Krisis Rumput Musim Kemarau 2026 Ini Trik Racik Pakan Domba Garut Biar Tetap Gemuk

7 Juli 2026, 14:49 WIB

Menghadapi musim kemarau yang panjang sering kali membuat para peternak kelimpangan akibat pasokan rumput segar yang menyusut drastis. Memahami cara membuat pakan domba garut yang berkualitas tinggi dan tahan lama menjadi kunci utama agar bobot ternak tidak merosot jatuh. Kondisi lapangan saat ini memang sedang tidak menentu bagi industri peternakan lokal.

Berdasarkan data riil di lapangan pada Rabu, 1 Juli 2026, peternak sudah kesulitan mencari rumput selama hampir dua pekan terakhir akibat cuaca panas ekstrem yang membakar ladang hijauan. Krisis pakan ini dirasakan langsung oleh para pelaku budidaya di berbagai daerah, termasuk Ayi Ramdani yang berumur 47 tahun. Beliau mengungkapkan bahwa waktu pencarian rumput kini membengkak hingga tiga kali lipat dibanding kondisi normal namun hasil yang didapat tetap minim.

Ketika hijauan segar lenyap dari padang rumput, peternak tidak boleh pasrah menunggu hujan turun. Mengandalkan sisa-sisa rumput kering di pinggir jalan hanya akan membuat performa fisik domba Garut kesayangan Anda menurun drastis.

Dari pengalaman saya menangani manajemen pakan ruminansia, kunci penyelamat sediaan pakan terletak pada teknologi pengawetan. Kita harus mengolah limbah pertanian atau hijauan yang tersisa menjadi pakan alternatif domba berkadar nutrisi konstan. Langkah proteksi ini krusial mengingat domba Garut bukan sekadar ternak pedaging biasa. Hewan ini memiliki nilai kultural yang sangat tinggi dalam tradisi seni ketangkasan domba garut sunda, di mana kekuatan fisik dan keindahan otot menjadi aspek penilaian utama.

Mengapa Domba Garut Butuh Formulasi Khusus?

Domba Garut memiliki karakteristik genetik yang tangguh dengan laju pertumbuhan otot yang cepat. Karakter fisik yang prima ini menuntut asupan protein dan energi yang stabil setiap hari, tidak boleh fluktuatif mengikuti musim.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah peternak sering memberikan pakan asal kenyang berupa jerami kering tanpa asupan tambahan. Pola asuh keliru tersebut akan merusak struktur pencernakan dan menurunkan kekebalan tubuh domba secara drastis dalam hitungan minggu.

Cara Membuat Silase Pakan Domba dengan Metode Fermentasi

Solusi terbaik untuk mengatasi kelangkaan hijauan berlarut-larut adalah menguasai cara membuat silase pakan domba. Silase merupakan pakan hijauan yang diawetkan melalui proses fermentasi kedap udara (anaerob) sehingga bisa disimpan hingga berbulan-bulan.

Proses ini memanfaatkan bakteri asam laktat alami untuk menekan pertumbuhan jamur pembusuk. Berikut adalah prasyarat materi dan peralatan yang harus Anda siapkan di area peternakan sebelum memulai proses pembuatan silase:

  • Hijauan segar atau limbah pertanian (rumput gajah, tebon jagung, atau pucuk tebu) sebanyak 100 kg.
  • Dedak padi halus berkualitas tinggi sebanyak 5 kg sebagai sumber karbohidrat siap pakai.
  • Molase (tetes tebu) sebanyak 1 liter atau air gula pekat sebagai makanan bakteri.
  • Dekomposer atau starter fermentasi komersial sebanyak 200 ml.
  • Air bersih sekitar 5 sampai 10 liter untuk melarutkan bahan cair.
  • Cacah rumput (chopper) dan drum plastik kedap udara (silo) berkapasitas besar.

Setelah seluruh komponen di atas lengkap, Anda bisa langsung mengeksekusi langkah-langkah pembuatan secara berurutan. Pastikan kebersihan lingkungan sekitar kandang terjaga dengan baik guna meminimalkan kontaminasi bakteri liar.

  1. Potong hijauan segar menggunakan mesin chopper hingga berukuran kecil sekitar 3 sampai 5 sentimeter agar mempermudah proses pemadatan di dalam drum.
  2. Gelaran hasil cacahan rumput di atas terpal bersih, lalu taburkan dedak padi secara merata di atas permukaan hijauan tersebut.
  3. Larutkan molase dan starter bakteri ke dalam wadah berisi air bersih, lalu aduk hingga tercampur sempurna secara visual.
  4. Siramkan larutan bakteri tersebut ke atas campuran rumput dan dedak secara perlahan sambil diaduk balik hingga kadar air mencapai sekitar 60 persen.
  5. Masukkan campuran pakan ke dalam drum plastik lapis demi lapis sembari diinjak-injak kuat agar tidak ada rongga udara tersisa di dalam drum.
  6. Tutup drum plastik dengan sangat rapat, lalu kunci menggunakan klem besi dan simpan di tempat teduh yang terhindar dari paparan matahari langsung.

Proses fermentasi anaerob ini membutuhkan waktu minimal 21 hari agar matang sempurna. Jangan sekali-kali membuka tutup drum sebelum waktu tersebut terpenuhi karena paparan oksigen sekecil apa pun bisa menggagalkan seluruh proses pembuatan silase.

Mengukur Kualitas Hasil Fermentasi Pakan Alternatif

Dalam kasus yang sering saya temui, banyak peternak pemula gagal karena tidak jeli melihat tanda kebusukan pakan. Silase yang berhasil dikonstruksi dengan benar memiliki ciri fisik yang sangat khas dan disukai oleh ternak.

Kualitas pakan fermentasi dapat diidentifikasi melalui aroma, warna, tekstur, dan tingkat keasaman (pH). Anda harus melakukan pemeriksaan organoleptik sederhana ini sesaat setelah drum pertama kali dibuka untuk memastikan pakan tersebut layak konsumsi.

Parameter Kualitas Fisik Silase Pakan Domba Garut
Indikator Fisik Silase Kualitas Baik Silase Gagal / Rusak
Aroma Aroma Wangi asam manis segar Bau busuk menyengat
Warna Pakan Hijau kekuningan alami Cokelat kehitaman pekat
Tekstur Bahan Masih jelas dan renyah Lembek berlendir hancur
Keberadaan Jamur Bebas dari gumpalan Banyak jamur putih

Jika silase Anda memenuhi kriteria kolom kualitas baik, pakan tersebut aman diberikan kepada domba Garut secara bertahap. Campurkan dengan sedikit rumput segar pada hari-hari pertama agar sistem pencernaan domba dapat beradaptasi dengan baik.

Strategi Pemberian Formulasi Pakan Komplit Harian

Pemberian silase sebaiknya dikombinasikan dengan konsentrat lokal guna mendongkrak nilai nutrisi harian. Pengaturan porsi pakan harus disesuaikan dengan status fisiologis domba, apakah untuk tujuan pembibitan, penggemukan, atau persiapan seni ketangkasan.

Untuk domba Garut dewasa, berikan silase sebanyak 10 persen dari total bobot badan mereka per hari. Tambahkan konsentrat sebanyak 1 hingga 2 persen dari berat badan guna memastikan kebutuhan protein kasar minimal 14 persen terpenuhi dengan baik.

Langkah manajemen pakan berbasis teknologi fermentasi ini terbukti ampuh memotong biaya operasional harian peternakan hingga 30 persen selama musim kemarau bergulir. Peternak tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam di ladang yang kering kerontang hanya untuk mencari segenggam rumput liar.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang