sendiri tanpa mengubah esensi maknanya.

Dari pengalaman saya menangani berbagai draf naskah akademik, mahasiswa sering kali keliru menafsirkan batasan kuantitas teks. Akibatnya, tulisan mereka menjadi tidak rapi dan dipenuhi dinding teks tiruan yang menurunkan kualitas analisis personal.

Cara Menulis Kutipan Langsung Pendek dan Panjang

Dalam standardisasi akademik global, khususnya pada regulasi American Psychological Association (APA), kutipan langsung dibagi menjadi dua kategori berdasarkan jumlah kata. Pembagian ini bertujuan menjaga ritme membaca agar karya ilmiah tetap scannable.

Kategori pertama adalah kutipan langsung pendek. Kriteria untuk jenis ini adalah kutipan dengan jumlah di bawah 40 kata dan tidak mencapai 3 baris atau tidak lebih dari 4 baris dalam naskah Anda.

Langkah penulisan kutipan langsung pendek wajib diintegrasikan langsung ke dalam paragraf teks utama Anda. Anda wajib mengapit teks kutipan tersebut menggunakan tanda petik dua (“…”) dan langsung menyertakan nama belakang penulis, tahun terbit, serta nomor halaman.

Kategori kedua adalah kutipan langsung panjang atau biasa disebut sebagai block quote. Jenis kutipan ini berisi 40 kata atau lebih, dan memakan waktu atau ruang sebanyak 3 baris atau lebih dalam ketikan Anda.

Untuk merapikannya, penulisan kutipan langsung panjang diketik menjorok masuk sejauh 1 cm atau lima spasi dari batas margin kiri tulisan utama Anda. Selain itu, Anda tidak perlu menggunakan tanda petik dua dan teks diketik dengan spasi tunggal agar terlihat kontras.

Panduan Praktis Mengutip Menggunakan Format APA

Menuliskan sitasi di dalam teks tubuh argumen memerlukan konsistensi tinggi. Penggunaan format APA edisi terbaru menuntut kejelasan informasi sumber agar pembaca dapat melacaknya dengan mudah ke daftar pustaka.

Dalam kasus yang sering saya temui, banyak orang bingung ketika menghadapi artikel dengan jumlah penulis yang sangat banyak. Sistem APA memiliki regulasi ketat untuk menyiasati hal ini agar teks tidak dipenuhi daftar nama manusia.

Berikut adalah poin-poin penting dalam penulisan nama penulis pada dokumen teks berdasarkan kronologi aturan baku:

  • Untuk satu atau dua penulis, sebutkan nama belakang mereka di dalam teks, seperti contoh sitasi Nairne dan Wilkinson (2018) atau Cleveland (2019).
  • Untuk artikel dengan tiga penulis atau lebih, Anda cukup menuliskan nama penulis pertama diikuti dengan singkatan et al. seperti pada contoh Ross et al. (2005).
  • Tahun rilis atau contoh sitasi spesifik lainnya dalam teks dokumen meliputi Will (2004), Romm (2008), Keraf (1983, 1994), Tarigan (2011), Ross dan Hudson (2004), Rowling (1998), serta panduan dari organisasi resmi seperti APA (2000, 2020).
Cara mengutip dari jurnal orang lain yang benar | Gaf Tutorial

Langkah Menyusun Cara Membuat Daftar Pustaka APA Style

Setelah merapikan sitasi di dalam teks, langkah krusial berikutnya adalah menyusun daftar pustaka secara menyeluruh di halaman akhir. Bagian ini menjadi cermin utama dari kedalaman riset dan kejujuran ilmiah yang Anda lakukan.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah penulis menyamakan semua batas margin kiri pada daftar pustaka. Padahal, pada daftar referensi format apa referensi jurnal, semua baris setelah baris pertama dari setiap referensi harus menjorok ke dalam satu setengah inci atau sekitar 1,27 cm.

Aturan penulisan nama penulis dalam daftar pustaka juga memiliki batas maksimal yang ketat. Dalam daftar referensi format APA, nama belakang dari enam penulis pertama harus dicantumkan jika sebuah sumber memuat tujuh atau lebih penulis.

Selain itu, perhatikan juga penggunaan tipografi yang tepat. Penggunaan contoh tulisan miring untuk daftar pustaka wajib diterapkan secara konsisten pada judul jurnal utama dan nomor volume, bukan pada judul artikel ilmiahnya.

Berikut adalah visualisasi komponen terstruktur yang membedakan elemen penulisan kutipan agar Anda tidak keliru saat mengeksekusinya di lembar kerja:

Perbandingan Aturan Elemen Format Pengutipan APA
Jenis Kutipan Batasan Kata Format Teks Tanda Petik
Kutipan Pendek < 40 kata Menyatu dengan paragraf Wajib digunakan
Kutipan Panjang ≥ 40 kata Menjorok masuk 1 cm Tidak digunakan
Kutipan Tidak Langsung Bebas Parafrase bahasa sendiri Tidak digunakan

Tips Menghindari Plagiarisme Saat Mengutip Artikel

Menurut Alisatul Aini, seorang penulis artikel di Glints, dalam artikel yang ditayangkan pada tanggal 21 Juni 2024 dengan waktu baca 4 menit, pemahaman yang baik tentang teknik mengutip akan sangat membantu penulis mempercepat proses penyusunan karya ilmiah tanpa melanggar kode etik akademis.

Satu hal yang perlu ditekankan adalah pentingnya memverifikasi kredibilitas keahlian dari sumber yang Anda rujuk. Sebagai contoh, Noah Taxis telah mengajar bahasa Inggris selama lebih dari empat tahun di berbagai lembaga terhormat seperti St. Ignatius College Preparatory School di San Francisco.

Noah Taxis, yang memegang gelar MA dalam Pendidikan Menengah dan Pengajaran dari Universitas Stanford, menekankan bahwa ketelitian dalam menyisipkan kutipan mencerminkan profesionalisme akademik seorang penulis.

Kesalahan sekecil apa pun dalam mengutip dapat merusak reputasi intelektual yang telah Anda bangun dengan susah payah. Gunakan alat bantu manajemen sitasi digital atau ikuti panduan manual di atas secara runtut demi menjaga kualitas tulisan tetap objektif, kredibel, dan bersih dari plagiarisme.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang